IDAI Berikan Kontribusi bagi Kesehatan Anak di Papua

drg. Aloysius Giyai, M.Kes (FOTO :Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes., menyebutkan bahwa Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Papua telah menunjukkan peran dan memberikan kontribusinya terhadap berbagai persoalan kesehatan anak di Provinsi Papua.

 Dalam kaitannya dengan tanggap darurat bencana banjir bandang di Kabupaten Jayapura yang telah berakhir, drg. Giyai, memberikan apresiasi atas kontribusi IDAI Cabang Papua yang telah memberikan kontribusinya.

“Dalam menangani persoalan tersebut, kita semua telah memberikan kontribusinya masing-masing, termasuk IDAI Papua bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua, di mana kita secara bersama-sama turun dan meninjau langsung ke lokasi peristiwa,” ujar drg. Aloysius Giyai, M.Kes., kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (30/3) lalu.

Baca Juga :  Dukung Kerja KPU Dalam Tahapan Penghitungan Suara

 Bukan hanya itu, IDAI pun menurut Giyai telah memberikan kontribusinya dalam berjalan bersama Pemerintah Provinsi Papua, serta berbagai sektor lainnya dalam pelaksanaan Imunisasi Campak, Rubella, dan Polio (Imunisasi MRP) pada 2018 lalu.

 “Bersama Pemprov dan berbagai sektor lainnya, kita telah melaksanakan Imunisasi MRP di Papua pada 2018 dengan hasil mencapai 75 persen dari target nasional 95 persen. Sekalipun belum mencapai standard nasional, hasil 75 persen ini menjadi yang paling tinggi dibandingkan hasil pelaksanaan Imunisasi MRP di tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.

 Giyai menjelaskan bahwa kini di Papua tengah dilaksanakannya Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN) khusus Polio, terutama ialah 17 kabupaten potensi KLB Polio di Papua. “Kini kita baru capai 43 persen cakupan. Sekiranya cakupan ini, di akhir April nanti bisa mencapai minimal 95 persen, sehingga anak-anak kita di Papua bisa diselamatkan dari ancaman Polio. Hal ini tidak boleh kita sepelekan. Sebaliknya, mental-mental menyepelekan ini harus kita dihilangkan,” pungkasnya. (gr/ary)

Baca Juga :  Pemrov Minta Warga Hentikan Aktivitas Perambahan Liar di Kawasan Hutan.
drg. Aloysius Giyai, M.Kes (FOTO :Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes., menyebutkan bahwa Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Papua telah menunjukkan peran dan memberikan kontribusinya terhadap berbagai persoalan kesehatan anak di Provinsi Papua.

 Dalam kaitannya dengan tanggap darurat bencana banjir bandang di Kabupaten Jayapura yang telah berakhir, drg. Giyai, memberikan apresiasi atas kontribusi IDAI Cabang Papua yang telah memberikan kontribusinya.

“Dalam menangani persoalan tersebut, kita semua telah memberikan kontribusinya masing-masing, termasuk IDAI Papua bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua, di mana kita secara bersama-sama turun dan meninjau langsung ke lokasi peristiwa,” ujar drg. Aloysius Giyai, M.Kes., kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (30/3) lalu.

Baca Juga :  Perlu Adanya Sinergitas Bersama untuk Sejahtrakan Petani Papua

 Bukan hanya itu, IDAI pun menurut Giyai telah memberikan kontribusinya dalam berjalan bersama Pemerintah Provinsi Papua, serta berbagai sektor lainnya dalam pelaksanaan Imunisasi Campak, Rubella, dan Polio (Imunisasi MRP) pada 2018 lalu.

 “Bersama Pemprov dan berbagai sektor lainnya, kita telah melaksanakan Imunisasi MRP di Papua pada 2018 dengan hasil mencapai 75 persen dari target nasional 95 persen. Sekalipun belum mencapai standard nasional, hasil 75 persen ini menjadi yang paling tinggi dibandingkan hasil pelaksanaan Imunisasi MRP di tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.

 Giyai menjelaskan bahwa kini di Papua tengah dilaksanakannya Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN) khusus Polio, terutama ialah 17 kabupaten potensi KLB Polio di Papua. “Kini kita baru capai 43 persen cakupan. Sekiranya cakupan ini, di akhir April nanti bisa mencapai minimal 95 persen, sehingga anak-anak kita di Papua bisa diselamatkan dari ancaman Polio. Hal ini tidak boleh kita sepelekan. Sebaliknya, mental-mental menyepelekan ini harus kita dihilangkan,” pungkasnya. (gr/ary)

Baca Juga :  Partisipasi Masyarakat untuk PSU Sangat Rendah

Berita Terbaru

Artikel Lainnya