Saturday, January 10, 2026
29.9 C
Jayapura

Tak Ada Pembatasan Penerimaan Murid Baru

Kadis P&K Kota Jayapura, Dr. Fachruddin Pasolo, MS.i. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA- Protokol kesehatan yang dicanangkan oleh pemerintah dalam mencegah penularan Covid- 19 berimbas ke semua sektor, namun untuk sektor pendidikan tak ada pembatasan siswa dalam pendaftaran sekolah.

 Ya,  Penerimaan Peserta Didik Baru  (PPDB) tingkat TK, SD, dan SMP atau sederajat tetap menerima murid sesuai kuota, dan tak ada pengurangan dalam penerimaan murid baru. 

 Kadis P&K Kota Jayapura Dr H. Fachruddin Pasolo, M.Si.,mengungkapkan, untuk PPDB tahun pelajaran baru 2020, tetap seperti biasa, untuk tingkat SD ada yang dilakukan secara online atau langsung ke sekolah, sedangkan SMP dilakukan secara online.

 â€œUntuk penerimaan PPDB tetap tidak ada masalah seperti di tahun-tahun sebelumnya, jadi tidak mengurangi kuotanya, tapi jika nanti peserta didik masuk sekolah bisa dilakukan shif-shiftan dan tetap menerapkan protokol kesehatan, Juknis Mendikbud dan penyesuaian terhadap kebijakan Wali Kota Jayapura,’’katanya, Selasa (16/6)kemarin.

Baca Juga :  Selain Ketahanan Pangan, PKK Kota Dorong Isu Lingkungan

 Namun untuk Proses Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) di sekolah dalam masa pandemi Corona, Dinas P & K Kota Jayapura akan melakukan kajian-kajian terlebih dahulu dan tetap memperhatikan petunjuk teknis dari Mendikbud.

 Diakui Kadis P&K Kota Jayapura Dr Fachruddin, untuk penerimaan PPDB juga tetap memperhatikan empat aspek, mulai dari penerimaan secara afirmasi, jalur prestasi, zonasi tempat tinggal peserta didik dengan sekolah dan pertimbangan orang tua dalam bekerja di wilayah itu.

 Oleh karenanya, melalui penerimaan PPDB ini, masyarakat diminta untuk tetap mengikuti aturan yang telah ada, supaya dalam penerimaan PPDB bisa berjalan lancar dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

 â€œDalam kebijakan new normal life kita juga akan lakukan kajian-kajian terlebih dahulu, jika memang wali kota ada kebijakan untuk menerapkan new normal tetap kita sudah persiapkan kajiannya,’’jelasnya.(dil/wen) 

Baca Juga :  Tidak Semua Memiliki Panggung, Tapi Sukseskan PON Adalah Prioritas
Kadis P&K Kota Jayapura, Dr. Fachruddin Pasolo, MS.i. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA- Protokol kesehatan yang dicanangkan oleh pemerintah dalam mencegah penularan Covid- 19 berimbas ke semua sektor, namun untuk sektor pendidikan tak ada pembatasan siswa dalam pendaftaran sekolah.

 Ya,  Penerimaan Peserta Didik Baru  (PPDB) tingkat TK, SD, dan SMP atau sederajat tetap menerima murid sesuai kuota, dan tak ada pengurangan dalam penerimaan murid baru. 

 Kadis P&K Kota Jayapura Dr H. Fachruddin Pasolo, M.Si.,mengungkapkan, untuk PPDB tahun pelajaran baru 2020, tetap seperti biasa, untuk tingkat SD ada yang dilakukan secara online atau langsung ke sekolah, sedangkan SMP dilakukan secara online.

 â€œUntuk penerimaan PPDB tetap tidak ada masalah seperti di tahun-tahun sebelumnya, jadi tidak mengurangi kuotanya, tapi jika nanti peserta didik masuk sekolah bisa dilakukan shif-shiftan dan tetap menerapkan protokol kesehatan, Juknis Mendikbud dan penyesuaian terhadap kebijakan Wali Kota Jayapura,’’katanya, Selasa (16/6)kemarin.

Baca Juga :  Bakau Tak Hanya Bicara Iklim Namun Juga Ketahanan Pangan

 Namun untuk Proses Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) di sekolah dalam masa pandemi Corona, Dinas P & K Kota Jayapura akan melakukan kajian-kajian terlebih dahulu dan tetap memperhatikan petunjuk teknis dari Mendikbud.

 Diakui Kadis P&K Kota Jayapura Dr Fachruddin, untuk penerimaan PPDB juga tetap memperhatikan empat aspek, mulai dari penerimaan secara afirmasi, jalur prestasi, zonasi tempat tinggal peserta didik dengan sekolah dan pertimbangan orang tua dalam bekerja di wilayah itu.

 Oleh karenanya, melalui penerimaan PPDB ini, masyarakat diminta untuk tetap mengikuti aturan yang telah ada, supaya dalam penerimaan PPDB bisa berjalan lancar dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

 â€œDalam kebijakan new normal life kita juga akan lakukan kajian-kajian terlebih dahulu, jika memang wali kota ada kebijakan untuk menerapkan new normal tetap kita sudah persiapkan kajiannya,’’jelasnya.(dil/wen) 

Baca Juga :  Selain Ketahanan Pangan, PKK Kota Dorong Isu Lingkungan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya