Friday, March 6, 2026
32.7 C
Jayapura

Tertembak Senapan Angin, Seorang Bocah Tewas

Petugas Poliklinik Mam, saat berusaha   mengeluarkan peluru senapan angin yang  bersarang  di kepala  korban Riskin Aun.  (FOTO: Cosmos Jeujanan for Cepos) 

MERAUKE- Nasib   naas  dialami  Riski Aun, seorang  bocah SD yang  baru berumur  10 tahun. Pasalnya, korban  meninggal  dunia  akibat kena tembakan  senapan  angin  oleh temannya sendiri berinisial YB (13) yang  juga  masih berstatus  pelajar. Kasus  ini terjadi di Devisi 13 Blok 22-25 PT Donging  Prabawa,   Mam,    Distrik  Edera, Kabupaten Mappi,  tepatnya di bevak tempat kerja orang    tua korban,  Minggu (17/5) lalu sekira pukul 15.00 WIT. 

  Kapolres Mappi  AKBP  Cosmos Jeujanan,   ketika  dikonfirmasi  media ini  lewat  telpon selulernya, Senin (1/6) membenarkan      peristiwa  tersebut. Kronologi  kejadiannya, ungkap  Kapolres   berawal  saat korban bersama orang tuanya  dan   tersangka pergi ke bevak. Setelah tiba di bevak, orang tua korban langsung bekerja. 

Baca Juga :  Peresmian Kantor Dinas Pendidikan Tunggu Penyelesaian Status Tanah

   Sedangkan  korban dan  tersangka mengambil senapan angin  untuk latihan membidik sasaran. Pada saat tersangka sudah pada posisi membidik sasaran dengan jarak 6 meter,  tiba-tiba korban melintas di depan senapan angin. Bersamaan itu,  peluru senapan angin mengenai kepala korban. 

   Korban langsung terjatuh  ke tanah. Melihat itu,  tersangka  langsung memanggil orang tua korban yang bekerja tidak jauh dari TKP. Korban segera dilarikan ke ke Poliklinik Mam namun nyawanya tidak tertolong lagi  dan meninggal dunia.   

   Menurut  Kapolres, setelah mendapatkan   laporan   terkait peristiwa tersebut,   anggotanya yang ada di Polsek  Edera,  langsung   mendatangi TKP  dan mengamankan  tersangka.   Selain   itu,  pihaknya  melakukan mediasi   kedua belah pihak agar masing-masing  menahan  diri   karena  kasus   tersebut  sudah ditangani  pihaknya.  ‘’Tersangka  sudah kita  amankan. Karena masih    di bawah  umur,  maka penanganannya  harus  cepat  selesai untuk   dapat segera dilimpahkan  ke    Kejaksaan,’’ tambahnya. (ulo/tri)

Baca Juga :  SMP Muhammadyah Siap Tampil Sebagai Sekolah Unggulan 
Petugas Poliklinik Mam, saat berusaha   mengeluarkan peluru senapan angin yang  bersarang  di kepala  korban Riskin Aun.  (FOTO: Cosmos Jeujanan for Cepos) 

MERAUKE- Nasib   naas  dialami  Riski Aun, seorang  bocah SD yang  baru berumur  10 tahun. Pasalnya, korban  meninggal  dunia  akibat kena tembakan  senapan  angin  oleh temannya sendiri berinisial YB (13) yang  juga  masih berstatus  pelajar. Kasus  ini terjadi di Devisi 13 Blok 22-25 PT Donging  Prabawa,   Mam,    Distrik  Edera, Kabupaten Mappi,  tepatnya di bevak tempat kerja orang    tua korban,  Minggu (17/5) lalu sekira pukul 15.00 WIT. 

  Kapolres Mappi  AKBP  Cosmos Jeujanan,   ketika  dikonfirmasi  media ini  lewat  telpon selulernya, Senin (1/6) membenarkan      peristiwa  tersebut. Kronologi  kejadiannya, ungkap  Kapolres   berawal  saat korban bersama orang tuanya  dan   tersangka pergi ke bevak. Setelah tiba di bevak, orang tua korban langsung bekerja. 

Baca Juga :  Pedagang Pasar Wamanggu Mengadu ke DPRD

   Sedangkan  korban dan  tersangka mengambil senapan angin  untuk latihan membidik sasaran. Pada saat tersangka sudah pada posisi membidik sasaran dengan jarak 6 meter,  tiba-tiba korban melintas di depan senapan angin. Bersamaan itu,  peluru senapan angin mengenai kepala korban. 

   Korban langsung terjatuh  ke tanah. Melihat itu,  tersangka  langsung memanggil orang tua korban yang bekerja tidak jauh dari TKP. Korban segera dilarikan ke ke Poliklinik Mam namun nyawanya tidak tertolong lagi  dan meninggal dunia.   

   Menurut  Kapolres, setelah mendapatkan   laporan   terkait peristiwa tersebut,   anggotanya yang ada di Polsek  Edera,  langsung   mendatangi TKP  dan mengamankan  tersangka.   Selain   itu,  pihaknya  melakukan mediasi   kedua belah pihak agar masing-masing  menahan  diri   karena  kasus   tersebut  sudah ditangani  pihaknya.  ‘’Tersangka  sudah kita  amankan. Karena masih    di bawah  umur,  maka penanganannya  harus  cepat  selesai untuk   dapat segera dilimpahkan  ke    Kejaksaan,’’ tambahnya. (ulo/tri)

Baca Juga :  Surat Suara Pemilu untuk  PPS Mulai Dicetak   

Berita Terbaru

Artikel Lainnya