Pemkot Jayapura Susun Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim

Untuk Wujudkan Kota Tangguh Hadapi Ancaman Iklim

JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura mulai menyusun Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim Daerah (RAAPID) sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi berbagai dampak perubahan iklim yang semakin nyata dirasakan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, yang diwakili Asisten II Sekretariat Daerah Kota Jayapura, Abdul Majid, saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kick-Off Penyusunan Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim Daerah (RAAPID) Kota Jayapura yang berlangsung di Hotel Horison Ultima Entrop, Selasa (9/6).

Dalam sambutannya, Abdul Majid menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi isu global yang jauh dari kehidupan masyarakat, melainkan telah menjadi tantangan nyata yang dampaknya dirasakan secara langsung di berbagai daerah, termasuk Kota Jayapura.

Baca Juga :  Pasca PSU, Situasi Kamtibmas Dipastikan Kondusif

“Perubahan pola curah hujan, meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem, banjir, tanah longsor, kenaikan suhu, hingga berbagai ancaman terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat merupakan dampak yang harus kita antisipasi bersama,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Indonesia melalui dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) telah memperkuat komitmen nasional dalam pengendalian perubahan iklim. Komitmen tersebut perlu didukung oleh pemerintah daerah melalui kebijakan dan program yang mampu meningkatkan ketahanan wilayah serta masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

Dalam konteks itu, Pemerintah Kota Jayapura berkomitmen menyusun RAAPID sebagai dokumen strategis yang akan menjadi pedoman dalam merencanakan dan melaksanakan berbagai program adaptasi perubahan iklim secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Untuk Wujudkan Kota Tangguh Hadapi Ancaman Iklim

JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura mulai menyusun Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim Daerah (RAAPID) sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi berbagai dampak perubahan iklim yang semakin nyata dirasakan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, yang diwakili Asisten II Sekretariat Daerah Kota Jayapura, Abdul Majid, saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kick-Off Penyusunan Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim Daerah (RAAPID) Kota Jayapura yang berlangsung di Hotel Horison Ultima Entrop, Selasa (9/6).

Dalam sambutannya, Abdul Majid menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi isu global yang jauh dari kehidupan masyarakat, melainkan telah menjadi tantangan nyata yang dampaknya dirasakan secara langsung di berbagai daerah, termasuk Kota Jayapura.

Baca Juga :  Demo Mahasiswa Uncen Pecah, Empat Aparat Terluka dan 1 Mobil Dalmas Dibakar

“Perubahan pola curah hujan, meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem, banjir, tanah longsor, kenaikan suhu, hingga berbagai ancaman terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat merupakan dampak yang harus kita antisipasi bersama,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Indonesia melalui dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) telah memperkuat komitmen nasional dalam pengendalian perubahan iklim. Komitmen tersebut perlu didukung oleh pemerintah daerah melalui kebijakan dan program yang mampu meningkatkan ketahanan wilayah serta masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

Dalam konteks itu, Pemerintah Kota Jayapura berkomitmen menyusun RAAPID sebagai dokumen strategis yang akan menjadi pedoman dalam merencanakan dan melaksanakan berbagai program adaptasi perubahan iklim secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya