Gagal Lolos, Massa Rusuh

Mobil Ambulans Dibakar, Dua Bintang Kejora Berkibar di Stadion Lukas Enembe

JAYAPURA– Mimpi besar Persipura Jayapura untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia tertunda. Di tengah dukungan ribuan suporter yang memadati Stadion Lukas Enembe, perjuangan Mutiara Hitam harus berakhir pahit setelah gagal mengamankan tiket promosi ke Liga 1.

Persipura harus rela melepas tiket promosi kepada Adhyaksa FC setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dalam laga penentuan yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5) malam. Kekalahan itu memastikan langkah Persipura terhenti di ambang pintu promosi. Mirisnya lagi dari kekalahan ini para suporter yang tak terima akhirnya meluapkan kekesalannya dengan melakukan pengrusakan.

Massa ada yang masuk ke dalam stadion dan merusak semua fasilitas di bench pemain lawan. Pagar pembatas, kursi dan tiang di dalam stadion juga tak lepas dari amuk massa. Yang lebih parah justru terjadi di luar stadion. Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat dirusak. Bahkan ada video yang beredar sebuah mobil ambulans ikut dibakar.

Baca Juga :  Tim Labfor Ambil Sampel Abu dari TKP
2-Ricuh
Fasilitas Stadion Lukas Enembe yang di rusak massa.

Tak hanya itu ada juga dua penonton yang berlari masuk sambil membawa Bintang Kejora. Ada juga yang memanjat tiang di depan stadion untuk mengibarkan bintang kejora. Pembakaran kendaraan juga terjadi dimana-mana. Situasi ini membuat penonton lainnya panik dan berlari berhamburan. Saat massa melakukan pengrusakan sempat terdengar teriakan – teriakan khas sambil mengitari api. Beberapa diantaranya menaiki pagar dan menyaksikan terjadinya kerusakan.

“Kami terjebak, belum bisa keluar karena situasi di luar massa belum bisa dikendalikan,” tulis Ana, salah satu penonton di dalam stadion. Ia sempat menyaksikan langsung awal mulanya situasi tak kondusif. Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 19.30 WIT, kerusakan pertama yang dilakukan adalah pembakaran di depan pos jaga, Stadion Lukas Enembe.

Baca Juga :  Perahu Terbalik, Satu Anggota TNI Hilang

Tidak hanya pos penjagaan, mobil patroli dan beberapa motor disekitar ikut dibakar, aksi masa terus meluas. Api menyala di beberapa titik lokasi kemudian terdengar bunyi – bunyi klakson dan ledakan dari mobil-mobil yang terbakar terus berbunyi. Aksi saling lempar, dan tembakan gas air mata tidak bisa meredakan amukan masa yang terus mencoba membakar.

Banyak penonton yang mencari keluarganya, ada juga yang memilih menyelamatkan diri ketimbang menyelamatkan kendaraan. Sayangnya disaat kondisi tersebut, ada juga tangan-tangan tidak bertanggung jawab yang ikut menjarah motor-motor para penonton yang panik dan meninggalkan kendaraannya. Sampai dengan pukul 21.12 WIT asap masih menyelimuti Stadion LE, bunyi ledakan masih terdengar sesekali.

Mobil Ambulans Dibakar, Dua Bintang Kejora Berkibar di Stadion Lukas Enembe

JAYAPURA– Mimpi besar Persipura Jayapura untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia tertunda. Di tengah dukungan ribuan suporter yang memadati Stadion Lukas Enembe, perjuangan Mutiara Hitam harus berakhir pahit setelah gagal mengamankan tiket promosi ke Liga 1.

Persipura harus rela melepas tiket promosi kepada Adhyaksa FC setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dalam laga penentuan yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5) malam. Kekalahan itu memastikan langkah Persipura terhenti di ambang pintu promosi. Mirisnya lagi dari kekalahan ini para suporter yang tak terima akhirnya meluapkan kekesalannya dengan melakukan pengrusakan.

Massa ada yang masuk ke dalam stadion dan merusak semua fasilitas di bench pemain lawan. Pagar pembatas, kursi dan tiang di dalam stadion juga tak lepas dari amuk massa. Yang lebih parah justru terjadi di luar stadion. Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat dirusak. Bahkan ada video yang beredar sebuah mobil ambulans ikut dibakar.

Baca Juga :  Diikuti 5 Paslon, Pendaftaran Cakada  Kab, Jayapura Aman dan Tertib
2-Ricuh
Fasilitas Stadion Lukas Enembe yang di rusak massa.

Tak hanya itu ada juga dua penonton yang berlari masuk sambil membawa Bintang Kejora. Ada juga yang memanjat tiang di depan stadion untuk mengibarkan bintang kejora. Pembakaran kendaraan juga terjadi dimana-mana. Situasi ini membuat penonton lainnya panik dan berlari berhamburan. Saat massa melakukan pengrusakan sempat terdengar teriakan – teriakan khas sambil mengitari api. Beberapa diantaranya menaiki pagar dan menyaksikan terjadinya kerusakan.

“Kami terjebak, belum bisa keluar karena situasi di luar massa belum bisa dikendalikan,” tulis Ana, salah satu penonton di dalam stadion. Ia sempat menyaksikan langsung awal mulanya situasi tak kondusif. Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 19.30 WIT, kerusakan pertama yang dilakukan adalah pembakaran di depan pos jaga, Stadion Lukas Enembe.

Baca Juga :  Agustus, Penumpang di Bandara Sentani  Naik 26 Persen

Tidak hanya pos penjagaan, mobil patroli dan beberapa motor disekitar ikut dibakar, aksi masa terus meluas. Api menyala di beberapa titik lokasi kemudian terdengar bunyi – bunyi klakson dan ledakan dari mobil-mobil yang terbakar terus berbunyi. Aksi saling lempar, dan tembakan gas air mata tidak bisa meredakan amukan masa yang terus mencoba membakar.

Banyak penonton yang mencari keluarganya, ada juga yang memilih menyelamatkan diri ketimbang menyelamatkan kendaraan. Sayangnya disaat kondisi tersebut, ada juga tangan-tangan tidak bertanggung jawab yang ikut menjarah motor-motor para penonton yang panik dan meninggalkan kendaraannya. Sampai dengan pukul 21.12 WIT asap masih menyelimuti Stadion LE, bunyi ledakan masih terdengar sesekali.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya