Kibarkan Bintang Kejora Saat Kelulusan, Kobakma Ricuh

Sempat Ada Upaya Penjarahan, Aparat Sebut Massa Ditunggangi

JAYAPURA– Euforia kelulusan siswa SMA di Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, Selasa (5/5) berlangsung ricuh. Ekspresi kelulusan ini dilakukan dengan membentangkan Bintang Kejora mengelilingi lapangan dan akhirnya diketahui pihak keamanan.

Kericuhanpun tak terhindarkan, aparat harus menghindari lemparan batu sambil melepas tembakan gas air mata. Dari kejadian ini ada beberapa kendaraan yang mengalami kaca pecah. Hanya mirisnya dari kondisi lempar-lemparan ini, para siswa juga terlihat berupaya melakukan penjarahan di beberapa toko dan kios disekitar lokasi. Untungnya upaya ini bisa dicegah

Dari video yang beredar, terlihat siswa dan sejumlah pemuda melakukan pelemparan batu ke arah aparat. Suara ledakan peringatanpun terdengar diantara kericuhan tersebut. Kapolres Mamberamo Tengah, AKBP Muh. Mukabsi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, awalnya kegiatan kelulusan berlangsung normal di dalam lingkungan sekolah. Namun, situasi berubah saat para siswa keluar dari area sekolah.

Baca Juga :  Jelang Putusan Usia Maksimal Capres-Cawapres, MK Tersandera Rekam Jejak,

“Awalnya siswa itu keluar dari dalam sekolah tidak ada apa-apa. Tapi begitu di luar lingkungan sekolah, mereka konvoi sambil membawa bendera bintang kejora,” ujarnya, melalui sambungan telpon.

Melihat hal itu, aparat yang melakukan pengamanan mencoba mengambil bendera dari tangan para siswa. Namun upaya tersebut mendapat penolakan dan memicu aksi pelemparan batu ke arah petugas.

“Akhirnya terjadi keributan. Mereka melempar petugas dengan batu, bahkan ada kendaraan yang kacanya pecah,” ungkapnya.

Sempat Ada Upaya Penjarahan, Aparat Sebut Massa Ditunggangi

JAYAPURA– Euforia kelulusan siswa SMA di Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, Selasa (5/5) berlangsung ricuh. Ekspresi kelulusan ini dilakukan dengan membentangkan Bintang Kejora mengelilingi lapangan dan akhirnya diketahui pihak keamanan.

Kericuhanpun tak terhindarkan, aparat harus menghindari lemparan batu sambil melepas tembakan gas air mata. Dari kejadian ini ada beberapa kendaraan yang mengalami kaca pecah. Hanya mirisnya dari kondisi lempar-lemparan ini, para siswa juga terlihat berupaya melakukan penjarahan di beberapa toko dan kios disekitar lokasi. Untungnya upaya ini bisa dicegah

Dari video yang beredar, terlihat siswa dan sejumlah pemuda melakukan pelemparan batu ke arah aparat. Suara ledakan peringatanpun terdengar diantara kericuhan tersebut. Kapolres Mamberamo Tengah, AKBP Muh. Mukabsi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, awalnya kegiatan kelulusan berlangsung normal di dalam lingkungan sekolah. Namun, situasi berubah saat para siswa keluar dari area sekolah.

Baca Juga :  Imlek, Papua Goldent Tiger Siapkan 10 Barongsai

“Awalnya siswa itu keluar dari dalam sekolah tidak ada apa-apa. Tapi begitu di luar lingkungan sekolah, mereka konvoi sambil membawa bendera bintang kejora,” ujarnya, melalui sambungan telpon.

Melihat hal itu, aparat yang melakukan pengamanan mencoba mengambil bendera dari tangan para siswa. Namun upaya tersebut mendapat penolakan dan memicu aksi pelemparan batu ke arah petugas.

“Akhirnya terjadi keributan. Mereka melempar petugas dengan batu, bahkan ada kendaraan yang kacanya pecah,” ungkapnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya