Kibarkan Bintang Kejora Saat Kelulusan, Kobakma Ricuh

Meski terjadi kericuhan, pihak kepolisian tidak melakukan penangkapan. Hal itu dilakukan dengan mempertimbangkan situasi keamanan di lapangan. “Kita tidak mengamankan siapa pun karena mempertimbangkan kondisi saat itu,” katanya. Mukabsi juga menyebutkan, pihak sekolah tidak mengetahui adanya aksi tersebut karena terjadi di luar lingkungan sekolah.

Bahkan sebelumnya pihak sekolah telah mengimbau siswa untuk menjaga ketertiban.

“Di dalam sekolah aman aman saja, tapi saat di luar mereka konvoi lalu bentang bendera itu,” bebernya.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga tidak semua peserta aksi merupakan siswa SMA Kobakma. Ada pihak lain yang diduga menyusup dan memanfaatkan momentum kelulusan. “Dari pengamatan di lapangan, tidak semuanya siswa. Ada yang diduga penyusup, mereka menggunakan seragam sekolah,” jelasnya.

Baca Juga :  Tidak Bisa Spontan, Harus Dirapatkan

Terkait motif, polisi masih melakukan pendalaman, termasuk menelusuri asal-usul bendera yang dibawa dalam aksi tersebut. Jumlah massa yang terlibat diperkirakan mencapai ratusan orang. Ia menambahkan, jika dilihat dari pola pergerakan, aksi tersebut terindikasi telah direncanakan. “Semacam terencana,” ujarnya singkat.

Saat ini, aparat keamanan tengah berkoordinasi dengan tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah setempat guna menjaga situasi tetap kondusif. Bahkan, tokoh masyarakat meminta agar sementara waktu tidak dilakukan patroli, sambil menunggu pertemuan lanjutan yang akan digelar.

“Para tokoh masyarakat menjamin keamanan, dan besok (Rabu red) akan ada pertemuan lanjutan,” pungkasnya.

Sementara di Jayapura sempat juga beredar postingan sekelompok anak sekolah membentangkan Bintang Kejora di halaman sekolah. Jika dilihat narasi dan gedung sekolah terlihat seperti di halaman SMA Teruna Bakti. Namun postingan tersebut buru-buru diklarifikasi oleh pihak sekolah.

Baca Juga :  KPU Papua Pegunungan Pastikan Surat Suara Di Kawal Aparat Kepolisian

“Tidak benar itu, kejadian itu (membentangkan bintang kejora) itu tidak ada. Ini kami dari pagi hingga sore ini masih di sekolah. Tidak ada anak-anak yang begitu,” tegas Cornelia Ragainaga, Kepala SMA Teruna Bakti melalui ponselnya.

Ia menyatakan hingga kini semua anak-anaknya bisa dikontrol termasuk terkait proses kelulusan. “Semua lewat aplikasi dan yang dinyatakan adalah 267 siswa. Kami juga ingatkan untuk tidak berlebihan dalam euforia,” bebernya.

Meski terjadi kericuhan, pihak kepolisian tidak melakukan penangkapan. Hal itu dilakukan dengan mempertimbangkan situasi keamanan di lapangan. “Kita tidak mengamankan siapa pun karena mempertimbangkan kondisi saat itu,” katanya. Mukabsi juga menyebutkan, pihak sekolah tidak mengetahui adanya aksi tersebut karena terjadi di luar lingkungan sekolah.

Bahkan sebelumnya pihak sekolah telah mengimbau siswa untuk menjaga ketertiban.

“Di dalam sekolah aman aman saja, tapi saat di luar mereka konvoi lalu bentang bendera itu,” bebernya.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga tidak semua peserta aksi merupakan siswa SMA Kobakma. Ada pihak lain yang diduga menyusup dan memanfaatkan momentum kelulusan. “Dari pengamatan di lapangan, tidak semuanya siswa. Ada yang diduga penyusup, mereka menggunakan seragam sekolah,” jelasnya.

Baca Juga :  Enam Kabupaten di Papua Tengah Gunakan Sistem Noken

Terkait motif, polisi masih melakukan pendalaman, termasuk menelusuri asal-usul bendera yang dibawa dalam aksi tersebut. Jumlah massa yang terlibat diperkirakan mencapai ratusan orang. Ia menambahkan, jika dilihat dari pola pergerakan, aksi tersebut terindikasi telah direncanakan. “Semacam terencana,” ujarnya singkat.

Saat ini, aparat keamanan tengah berkoordinasi dengan tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah setempat guna menjaga situasi tetap kondusif. Bahkan, tokoh masyarakat meminta agar sementara waktu tidak dilakukan patroli, sambil menunggu pertemuan lanjutan yang akan digelar.

“Para tokoh masyarakat menjamin keamanan, dan besok (Rabu red) akan ada pertemuan lanjutan,” pungkasnya.

Sementara di Jayapura sempat juga beredar postingan sekelompok anak sekolah membentangkan Bintang Kejora di halaman sekolah. Jika dilihat narasi dan gedung sekolah terlihat seperti di halaman SMA Teruna Bakti. Namun postingan tersebut buru-buru diklarifikasi oleh pihak sekolah.

Baca Juga :  Dikonsep Ala Gubernur Dedi Mulyadi, Cerdas Secara Akademik dan Kuat Karakternya

“Tidak benar itu, kejadian itu (membentangkan bintang kejora) itu tidak ada. Ini kami dari pagi hingga sore ini masih di sekolah. Tidak ada anak-anak yang begitu,” tegas Cornelia Ragainaga, Kepala SMA Teruna Bakti melalui ponselnya.

Ia menyatakan hingga kini semua anak-anaknya bisa dikontrol termasuk terkait proses kelulusan. “Semua lewat aplikasi dan yang dinyatakan adalah 267 siswa. Kami juga ingatkan untuk tidak berlebihan dalam euforia,” bebernya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya