Saturday, March 21, 2026
32.7 C
Jayapura

Sejumlah Persiapan Tuntas, Umat Hindu Siap Nyepi

JAYAPURA – Umat Hindu dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Jayapura mulai persiapan untuk Nyepi yang jatuh pada, Kamis (19/3) besok. Dalam tradisi tersebut ada beberapa ritual lain yang harus dilakukan baik sebelum maupun sesudah Nyepi. Menariknya hari raya Nyepi tahun ini berdekatan dengan hari raya Idul Fitri umat mulsim maupun Paskah dari umat Kristiani.

Suasan pesiapan Nyepi ini sudah terada di Pura Agung Surya Bhuvana, Selasa (17/3).
Adapun persiapan yang dilakukan adalah membentuk panitia, menyiapkan sesajen untuk sembahyang dan beberapa persiapan lainnya, termasuk upacara Melasti.

“Untuk persiapan, hampir semua sudah kita lakukan. Meskipun ada beberapa yang belum tetapi kita bisa selesai hari ini (Selasa, 17/3) secara garis besar sudah,” kata Panitia perlengkapan, I Gede Sudiasa kepada Cenderawasih Pos di Pura Agung Surya Bhuvana, Selasa (17/3).

Baca Juga :  Arus Balik Lebaran Tahap Awal Masih Landai

Ia mengatakan, sebelum memasuki hari raya Nyepi, umat Hindu diwajibkan untuk mengikuti beberapa ritual, seperti Melasti atau persembahyangan di sumber air.
Kemudian, Tawur Kesanga, yaitu ritual pembersihan alam dari roh jahat, diiringi pawai Ogoh-ogoh sebagai simbol menetralisir kekuatan negatif. Namun, di Kota Jayapura ritual ini tidak dilakukan, mengingat umat Hindu di Kota Jayapura terbilang minoritas.

“Untuk ritual Ogoh-ogoh kita tidak jalankan, karena itu harus butuh orang banyak, kemudian dana yang cukup. Kita umat Hindu di Kota ini kan tidak terlalu banyak, belum lagi sibuk dengan yang lain. Terakhir pernah dilakukan di Kota Jayapura pada 2018 lalu,” ungkapnya.

Selanjutnya, ritual puncak Nyepi, di antaranya Amati Geni, yaitu tak menyalakan api atau lampu, termasuk menahan hawa nafsu. Kemudian Amati karya, yaitu tak bekerja atau beraktivitas. Amati Lelungan, yaitu tak berpergian atau berdiam diri di rumah. Amati Lelanguan, yaitu tak mencari hiburan atau menikmati kesenangan duniawi.

Baca Juga :  Pj Walikota: Tan dan Monj Harus Berwawasan Luas!

Dia berharap acara hari raya Nyepi ini bisa berjalan lancar dan penuh khidmad. Pihaknya juga mengapresiasi kepada panitia atau jamaat, yang turut menyukseskan perayaan hari raya Nyepi. “Persiapan perayaan hari raya Nyepi telah mencapai 85-90 persen,” ucapnya.

Sementara itu, terkait dengan upacara Melasti di Kota Jayapura. Umat Hindu akan melaksanakannya di Pantai Cibery, Holltekan, pada Selasa (17/3). Adapun upacara ini dilakukan dua hari sebelum hari raya Nyepi.

Bertujuan untuk menyucikan diri sebelum melaksanakan Nyepi yang berarti melebur segala macam kotoran pikiran, perkataan, dan perbuatan. Dalam upacara Melasti, umat Hindu mendapatkan air suci yang disebut Angemet Tirta Amerta.

JAYAPURA – Umat Hindu dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Jayapura mulai persiapan untuk Nyepi yang jatuh pada, Kamis (19/3) besok. Dalam tradisi tersebut ada beberapa ritual lain yang harus dilakukan baik sebelum maupun sesudah Nyepi. Menariknya hari raya Nyepi tahun ini berdekatan dengan hari raya Idul Fitri umat mulsim maupun Paskah dari umat Kristiani.

Suasan pesiapan Nyepi ini sudah terada di Pura Agung Surya Bhuvana, Selasa (17/3).
Adapun persiapan yang dilakukan adalah membentuk panitia, menyiapkan sesajen untuk sembahyang dan beberapa persiapan lainnya, termasuk upacara Melasti.

“Untuk persiapan, hampir semua sudah kita lakukan. Meskipun ada beberapa yang belum tetapi kita bisa selesai hari ini (Selasa, 17/3) secara garis besar sudah,” kata Panitia perlengkapan, I Gede Sudiasa kepada Cenderawasih Pos di Pura Agung Surya Bhuvana, Selasa (17/3).

Baca Juga :  Tersangka Habisi Korbannya Secara Sadis

Ia mengatakan, sebelum memasuki hari raya Nyepi, umat Hindu diwajibkan untuk mengikuti beberapa ritual, seperti Melasti atau persembahyangan di sumber air.
Kemudian, Tawur Kesanga, yaitu ritual pembersihan alam dari roh jahat, diiringi pawai Ogoh-ogoh sebagai simbol menetralisir kekuatan negatif. Namun, di Kota Jayapura ritual ini tidak dilakukan, mengingat umat Hindu di Kota Jayapura terbilang minoritas.

“Untuk ritual Ogoh-ogoh kita tidak jalankan, karena itu harus butuh orang banyak, kemudian dana yang cukup. Kita umat Hindu di Kota ini kan tidak terlalu banyak, belum lagi sibuk dengan yang lain. Terakhir pernah dilakukan di Kota Jayapura pada 2018 lalu,” ungkapnya.

Selanjutnya, ritual puncak Nyepi, di antaranya Amati Geni, yaitu tak menyalakan api atau lampu, termasuk menahan hawa nafsu. Kemudian Amati karya, yaitu tak bekerja atau beraktivitas. Amati Lelungan, yaitu tak berpergian atau berdiam diri di rumah. Amati Lelanguan, yaitu tak mencari hiburan atau menikmati kesenangan duniawi.

Baca Juga :  Pj Walikota: Tan dan Monj Harus Berwawasan Luas!

Dia berharap acara hari raya Nyepi ini bisa berjalan lancar dan penuh khidmad. Pihaknya juga mengapresiasi kepada panitia atau jamaat, yang turut menyukseskan perayaan hari raya Nyepi. “Persiapan perayaan hari raya Nyepi telah mencapai 85-90 persen,” ucapnya.

Sementara itu, terkait dengan upacara Melasti di Kota Jayapura. Umat Hindu akan melaksanakannya di Pantai Cibery, Holltekan, pada Selasa (17/3). Adapun upacara ini dilakukan dua hari sebelum hari raya Nyepi.

Bertujuan untuk menyucikan diri sebelum melaksanakan Nyepi yang berarti melebur segala macam kotoran pikiran, perkataan, dan perbuatan. Dalam upacara Melasti, umat Hindu mendapatkan air suci yang disebut Angemet Tirta Amerta.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya