Wednesday, March 4, 2026
31.7 C
Jayapura

Tarif dari Rp 100 Ribu hingga Rp 5 Juta Namun Masih Diburu

Kisah Anindya, Seorang Wanita Muda yang Mengambil Peluang Bisnis Parcel Jelang Lebaran

Bulan Ramadan selalu membawa cerita tersendiri bagi Anindya. Bukan hanya tentang ibadah, namun juga kesibukannya menyiapkan parsel untuk dijual. Alhasil halaman rumahnya berubah menjadi dapur besar.

Laporan: Sheilla Farazela

Rumah Anindya perlahan berubah menjadi ruang kerja dipenuhi kotak, pita, keranjang, hingga aneka bingkisan cantik yang siap dikirim ke berbagai penjuru kota. Bagi pedagang parsel ini, datangnya bulan puasa selalu menjadi penanda dimulainya musim paling dinanti. “Kalau sudah masuk Ramadan, pesanan pasti meningkat. Biasanya kami buka pre-order lebih dulu dengan harga promo sebelum puasa. Tujuannya untuk mengamankan slot barang, karena nanti tukang parsel biasanya rebutan stok,” ujarnya.

Baca Juga :  Saya dan Ibunya Sempat Larang karena Tahu Capeknya Jadi Atlet 

Strategi itu bukan tanpa alasan. Menjelang Lebaran, bahan isian parsel seperti makanan kemasan, perlengkapan ibadah, hingga kemasan dekoratif sering kali menjadi barang langka. Banyak perajin berburu produk yang murah namun tetap berkualitas. Meski demikian, Anindya mengaku lonjakan pesanan tahun ini belum bisa dipastikan. Ramadan baru memasuki hari-hari awal.

“Ini baru hari keempat puasa, belum sampai seminggu, apalagi pertengahan. Jadi belum bisa diprediksi. Tapi tahun lalu omzetnya Alhamdulillah lumayan. Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih banyak,” katanya penuh harap. Pada hari biasanya, usaha Anindya sebenarnya lebih banyak bergerak di bidang katering. Secara hitung-hitungan bisnis, ia mengakui katering lebih menjanjikan dari sisi margin, tenaga, dan efisiensi waktu.

Baca Juga :  Tak Ada Lagi Perploncoan, Cegah Paham Radikalisme dan Ideologi Berseberangan

Kisah Anindya, Seorang Wanita Muda yang Mengambil Peluang Bisnis Parcel Jelang Lebaran

Bulan Ramadan selalu membawa cerita tersendiri bagi Anindya. Bukan hanya tentang ibadah, namun juga kesibukannya menyiapkan parsel untuk dijual. Alhasil halaman rumahnya berubah menjadi dapur besar.

Laporan: Sheilla Farazela

Rumah Anindya perlahan berubah menjadi ruang kerja dipenuhi kotak, pita, keranjang, hingga aneka bingkisan cantik yang siap dikirim ke berbagai penjuru kota. Bagi pedagang parsel ini, datangnya bulan puasa selalu menjadi penanda dimulainya musim paling dinanti. “Kalau sudah masuk Ramadan, pesanan pasti meningkat. Biasanya kami buka pre-order lebih dulu dengan harga promo sebelum puasa. Tujuannya untuk mengamankan slot barang, karena nanti tukang parsel biasanya rebutan stok,” ujarnya.

Baca Juga :  Safari Ramadan Pertama, ABR-HARUS Bukber di Koya Timur

Strategi itu bukan tanpa alasan. Menjelang Lebaran, bahan isian parsel seperti makanan kemasan, perlengkapan ibadah, hingga kemasan dekoratif sering kali menjadi barang langka. Banyak perajin berburu produk yang murah namun tetap berkualitas. Meski demikian, Anindya mengaku lonjakan pesanan tahun ini belum bisa dipastikan. Ramadan baru memasuki hari-hari awal.

“Ini baru hari keempat puasa, belum sampai seminggu, apalagi pertengahan. Jadi belum bisa diprediksi. Tapi tahun lalu omzetnya Alhamdulillah lumayan. Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih banyak,” katanya penuh harap. Pada hari biasanya, usaha Anindya sebenarnya lebih banyak bergerak di bidang katering. Secara hitung-hitungan bisnis, ia mengakui katering lebih menjanjikan dari sisi margin, tenaga, dan efisiensi waktu.

Baca Juga :  Mental dan Fisik Harus Kuat, Orang Tua Harus Suport

Berita Terbaru

Artikel Lainnya