Sunday, February 8, 2026
26.9 C
Jayapura

Papua Miliki 999 Kampung, Baru Ada 10 Gerai KMP di 3 Kabupaten/Kota

Komitmen Pemprov Papua Untuk Mempercepat Pembangunan Koperasi Merah Putih

Pemerintah Provinsi Papua, dalam hal ini Gubernur Matius D Fakhiri memiliki komitmen untuk mendukung program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Koperasi Merah Putih (KMP) di tiap kampung.

Laporan: Elfira_Jayapura

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua untuk mempercepat pembangunan Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah Papua, hal ini sebagai langkah strategis mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kampung.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Fakhiri usai pertemuan dengan Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, di Jakarta, Kamis (5/2). Pertemuan ini dalam rangka penguatan implementasi program Koperasi Merah Putih yang merupakan salah satu program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga :  Ada Praktek Romusha Libatkan Ribuan Orang untuk Pembangunan Lapter

Gubernur Fakhiri mengungkapkan, Provinsi Papua memiliki 999 kampung yang seluruhnya telah diupayakan memiliki koperasi. Namun, khusus program Koperasi Merah Putih, hingga saat ini baru tersedia 10 gerai yang tersebar di tiga kabupaten/kota, yakni empat gerai di Kabupaten Keerom, lima gerai di Sentani, Kabupaten Jayapura, serta satu gerai di Kota Jayapura. Dari jumlah tersebut, baru satu gerai yang progres pembangunannya mendekati 50 persen.

“Setelah kembali ke Papua, kami akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk memastikan progres pembangunan gerai Koperasi Merah Putih,” ujarnya.

Ia menekankan ketersediaan lahan yang tidak bermasalah menjadi syarat utama pembangunan gerai Koperasi Merah Putih, mengingat setiap gerai membutuhkan lahan minimal seluas 1.000 meter persegi.

Baca Juga :  Aktifitas KBM Lumpuh Total, Siapkan Ruang Perpustakaaan dan Lab Untuk Belajar

“Koperasi Merah Putih menjadi instrumen penting dalam mempercepat peningkatan ekonomi masyarakat kampung. Gerai koperasi akan dilengkapi klinik, toko serbaguna, serta gudang sebagai pusat distribusi dan pelayanan,” katanya.

Komitmen Pemprov Papua Untuk Mempercepat Pembangunan Koperasi Merah Putih

Pemerintah Provinsi Papua, dalam hal ini Gubernur Matius D Fakhiri memiliki komitmen untuk mendukung program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Koperasi Merah Putih (KMP) di tiap kampung.

Laporan: Elfira_Jayapura

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua untuk mempercepat pembangunan Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah Papua, hal ini sebagai langkah strategis mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kampung.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Fakhiri usai pertemuan dengan Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, di Jakarta, Kamis (5/2). Pertemuan ini dalam rangka penguatan implementasi program Koperasi Merah Putih yang merupakan salah satu program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga :  Jumlah Pasien Semakin Meningkat, Ada 5 Tips Memelihara Kesejahteraan Hewan

Gubernur Fakhiri mengungkapkan, Provinsi Papua memiliki 999 kampung yang seluruhnya telah diupayakan memiliki koperasi. Namun, khusus program Koperasi Merah Putih, hingga saat ini baru tersedia 10 gerai yang tersebar di tiga kabupaten/kota, yakni empat gerai di Kabupaten Keerom, lima gerai di Sentani, Kabupaten Jayapura, serta satu gerai di Kota Jayapura. Dari jumlah tersebut, baru satu gerai yang progres pembangunannya mendekati 50 persen.

“Setelah kembali ke Papua, kami akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk memastikan progres pembangunan gerai Koperasi Merah Putih,” ujarnya.

Ia menekankan ketersediaan lahan yang tidak bermasalah menjadi syarat utama pembangunan gerai Koperasi Merah Putih, mengingat setiap gerai membutuhkan lahan minimal seluas 1.000 meter persegi.

Baca Juga :  Tantangannya ketika Khatib Tiba-Tiba Improvisasi saat Khotbah

“Koperasi Merah Putih menjadi instrumen penting dalam mempercepat peningkatan ekonomi masyarakat kampung. Gerai koperasi akan dilengkapi klinik, toko serbaguna, serta gudang sebagai pusat distribusi dan pelayanan,” katanya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya