Wednesday, March 25, 2026
26.9 C
Jayapura

Virus Nipah Mengancam, Menular dari Hewan ke Manusia

WABAH virus Nipah yang muncul kembali di India timur menimbulkan kekhawatiran lintas negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Lima kasus infeksi telah dikonfirmasi di negara bagian Benggala Barat, India, dan hampir 100 orang dikarantina sebagai langkah pencegahan.

Thailand segera merespons situasi ini dengan meningkatkan pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang udara yang tiba dari India. Dilansir dari Global Times, Senin (26/1/2026), Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand mulai melakukan skrining di Bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang, dengan fokus pada penumpang dari Benggala Barat.

Menurut laporan The Nation Thailand, para penumpang dan instansi terkait bekerja sama dengan baik dalam proses pemeriksaan. Selain itu, Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand menerbitkan Health Beware Card atau Kartu Peringatan Kesehatan bagi pelancong dari wilayah berisiko.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Merauke Bayarkan Klaim dan Kapitasi Rp 173 Miliar 

Baca Juga: Persebaya Surabaya Dilanda Badai Cedera dan Serangan Virus! Bernardo Tavares Tetap Optimistis Hadapi PSIM Yogyakarta!

Kartu ini mengimbau siapa pun yang mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan, batuk, sesak napas, mengantuk berlebihan, kebingungan atau kejang, terutama jika memiliki kontak dengan kelelawar, hewan sakit, atau pasien terinfeksi dalam 21 hari terakhir, untuk segera mencari pertolongan medis.

Di India, pemerintah setempat tengah bekerja cepat untuk membatasi penyebaran virus. The Independent melaporkan bahwa lima kasus kini tercatat, termasuk dua tenaga kesehatan—seorang perawat laki-laki dan perempuan—yang sebelumnya dinyatakan positif. Ketiga kasus baru muncul di awal pekan ini, menambah jumlah total pasien. Kedua tenaga kesehatan itu bekerja di rumah sakit swasta di Barasat, dekat Kolkata.

Baca Juga :  Validasi Wajah di RSUD Wamena, Pastikan Warga Yang Terlayani Adalah Peserta JKN

WABAH virus Nipah yang muncul kembali di India timur menimbulkan kekhawatiran lintas negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Lima kasus infeksi telah dikonfirmasi di negara bagian Benggala Barat, India, dan hampir 100 orang dikarantina sebagai langkah pencegahan.

Thailand segera merespons situasi ini dengan meningkatkan pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang udara yang tiba dari India. Dilansir dari Global Times, Senin (26/1/2026), Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand mulai melakukan skrining di Bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang, dengan fokus pada penumpang dari Benggala Barat.

Menurut laporan The Nation Thailand, para penumpang dan instansi terkait bekerja sama dengan baik dalam proses pemeriksaan. Selain itu, Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand menerbitkan Health Beware Card atau Kartu Peringatan Kesehatan bagi pelancong dari wilayah berisiko.

Baca Juga :  Ternyata Perempuan Lebih Rentan Menderita Radang Sendi Dibanding Laki-laki

Baca Juga: Persebaya Surabaya Dilanda Badai Cedera dan Serangan Virus! Bernardo Tavares Tetap Optimistis Hadapi PSIM Yogyakarta!

Kartu ini mengimbau siapa pun yang mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan, batuk, sesak napas, mengantuk berlebihan, kebingungan atau kejang, terutama jika memiliki kontak dengan kelelawar, hewan sakit, atau pasien terinfeksi dalam 21 hari terakhir, untuk segera mencari pertolongan medis.

Di India, pemerintah setempat tengah bekerja cepat untuk membatasi penyebaran virus. The Independent melaporkan bahwa lima kasus kini tercatat, termasuk dua tenaga kesehatan—seorang perawat laki-laki dan perempuan—yang sebelumnya dinyatakan positif. Ketiga kasus baru muncul di awal pekan ini, menambah jumlah total pasien. Kedua tenaga kesehatan itu bekerja di rumah sakit swasta di Barasat, dekat Kolkata.

Baca Juga :  Sah, KPU Tetapkan Tiga Pasang Capres-cawapres pada Pilpres 2024

Berita Terbaru

Artikel Lainnya