Wednesday, February 18, 2026
30.7 C
Jayapura

Papua Itu Sagu Bukan Sawit, Nurani Presiden Dipertanyakan

Cara Generasi Muda Papua Mengkritisi Kebijakan Pemerintah Terkait Lingkungan

Sebuah agenda kolaborasi yang dilakuan komunitas lingkungan diakhir tahun memberi cerita sekaligus catatan kecil nan tegas kepada pemerintah pusat. Niatan menjadikan Papua sebagai lokasi perkebunan sawit diprotes.

Laporan: Abdel Gamel Naser_Jayapura

Diantara celah-celah pepohonan sagu yang berduri, berdiri sejumlah anak muda di Jayapura dan Kabupaten Jayapura yang ikut memikirkan soal pentingnya keberlangsungan kehidupan masyarakat di kampung. Masyarakat yang selama ini bertahan dari hasil kebun di dusun. Dusun yang terus memberi tanpa harus dieksploitasi besar-besaran. Tanpa harus dipaksa memberi hasil lebih yang kemudian dilekatkan dengan sebuah status. Proyek Strategis.

Lokasi Dusun Sagu Ebha Hekhe berada di Kampung Sereh, Sentani. Menjadi saksi bisu lahirnya protes kecil dari generasi muda pegiat lingkungan. Protes kecil namun tegas dan memiliki makna dalam. Lokasi ini juga menjadi penyelamat bagi warga kampung saat terjadi banjir bandang tahun 2019 lalu. Arus air dari Cycloops ketika itu dialihkan ke arah dusun sagu dan disitulah air terserap meski menyisakan lumpur yang menggunung.

Baca Juga :  10.074 Ekor Satwa Liar Berhasil Diselamatkan, Ajak Semua Pihak Terlibat

Dilokasi ini para generasi muda dipertemukan dalam kegiatan Akhir Tahun Tanpa Racun. Kegiatan yang mengajak generasi muda untuk tak larut dalam euforia malam tahun baru yang kebanyakan menggunakan petasan, kembang api dan hanya mengotori udara. Kegiatan ini menjadi satu program akhir tahun para pegiat lingkungan untuk mengevaluasi dan membahas program yang belum atau yang akan dieksekusi di tahun depan.

“Ini sudah dilakukan sejak 2018 lalu dan masih berlanjut hingga sekarang. Kami bersyukur karena spirit dan semangat teman-teman hingga kini masih terjaga meski berjalan dengan tenaga volunteer,” kata Rahmatullah, Ketua Rumah Bakau Jayapura, di Dusun Ebha Hekhe, Sabtu, (20/12). Ia menjelaskan dari moment ini para pegiat lingkungan melakukan diskusi dengan berbagai isu.

Baca Juga :  Pariwisata Papua Ditengah Tingginya Biaya Penerbangan

Cara Generasi Muda Papua Mengkritisi Kebijakan Pemerintah Terkait Lingkungan

Sebuah agenda kolaborasi yang dilakuan komunitas lingkungan diakhir tahun memberi cerita sekaligus catatan kecil nan tegas kepada pemerintah pusat. Niatan menjadikan Papua sebagai lokasi perkebunan sawit diprotes.

Laporan: Abdel Gamel Naser_Jayapura

Diantara celah-celah pepohonan sagu yang berduri, berdiri sejumlah anak muda di Jayapura dan Kabupaten Jayapura yang ikut memikirkan soal pentingnya keberlangsungan kehidupan masyarakat di kampung. Masyarakat yang selama ini bertahan dari hasil kebun di dusun. Dusun yang terus memberi tanpa harus dieksploitasi besar-besaran. Tanpa harus dipaksa memberi hasil lebih yang kemudian dilekatkan dengan sebuah status. Proyek Strategis.

Lokasi Dusun Sagu Ebha Hekhe berada di Kampung Sereh, Sentani. Menjadi saksi bisu lahirnya protes kecil dari generasi muda pegiat lingkungan. Protes kecil namun tegas dan memiliki makna dalam. Lokasi ini juga menjadi penyelamat bagi warga kampung saat terjadi banjir bandang tahun 2019 lalu. Arus air dari Cycloops ketika itu dialihkan ke arah dusun sagu dan disitulah air terserap meski menyisakan lumpur yang menggunung.

Baca Juga :  BMKG: Waspada Bencana Hidrometologis!

Dilokasi ini para generasi muda dipertemukan dalam kegiatan Akhir Tahun Tanpa Racun. Kegiatan yang mengajak generasi muda untuk tak larut dalam euforia malam tahun baru yang kebanyakan menggunakan petasan, kembang api dan hanya mengotori udara. Kegiatan ini menjadi satu program akhir tahun para pegiat lingkungan untuk mengevaluasi dan membahas program yang belum atau yang akan dieksekusi di tahun depan.

“Ini sudah dilakukan sejak 2018 lalu dan masih berlanjut hingga sekarang. Kami bersyukur karena spirit dan semangat teman-teman hingga kini masih terjaga meski berjalan dengan tenaga volunteer,” kata Rahmatullah, Ketua Rumah Bakau Jayapura, di Dusun Ebha Hekhe, Sabtu, (20/12). Ia menjelaskan dari moment ini para pegiat lingkungan melakukan diskusi dengan berbagai isu.

Baca Juga :  Tak Semua Takjil Dibuat Sendiri, Lebih Banyak Titipan yang Dijual Lapak

Berita Terbaru

Artikel Lainnya