Friday, January 30, 2026
25.6 C
Jayapura

Ada 90 Kasus Pinjaman Online Ilegal di Papua

JAYAPURA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua mencatat sebanyak 90 pengaduan terkait pinjaman online (pinjol) ilegal sepanjang Januari–November 2025. Data ini menunjukkan masih tingginya tingkat kerentanan masyarakat terhadap tawaran pinjaman cepat tanpa izin resmi.

Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, Keuangan Daerah, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Papua, Viktorinus Donny Vika Permana mengatakan, tren tersebut perlu menjadi perhatian serius karena banyak masyarakat, khususnya generasi muda, belum memahami perbedaan antara pinjol legal dan ilegal.

“Sebagian besar korban mengaku tergiur karena kemudahan memperoleh dana. Namun, setelah meminjam, mereka justru terjebak bunga tinggi serta intimidasi dari oknum penagih yang tidak terdaftar sebagai lembaga keuangan resmi,” ungkapnya saat memberikan materi dalam kegiatan media gathering bersama insan pers Jayapura di Aston Hotel, Kota Sorong, Rabu (3/12).

Baca Juga :  Maraknya Penyaluran Kredit, Konsumen Diingatkan Harus Tahu Hak dan Kewajibannya

Donny mengakui, untuk menekan kasus serupa, OJK Papua memperkuat edukasi kepada masyarakat dan telah membentuk Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal guna menindak setiap praktik keuangan yang melanggar hukum di Papua.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh tawaran dana cepat dari entitas tanpa legalitas. Ia juga mendorong lembaga keuangan resmi, termasuk perbankan, untuk meningkatkan akses layanan sehingga masyarakat memiliki pilihan yang aman dalam memenuhi kebutuhan finansialnya.

Donny menegaskan komitmennya memperluas literasi keuangan digital, terutama di wilayah dengan penetrasi ponsel tinggi namun masih minim pemahaman mengenai risiko pinjaman online ilegal.(dil/fia)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  SK Belum Ada Kejelasan, Ratusan Honorer Duduki Kantor Gubernur

JAYAPURA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua mencatat sebanyak 90 pengaduan terkait pinjaman online (pinjol) ilegal sepanjang Januari–November 2025. Data ini menunjukkan masih tingginya tingkat kerentanan masyarakat terhadap tawaran pinjaman cepat tanpa izin resmi.

Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, Keuangan Daerah, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Papua, Viktorinus Donny Vika Permana mengatakan, tren tersebut perlu menjadi perhatian serius karena banyak masyarakat, khususnya generasi muda, belum memahami perbedaan antara pinjol legal dan ilegal.

“Sebagian besar korban mengaku tergiur karena kemudahan memperoleh dana. Namun, setelah meminjam, mereka justru terjebak bunga tinggi serta intimidasi dari oknum penagih yang tidak terdaftar sebagai lembaga keuangan resmi,” ungkapnya saat memberikan materi dalam kegiatan media gathering bersama insan pers Jayapura di Aston Hotel, Kota Sorong, Rabu (3/12).

Baca Juga :  Belanja Produk Lokal Bantu Pemulihan Ekonomi

Donny mengakui, untuk menekan kasus serupa, OJK Papua memperkuat edukasi kepada masyarakat dan telah membentuk Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal guna menindak setiap praktik keuangan yang melanggar hukum di Papua.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh tawaran dana cepat dari entitas tanpa legalitas. Ia juga mendorong lembaga keuangan resmi, termasuk perbankan, untuk meningkatkan akses layanan sehingga masyarakat memiliki pilihan yang aman dalam memenuhi kebutuhan finansialnya.

Donny menegaskan komitmennya memperluas literasi keuangan digital, terutama di wilayah dengan penetrasi ponsel tinggi namun masih minim pemahaman mengenai risiko pinjaman online ilegal.(dil/fia)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Perhotelan Siap Jual Potensi Wisata Papua

Berita Terbaru

Persipura Dihantam Badai Cedera

Anggaran MRP 2026 Turun Signifikan

Direktur RSUD Abepura Siap Diaudit

Artikel Lainnya