Tuesday, January 20, 2026
28.1 C
Jayapura

Setelah Diresmikan Langsung Ditinggalkan, Kini Sepi

Mengunjungi Museum Noken di Expo Waena Bertepatan dengan Hari Noken Sedunia

Dulu pada tahun 2012 lalu ketika Noken mendapat pengakuan dunia lewat Unesco sebagai warisan budaya tak benda, pemerintah mulai memberikan perhatiannya untuk Noken. Namun kesini-kesini seperti tak ada apa-apa. Noken hanya dibahas setahun sekali saat hari Noken, hari ini (4 Desember)

Laporan:Jimianus Karlodi-Abdel Gamel Naser_Jayapura

Peringatan Hari Noken Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Desember (hari ini).Dan sejak mendapat pengakuan Unesco sebagai warisan dunia budaya tak benda tahun 2012 silam, pemerintah bergerak cepat dengan membangun sebuah museum Noken. Pembangunan museum ini menggunakan dana dari APBN yang dianggarkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca Juga :  Akademisi Khawatir Mengganggu Hubungan Diplomatik

Museum tersebut sudah dihibahkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan kepada Pemerintah Provinsi Papua. Hanya saja setelah dibangun dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh pada 10 April 2013, bangunan yang berada di Expo Waena, Distrik Heram, nampak sepi dan kurang terawat.

Tak hanya itu, pemerintah juga nampaknya lupa dengan kebijakan lama dimana setiap hari Kamis adalah hari wajib noken. Kesini-kesini kebiasaan menggunakan noken juga dilupakan. Pemerintah dan masyarakat kembali menggunakan tas-tas modern, tas pabrikan. Cenderawasih Pos mencoba kembali menyambangi Museum Noken siapa tahu ada kegiatan menarik di hari ini.

Namun pemandangan yang sama masih terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya. Kondisi museum masih sepi pengunjung dan tak banyak perubahan. Bagian depan museum para pengunjung disungguhkan dengan taman kecil, pemandangan rumput dan ilalang, hingga berbagai jenis pohon yang menjulang tinggi disamping kiri-kanan museum.

Baca Juga :  Anak-anak Tetap Fokus Belajar, Tak Perlu Pikirkan Masalah Biaya

Selain itu terlihat juga tulisan berkapital silver dengan ukuran besar tepat diatas jendela lantai dua bangunan mayoritas silver itu yakni “MUSEUM NOKEN”. Begitu masuk kedalam ruangan, diloket pendaftaran terdapat poster, foto-foto dokumentasi pasca UNESCO menetap Noken sebagai warisan dunia yang diabadikan di tempat itu.

Mengunjungi Museum Noken di Expo Waena Bertepatan dengan Hari Noken Sedunia

Dulu pada tahun 2012 lalu ketika Noken mendapat pengakuan dunia lewat Unesco sebagai warisan budaya tak benda, pemerintah mulai memberikan perhatiannya untuk Noken. Namun kesini-kesini seperti tak ada apa-apa. Noken hanya dibahas setahun sekali saat hari Noken, hari ini (4 Desember)

Laporan:Jimianus Karlodi-Abdel Gamel Naser_Jayapura

Peringatan Hari Noken Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Desember (hari ini).Dan sejak mendapat pengakuan Unesco sebagai warisan dunia budaya tak benda tahun 2012 silam, pemerintah bergerak cepat dengan membangun sebuah museum Noken. Pembangunan museum ini menggunakan dana dari APBN yang dianggarkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca Juga :  Poliklinik Tutup Satu Minggu, IGD Tetap Beroperasi Normal 24 Jam

Museum tersebut sudah dihibahkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan kepada Pemerintah Provinsi Papua. Hanya saja setelah dibangun dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh pada 10 April 2013, bangunan yang berada di Expo Waena, Distrik Heram, nampak sepi dan kurang terawat.

Tak hanya itu, pemerintah juga nampaknya lupa dengan kebijakan lama dimana setiap hari Kamis adalah hari wajib noken. Kesini-kesini kebiasaan menggunakan noken juga dilupakan. Pemerintah dan masyarakat kembali menggunakan tas-tas modern, tas pabrikan. Cenderawasih Pos mencoba kembali menyambangi Museum Noken siapa tahu ada kegiatan menarik di hari ini.

Namun pemandangan yang sama masih terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya. Kondisi museum masih sepi pengunjung dan tak banyak perubahan. Bagian depan museum para pengunjung disungguhkan dengan taman kecil, pemandangan rumput dan ilalang, hingga berbagai jenis pohon yang menjulang tinggi disamping kiri-kanan museum.

Baca Juga :  Papua Itu Sagu Bukan Sawit, Nurani Presiden Dipertanyakan

Selain itu terlihat juga tulisan berkapital silver dengan ukuran besar tepat diatas jendela lantai dua bangunan mayoritas silver itu yakni “MUSEUM NOKEN”. Begitu masuk kedalam ruangan, diloket pendaftaran terdapat poster, foto-foto dokumentasi pasca UNESCO menetap Noken sebagai warisan dunia yang diabadikan di tempat itu.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya