Wednesday, March 18, 2026
25.6 C
Jayapura

Pedagang Harus Dikembalikan ke Pasar, Jika Tidak Banyak yang Bakal Gulung Tikar

Melihat Kondisi Pasar Inpres Dok 9 Jayapura yang Makin Sepi Pembeli 

Kondisi Pasar Inpres Dok 9 Jayapura saat ini sangat memprihatinkan. Banyak pedagang yang tidak lagi memanfaatkan lapak yang ada untuk berjualan dan memilih berjualan di pinggir jalan. Hanya beberapa  pedagang saja yang tersisa bertahan di tengah sepinya pembeli.

Laporan: Priyadi-Jayapura

Kamis (22/5) siang sekira pukul 11.30 kemarin, kondisi Pasar Inpres Dok 9 Distrik Jayapura Utara,  tampak sepi. Aktivitas pedagang dan pengunjung tidak terlihat sama sekali.  Tampak lapak jualan pedagang yang dibuat dengan ukuran sama dari keramik yang disekat-sekat, terlihat kosong tidak ada penjualnya.

  Padahal Pasar Inpres Dok 9 di Jayapura Utara ini dulunya merupakan pusat perekonomian yang ramai dan banyak dikunjungi orang. Namun, kini pasar ini terlihat sepi dan hanya beberapa pedagang yang masih bertahan.

Baca Juga :  Menghindar Harus Tempuh 2–3 Km Lebih Jauh, Lewat Sungai Khawatir Arus Deras

    Hasrudin salah satu penjual barang pecah belah yang masih bertahan berjualan di Pasar Inpres Dok 9 mengaku dulunya Pasar Inpres Dok 9 terlihat ramai dan banyak pengunjung, namun setelah tahun  2016 sampai sekarang, pasar sepi tidak ada pedagang yang mau berjualan lagi di situ.

  Hal ini dikarenakan, banyaknya pedagang yang berjualan  secara berkelompok seperti penjual ikan yang ada di Dok 7 dan di Dok 9 kali. Hal ini membuat Pasar Inpres Dok 9 tidak ada lagi pengunjung yang berbelanja, akhirnya sampai sekarang pasar ini mati suri.

  Yang bertahan diantaranya penjual pakaian, penjual aksesoris dan penjual barang pecah belah, sementara penjual ikan, sayur, bumbu dapur dan lainnya lebih memilih berjualan di pinggir jalan, tidak mau masuk di pasar ini lagi.

Baca Juga :  Terus Bawa Kota Jayapura ke Arah Lebih Baik

  “Sebenarnya yang membikin pasar Inpres Dok 9 sepi seperti ini karena penjual ikan, sayur, bumbu dapur mereka lebih memilih berjualan di pinggir jalan sepanjang daerah Dok 7 hingga Dok 9, akhirnya banyak pengunjung atau masyarakat yang berbelanja di penjual yang ada di pinggir jalanan, “katanya

Melihat Kondisi Pasar Inpres Dok 9 Jayapura yang Makin Sepi Pembeli 

Kondisi Pasar Inpres Dok 9 Jayapura saat ini sangat memprihatinkan. Banyak pedagang yang tidak lagi memanfaatkan lapak yang ada untuk berjualan dan memilih berjualan di pinggir jalan. Hanya beberapa  pedagang saja yang tersisa bertahan di tengah sepinya pembeli.

Laporan: Priyadi-Jayapura

Kamis (22/5) siang sekira pukul 11.30 kemarin, kondisi Pasar Inpres Dok 9 Distrik Jayapura Utara,  tampak sepi. Aktivitas pedagang dan pengunjung tidak terlihat sama sekali.  Tampak lapak jualan pedagang yang dibuat dengan ukuran sama dari keramik yang disekat-sekat, terlihat kosong tidak ada penjualnya.

  Padahal Pasar Inpres Dok 9 di Jayapura Utara ini dulunya merupakan pusat perekonomian yang ramai dan banyak dikunjungi orang. Namun, kini pasar ini terlihat sepi dan hanya beberapa pedagang yang masih bertahan.

Baca Juga :  Ajak Masyarakat Jaga Keamanan di Pasar Potikelek

    Hasrudin salah satu penjual barang pecah belah yang masih bertahan berjualan di Pasar Inpres Dok 9 mengaku dulunya Pasar Inpres Dok 9 terlihat ramai dan banyak pengunjung, namun setelah tahun  2016 sampai sekarang, pasar sepi tidak ada pedagang yang mau berjualan lagi di situ.

  Hal ini dikarenakan, banyaknya pedagang yang berjualan  secara berkelompok seperti penjual ikan yang ada di Dok 7 dan di Dok 9 kali. Hal ini membuat Pasar Inpres Dok 9 tidak ada lagi pengunjung yang berbelanja, akhirnya sampai sekarang pasar ini mati suri.

  Yang bertahan diantaranya penjual pakaian, penjual aksesoris dan penjual barang pecah belah, sementara penjual ikan, sayur, bumbu dapur dan lainnya lebih memilih berjualan di pinggir jalan, tidak mau masuk di pasar ini lagi.

Baca Juga :  Siap Kawal Penyaluran Dana Otsus Agar Tepat Sasaran

  “Sebenarnya yang membikin pasar Inpres Dok 9 sepi seperti ini karena penjual ikan, sayur, bumbu dapur mereka lebih memilih berjualan di pinggir jalan sepanjang daerah Dok 7 hingga Dok 9, akhirnya banyak pengunjung atau masyarakat yang berbelanja di penjual yang ada di pinggir jalanan, “katanya

Berita Terbaru

Artikel Lainnya