Monday, January 12, 2026
32 C
Jayapura

Belasan Orang Hilang Hingga November 2024

MIMIKA – Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika mencatat, sejak Januari hingga November 2024 telah terjadi 25 kejadian musibah baik kecelakaan laut maupun bencana alam di Kabupaten Mimika.  Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika Charles Y. Batlajery menerangkan, atas kejadian tersebut, belasan korban dinyatakan hilang dan hingga kini belum ditemukan.

Kemudian, dari 25 kejadian yang ditangani oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika didominasi oleh kecelakaan laut yakni sebanyak 19 kejadian. Lalu, ada 1 bencana serta 5 kondisi membahayakan manusia (KMM).

“Untuk kecelakaan pesawat puji Tuhan tahun ini tidak ada dan kita berharap tidak ada terus,” terang Charles, Rabu (20/11/2024).

Baca Juga :  Polisi Dituntut Mampu Menjawab Tantangan Regional, Nasional dan Sektoral

Sedangkan, kata Charles kecelakaan dengan penanganan khusus sejauh ini tidak ada di Mimika. Hal ini dikarenakan peristiwa yang membutuhkan penanganan khusus biayanya hanya berada di kota-kota besar seperti Jakarta dengan jenis transportasi yang lebih maju seperti MRT dan LRT.

Sementara itu, dari 25 kejadian itu, jumlah korban yang selamat sebanyak 245 orang. Kemudian, jumlah korban meninggal dunia 9 orang dan jumlah korban yang hilang 12 orang.  Dengan jumlah tersebut, maka total korban yang ditangani oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika sebanyak 286 orang.

Charles mengatakan, kantor Pencarian dan Pertolongan Timika akan terus meningkatkan koordinasi antar instansi yang berpotensi SAR serta pemangku kepentingan. Pihaknya juga akan terus memperkuat kinerja potensi pencarian dan pertolongan dengan potensi SAR yang terkoordinasi dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Empat Unit Mobil Milik Dua Perusahan Swasta Dirusak OTK

“Kita tingkatkan sinergitas dalam memberikan pelayanan SAR di wilayah Kabupaten Mimika,” katanya. “Kami menambahkan bahwa Basarnas atau Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika tidak mengenal wilayah administratif tapi berdasarkan tingkat kecelakaan,” pungkasnya. (mww/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

MIMIKA – Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika mencatat, sejak Januari hingga November 2024 telah terjadi 25 kejadian musibah baik kecelakaan laut maupun bencana alam di Kabupaten Mimika.  Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika Charles Y. Batlajery menerangkan, atas kejadian tersebut, belasan korban dinyatakan hilang dan hingga kini belum ditemukan.

Kemudian, dari 25 kejadian yang ditangani oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika didominasi oleh kecelakaan laut yakni sebanyak 19 kejadian. Lalu, ada 1 bencana serta 5 kondisi membahayakan manusia (KMM).

“Untuk kecelakaan pesawat puji Tuhan tahun ini tidak ada dan kita berharap tidak ada terus,” terang Charles, Rabu (20/11/2024).

Baca Juga :  Sejumlah Wilayah di Papua Berpotensi Banjir

Sedangkan, kata Charles kecelakaan dengan penanganan khusus sejauh ini tidak ada di Mimika. Hal ini dikarenakan peristiwa yang membutuhkan penanganan khusus biayanya hanya berada di kota-kota besar seperti Jakarta dengan jenis transportasi yang lebih maju seperti MRT dan LRT.

Sementara itu, dari 25 kejadian itu, jumlah korban yang selamat sebanyak 245 orang. Kemudian, jumlah korban meninggal dunia 9 orang dan jumlah korban yang hilang 12 orang.  Dengan jumlah tersebut, maka total korban yang ditangani oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika sebanyak 286 orang.

Charles mengatakan, kantor Pencarian dan Pertolongan Timika akan terus meningkatkan koordinasi antar instansi yang berpotensi SAR serta pemangku kepentingan. Pihaknya juga akan terus memperkuat kinerja potensi pencarian dan pertolongan dengan potensi SAR yang terkoordinasi dan berkelanjutan.

Baca Juga :  DPO Kasus Mutilasi Roy Diringkus Polisi

“Kita tingkatkan sinergitas dalam memberikan pelayanan SAR di wilayah Kabupaten Mimika,” katanya. “Kami menambahkan bahwa Basarnas atau Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika tidak mengenal wilayah administratif tapi berdasarkan tingkat kecelakaan,” pungkasnya. (mww/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya