Program Penanganan Filariasis Siap Dievaluasi

JAYAPURA– Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari mengungkapkan bahwa penanganan  penyebaran penyakit filariasis atau kaki gajah di wilayah kota Jayapura tahun ini siap dievaluasi.

   “Filariasis ini tahun ini kan selesai, kita harus evaluasi, sudah pengobatan tahun kedua, ini pengulangan. Mudah-mudahan masyarakat disiplin minum obatnya,” katanya Senin (18/11).

   Menurut dia, kurang disiplinnya warga dalam mengkonsumsi obat dapat berbahaya terhadap penderita yang mengalami penyakit kaki gajah tersebut. Kemudian bagi masyarakat yang sudah mengkonsumsi obat pencegahan diharapkan semestinya tidak terserang penyakit tersebut.

    Sementara itu, terkait dengan penanganan malaria di Kota Jayapura, pihaknya rutin melakukan pemeriksaan di lapangan untuk memastikan tidak adanya lagi penyebaran malaria di kota Jayapura. Dia mengatakan dari kader-kader yang diberdayakan oleh Dinas Kesehatan itu mereka ditargetkan memeriksakan 100 orang perbulan.

Baca Juga :  Tidak Puas dengan Tuntutan JPU, Keluarga Korban Datangi PN Jayapura

   Karena itu, apabila ini betul-betul dijalankan dengan baik di masyarakat, kemudian apabila ada temuan kasus terjadi dan diobati, berharap Plasmodium di dalam darah itu bisa hilang.

“Nyamuk boleh ada, tetapi tidak boleh ada plasmodiumnya,”ujarnya.

    Namun demikian, dia juga mengingatkan kembali mengenai pola hidup sehat dan bersih. Tidak membuang sampah di sembarang tempat. Kemudian kalau ada perindukan nyamuk, pada wadah yang menyebabkan air tergenang, supaya sebisa mungkin ditimbun.

   “Kalau bukan kita yang peduli siapa lagi? Kan sebenarnya kita ini bisa sehat kalau masyarakatnya peduli. Jadi kalau masyarakatnya peduli tidak buang sampah sembarang, maka sudah pasti kita bisa tangani dengan baik,”pungkasnya.(roy/tri)

Baca Juga :  Pemkot Siap Bangun Alun-Alun Holtekamp

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA– Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari mengungkapkan bahwa penanganan  penyebaran penyakit filariasis atau kaki gajah di wilayah kota Jayapura tahun ini siap dievaluasi.

   “Filariasis ini tahun ini kan selesai, kita harus evaluasi, sudah pengobatan tahun kedua, ini pengulangan. Mudah-mudahan masyarakat disiplin minum obatnya,” katanya Senin (18/11).

   Menurut dia, kurang disiplinnya warga dalam mengkonsumsi obat dapat berbahaya terhadap penderita yang mengalami penyakit kaki gajah tersebut. Kemudian bagi masyarakat yang sudah mengkonsumsi obat pencegahan diharapkan semestinya tidak terserang penyakit tersebut.

    Sementara itu, terkait dengan penanganan malaria di Kota Jayapura, pihaknya rutin melakukan pemeriksaan di lapangan untuk memastikan tidak adanya lagi penyebaran malaria di kota Jayapura. Dia mengatakan dari kader-kader yang diberdayakan oleh Dinas Kesehatan itu mereka ditargetkan memeriksakan 100 orang perbulan.

Baca Juga :  Kantor Polisi Harus Jadi Tempat Nyaman Bagi Masyarakat

   Karena itu, apabila ini betul-betul dijalankan dengan baik di masyarakat, kemudian apabila ada temuan kasus terjadi dan diobati, berharap Plasmodium di dalam darah itu bisa hilang.

“Nyamuk boleh ada, tetapi tidak boleh ada plasmodiumnya,”ujarnya.

    Namun demikian, dia juga mengingatkan kembali mengenai pola hidup sehat dan bersih. Tidak membuang sampah di sembarang tempat. Kemudian kalau ada perindukan nyamuk, pada wadah yang menyebabkan air tergenang, supaya sebisa mungkin ditimbun.

   “Kalau bukan kita yang peduli siapa lagi? Kan sebenarnya kita ini bisa sehat kalau masyarakatnya peduli. Jadi kalau masyarakatnya peduli tidak buang sampah sembarang, maka sudah pasti kita bisa tangani dengan baik,”pungkasnya.(roy/tri)

Baca Juga :  Tim Audit Itwasda Polda Papua Beberkan 4 Bidang Temuan Tim

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya