Thursday, April 3, 2025
32.7 C
Jayapura

Daya Beli Turun Bisa Picu Masalah Pengangguran

JAYAPURA โ€“ Akademisi Universitas Cenderawasih Prof Dr Elsyan Rienette Marlissa mengatakan, menurunnya daya beli masyarakat dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya pengangguran.

  Memang benar bila penurunan daya beli masyarakat terus berlangsung dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya pengangguran akibat para pengusaha mengurangi pekerjanya karena menurunnya pendapatan mereka.

  โ€œUntuk mengatasi hal itu maka perlu peran serta pemerintah, misalnya dengan tidak menaikkan pajak sehingga diharapkan dapat kembali meningkatkan daya beli masyarakat, sekaligus menghindari terjadinya pemutusan hubungan kerja,โ€ kata Prof Dr Elsyan Rienette Marlissa kepada Antara, Kamis (10/10).

  Dihubungi dari Jayapura, Guru Besar Fakultas Ekonomi Uncen mengakui, banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan daya beli masyarakat diantaranya, menurunnya pendapatan sehingga mereka harus menentukan skala prioritas baik  untuk belanja barang maupun jasa.

Baca Juga :  Tahun ini, Pemkot Terima Rp 123 Miliar Dana Otsus

JAYAPURA โ€“ Akademisi Universitas Cenderawasih Prof Dr Elsyan Rienette Marlissa mengatakan, menurunnya daya beli masyarakat dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya pengangguran.

  Memang benar bila penurunan daya beli masyarakat terus berlangsung dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya pengangguran akibat para pengusaha mengurangi pekerjanya karena menurunnya pendapatan mereka.

  โ€œUntuk mengatasi hal itu maka perlu peran serta pemerintah, misalnya dengan tidak menaikkan pajak sehingga diharapkan dapat kembali meningkatkan daya beli masyarakat, sekaligus menghindari terjadinya pemutusan hubungan kerja,โ€ kata Prof Dr Elsyan Rienette Marlissa kepada Antara, Kamis (10/10).

  Dihubungi dari Jayapura, Guru Besar Fakultas Ekonomi Uncen mengakui, banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan daya beli masyarakat diantaranya, menurunnya pendapatan sehingga mereka harus menentukan skala prioritas baik  untuk belanja barang maupun jasa.

Baca Juga :  Masa Kampanye, Waspadai Peredaran Uang Palsu

Berita Terbaru

Artikel Lainnya