Wednesday, February 11, 2026
28 C
Jayapura

Liburan, Pantai Hamadi Cukup Ramai 

JAYAPURA-Libur fakultatif Hari Pekabaran Injil (HPI) yang ditetapkan  Pemerintah Provinsi Papua dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berlibur maupun menggelar ibadah, Senin (5/2). Salah satu daerah tujuannya yang diminati adalah pantai Hamadi dan Holtekamp.

   Pantauan media ini, sejak pagi hari sejumlah wisatawan sudah datang di Pantai Hamadi. Selain warga yang ingin berlibur, sejumlah denomenasi gereja kristen juga melaksanakan ibadah di kawasan wisata Pantai Hamadi Kota Jayapura. Abdul Mustofa, salah satu warga asal Sentani, kepada media ini mengungkapkan, memilih Pantai Hamadi karena ingin suasana baru bersama keluarganya.

  “Kalau di Sentani kita sering ke danau, tapi bosan juga. Makanya saya datang ke Hamadi bersama keluarga, biar bisa mandi air laut,” kata Abdul Mustofa, Senin (5/2).

Baca Juga :  Retribusi Sampah Sulit Tercapai, Target  di APBD-P Dikurangi

   Menurutnya, wisata pantai menjadi  cukup menarik untuk didatangi. Hanya saja kata dia standar pengelolaanya belum benar-benar bagus. Karena pengunjung harus membayar beberapa fasilitas yang digunakan secara berbeda.

   “Semestinya kalau kita mau pakai pondok ya berarti sekalian hitung dengan kamar mandi. Misalnya hal-hal seperti itu,” katanya.

JAYAPURA-Libur fakultatif Hari Pekabaran Injil (HPI) yang ditetapkan  Pemerintah Provinsi Papua dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berlibur maupun menggelar ibadah, Senin (5/2). Salah satu daerah tujuannya yang diminati adalah pantai Hamadi dan Holtekamp.

   Pantauan media ini, sejak pagi hari sejumlah wisatawan sudah datang di Pantai Hamadi. Selain warga yang ingin berlibur, sejumlah denomenasi gereja kristen juga melaksanakan ibadah di kawasan wisata Pantai Hamadi Kota Jayapura. Abdul Mustofa, salah satu warga asal Sentani, kepada media ini mengungkapkan, memilih Pantai Hamadi karena ingin suasana baru bersama keluarganya.

  “Kalau di Sentani kita sering ke danau, tapi bosan juga. Makanya saya datang ke Hamadi bersama keluarga, biar bisa mandi air laut,” kata Abdul Mustofa, Senin (5/2).

Baca Juga :  ASN Boleh Memilih, Tapi Tidak Terjun Langsung Kegiatan Politik

   Menurutnya, wisata pantai menjadi  cukup menarik untuk didatangi. Hanya saja kata dia standar pengelolaanya belum benar-benar bagus. Karena pengunjung harus membayar beberapa fasilitas yang digunakan secara berbeda.

   “Semestinya kalau kita mau pakai pondok ya berarti sekalian hitung dengan kamar mandi. Misalnya hal-hal seperti itu,” katanya.

Berita Terbaru

Longsor, Jalan Trans Papua Putus

Jangan Asal Usir, Harus Ada Regulasi

MBG Rawan Digugat

Artikel Lainnya