Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Lantas, Ipda Ihlas, SH, MH menyatakan, pihaknya akan melakukan pendataan terkait dengan nomor rangka dan nomor mesih untuk ditempelkan di atas jok masing -masing motor itu.
Bupati Usman G. Wanimbo dalam sambutannya mengatakan, jangkauan penerbangan baik dari Sentani ke Tolikara maupun dari Kota Karubaga ke distrik-distrik, sangat jauh dengan biaya atau tarif yang mahal. Oleh karena itu, Pemkab Tolikara mengambil kebijakan subsidi penerbangan agar mempermudah pelayanan bagi masyarakat.
Peserta Raker terdiri pengurus KONI Kabupaten Tolikara sebanyak 30 orang, Pengurus Cabang Olahraga (Cabor) 30 orang dan utusan KONI Provinsi Papua 2 orang.
Kapolres Jayawijaya AKBP. Muh Safei, AB, SE menyatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap Koorlap dan penanggungjawab aksi dari Petisi Rakyat Papua (PRP), Sekwan dan anggota DPRD Jayawijaya, mereka sudah memberikan keterangan, namun akan didalami lagi terkait oknum yang melakukan penarikan tali tiang bendera itu.
Pengungsian warga Kiwirok ini pasca pembakaran Puskesmas, sekolah dan fasilitas publik lainnya hingga tewasnya seorang tenaga kesehatan akibat penyerangan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terjadi pada September 2021 lalu.
Kepala BPS Jayawijaya, Jianto, SH, MH mengatakan, presentase kemiskinan selama lima tahun terakhir 2017-2021, kemiskinan masyarakatnya paling rendah di Yalimo dengan presentase 33,25, disusul Mamberamo Tengah 36,76 persen, Jayawijaya 37,09 persen, Nduga 37,18 persen dan Lanny Jaya 38,73 persen.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan ibadah oikumene Pentakosta hari kedua yang dikuti oleh 6 denominasi gereja yang ada di Kabupaten Yalimo, di halaman Gereja Kemah Injil di Tanah Papua, Koordinator Yahukimo, Klasis Elelim, Jemaat Bethel Habel Elelim, Kampung Honita, Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo.
Lantaran dinilai menjaga keamanan di Jayawijaya dengan baik dan bijaksana, masyarakat Kabupaten Jayawijaya meminta kepada Kapolda Papua untuk tidak mengganti Kapolres Jayawijaya, AKBP. Muh Safei, AB, SE.
“Pelatihan ini dilakukan secara terintegrasi dan menjunjung tinggi nilai moral, kejujuran, semangat nasionalisme, serta semangat yang unggul dan bertanggungjawab,” jelas Thony Mayor.
Terkait insiden tersebut Polres Jayawijaya telah mengirimkan undangan klarifikasi terhadap koordinator namun sampai saat ini yang bersangkutan tidak hadir bahkan tak bisa dihubungi.