Korban diketahui bernama Abdul Rozas (29). Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke, korban diduga terjatuh sekira pukul 01.30 WIT saat hendak menuju kamar kecil (toilet) untuk buang air kecil
Tim gabungan mengikutsertakan unsur TNI dan Polri untuk menyisir lokasi hingga ke wilayah Potowaiburu. Tim SAR gabungan memperluas area pencarian terhadap empat nelayan yang dilaporkan hilang di Perairan Atuka, Distrik Mimika Tengah, Kabup
Menggunakan Rigid Bouyancy Boat (RBB) 600 PK, tim menyisir perairan Puriri sejauh 11 mil laut hingga perairan Kokonao sejauh 13 mil laut. "Direncanakan pencarian akan kembali dilanjutkan pada besok pagi sesuai rencana operasi SAR hari ke 3
Melihat suaminya diterkam dan diseret ke dalam air, sang istri langsung berteriak histeris dan meminta pertolongan warga kampung. Meski masyarakat setempat dan pihak keluarga langsung melakukan upaya pencarian awal, korban tak kunjung ditem
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan usai konflik sosial tersebut berakhir, pemkab Jayawijaya langsung membentuk satgas pencarian korban hanyut di kali Uwe distrik Wouma yang dipimpin Dandim 1702/ Jayawijaya dan Kapolres Jayaw
Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan sejak hari pertama kejadian, 6 Mei lalu personel Polres Jayawijaya langsung turun ke lokasi untuk melakukan proses pencarian dan evakuasi korban, Dengan menyisir b
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan hari ke enam ini berhasil mendapatkan 3 korban tambahan yang sudah dalam keadaan meninggal dunia. Menurutnya, tiga jenazah ini tidak ditemukan secara bersam
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20 WIT, di mana tim gabungan bergerak dari Mako Polres Jayawijaya menuju lokasi kejadian di Sungai Wouma. Setibanya di lokasi, pe
Sebuah misi penyelamatan darurat di perairan Papua Tengah berakhir melegakan. Sebanyak 28 orang yang sempat dilaporkan hilang kontak saat menempuh perjalanan laut dari pesisir Mimika menuju Pelabuhan Poumako, akhirnya di
‘’Kami menerima laporan sehubungan kecelakaan kapal yang melibatkan KM. Mekar Alam B di perairan Laut Arafura, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, pada Jumat (27/3) siang ini sekira pukul 14.29 WIT,’’ kata Kepala
Cuti dan libur panjang Lebaran 1447 Hijrah menjadi momen masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Hampir setiap destinasi terutama wisata pantai tidak luput dari serbuan pengunjung. Di Kota Jayapura, setidaknya tiga
Peristiwa bermula saat perahu bertolak dari Kampung Taura, Distrik Fayit, menuju Agats sekitar pukul 07.00 WIT. Naas, saat melintasi ganasnya Muara Bokap pada tengah hari, hantaman ombak besar membuat kapal kehilangan ke
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna dalam keterangan resminya pada Senin malam membenarkan hal tersebut. I Wayan menerangkan bahwa korban ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian, oleh masyar
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna dalam keterangannya mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurut laporan, kejadian bermula saat sekitar pukul 02.00 WIT waktu dini hari, korban sedang memancing
Anton dalam keterangan mengatakan kegiatan Siaga SAR Khusus itu dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri. Guna memberikan pelayanan
Namun, pihaknya menerima laporan kejadian dari anggota Sat Polairud Polres Mimika, Kristian Pisakor, pada Jumat dini hari pukul 01.40 WIT. Berdasarkan laporan yang diterima, KM Jaya Baru sedang membawa empat orang penum
Tim SAR gabungan dari Direktorat Polairud Polda Papua, Polresta Jayapura Kota, Polsek Jayapura Utara serta Basarnas Kota Jayapura melakukan pencarian. Korban Charles ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada sore har
Tim SAR gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIT dan langsung melakukan pencarian. Pada pukul 15.45 WIT, tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan pencarian dengan metode penyelama
Kepala Basarnas Jayapura, Anton Sucipto berharap masyarakat untuk tidak memancing atau beraktivitas di sungai atau kali yang berpotensi ada hewan buas seperti buaya dan lainnya.
Saat berada ditepi sungai korban tiba-tiba di terkam buaya dan terseret ke dalam sungai, rekan korban yang juga ikut mancing saat itu pun tak berdaya memberikan pertolongan. David Prawar saksi mata yang melihat langsung
Rudi menjelaskan, area pencarian pertama dilakukan kea rah Selatan, kemudian kea rah barat dengan melibatkan kapal pencarian. Sementara kearah Timur dan konsetrasi di bagian pinggir dan darat.
Enam hari pencarian terhadap 6 Anak Buah Kapal (ABK) KM Bintang Laut yang diyatakan hilang ditengah laut sejak kapal pencari cumi-cumi tersebut tenggelam pada 20 Januari 2026. Meski pencarian telah berlangsung selama 6 h
Pihaknya, lanjut dia, telah meminta bantuan kepada Keamanan Laut (Kamla) dan Radio Pantai untuk kapal-kapal yang melintasi lokasi kejadian memantau dan melaporkan jika menemukan sesuatu di sekitar lokasi lintasan kapal.
Tim SAR Gabungan, lanjutnya, menuju ke Selatan Tenggara mendekati lokasi kejadian. Pencarian tidak lagi dilakukan di titik tenggelamnya kapal tersebut dengan pertimbangan angin, arus dan gelombang. ‘’Diperkirakan penyeba
Pencarian yang dimulai pukul 06.00 WIT tersebut sempat terhambat oleh cuaca buruk, sehingga kapal KN.SAR Merauke 223 hanya mampu mencapai 6,56 mill pada posisi 08⁰31'67“S - 140⁰24’47“ E. Kapal kemudian bertolak kembali k
”Sehingga pada malam ini saya selaku kepala Basarnas, selaku SAR Coordinator mendeklir bahwa operasi pencarian dan evakuasi terhadap kecelakaan pesawat PK-THT saya nyatakan selesai,” kata dia tegas.
Hilman mengaku selama di Makassar mendapatkan pelayanan terbaik dan informasi-informasi yang akurat. Dia juga mengaku telah memberanikan diri untuk datang dengan perjalanan 2,5 jam dari bandara dan perjalanan satu jam me
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto mengkonfirmasi identitas korban. Jenazah berusia 43 tahun itu ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di kedalaman 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Evakuasi jenazah Deden
"Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR terhadap 1 korban tenggelamnya KM. Putra Siantan di perairan Timika diusulkan tutup dan potensi sar yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima k
Humas SAR Jayapura, Silvia Yoku, menyampaikan bahwa operasi pencarian resmi telah dihentikan. Ia menjelaskan, keputusan penutupan dilakukan setelah seluruh prosedur pencarian maksimal dilaksanakan sesuai standar operasi
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Makassar Andi Sultan menyampaikan bahwa pihaknya kembali membagi tim menjadi beberapa Search and Rescue Unit (SRU). Termasuk SRU yang melaksanakan evakuasi jenazah korban berjeni
Tim SAR Gabungan menemukan jenazah Florencia pada Senin (19/1). Jenazah itu terdata sebagai korban kedua yang ditemukan. Sehari sebelumnya (18/1), Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah korban berjenis kelamin laki-laki
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan timika, I Wayan Suyatna melalui Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat, Wagianto, mengatakan bahwa peristiwa tersebut dilaporkan terjadi saat perahu tersebut dalam pelayar
Humas Kantor SAR Jayapura, Silvia Yoku, mengatakan pencarian telah dilakukan hingga mendekati perairan perbatasan Papua Nugini (PNG), namun belum membuahkan hasil.
"Kami sudah melakukan pencarian hingga ke perbatasan PN
Koordinator Pos SAR Sarmi, Yohanis Muay, menjelaskan bahwa penghentian operasi dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku dalam operasi SAR. "Operasi SAR telah dilaksanakan secara maksimal selama delapan
Ia menjelaskan, selama operasi SAR, tim gabungan mengerahkan berbagai unsur dan peralatan untuk menyisir area pencarian yang luas. Upaya dilakukan melalui tiga metode utama, yakni pencarian udara, laut, dan darat. Pencar
Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jayapura, Silvia Yoku, mengungkapkan bahwa upaya pencarian terhadap korban terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Namun hingga Minggu (4/1) hasil pencarian masih nihil. “Sampa
‘’Saat ditemukan tim SAR gabungan, korban selamat namun dalam kondisi lemas dan terdapat luka-luka lecet di kakinya. Oleh karena itu korban akhirnya di tandu keluar dari hutan menuju ke jalan raya untuk selanjutnya di ev
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Rudi melalui Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Darmawan, saat dihubungi media ini lewat telpon selulernya mengatakan, pencarina terhadap warga Sota yang dinyat
Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, mengatakan pencarian dilakukan secara terpadu dengan melibatkan TNI-Polri, pemerintah daerah, Basarnas, serta masyarakat setempat.
Korban terpeleset dan mengalami cedera pada bagian tungkai atas sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan. Rekan korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Jayapura. Laporan diterima pada pukul 17.30 WI
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat, Wagianto, menjelaskan upaya pencarian telah dilakukan oleh keluarga dan masyarakat serta Tim SAR gabungan yang ada di Asmat setelah menerima laporan, Sabtu pagi. Namun, ko
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Rusdi kepada wartawan di Merauke mengungkapkan, pencarian terhadap korban tersebut diperluas setelah 2 hari pencarian namun masih tetap nihil.
Korban diduga tenggelam akibat kelelahan saat berenang di sekitar Dermaga Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel. Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Darmawan mengatakan, pihaknya menerima laporan beberapa saat ke
Dalam keterangan resmi yang diterima media ini, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika I Wayan Suyatna, mengatakan bahwa informasi tersebut dilaporkan kepada petugas Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika.
Menurut Semianus, pemerintah kabupaten telah menurunkan tim dari keluarga korban ke lokasi, namun kondisi medan yang berat dan banyaknya pos aparat membuat mereka tak nyaman sehingga proses pencarian 23 Korban terhambat.
Penemuan jasad tersebut pertama kali dilaporkan oleh Moses Tembua (27), warga Kampung Nggolar, sekitar pukul 07.15 WIT. Saat itu, Moses bersama adiknya, Yohakim, sedang memeriksa jaring ikan yang mereka pasang di kali. K
"Korban berangkat dari Kampung Kendate sekitar pukul 03.00 WIT untuk memancing. Namun hingga pagi hari, korban tidak kembali. Rekannya menemukan perahu korban masih menyala, tetapi korban tidak ada di tempat," jelas Anto
‘’Dalam laporannya, Felix menceritakan bahwa seorang anak bernama Dionysius Rumatora, laki-laki berumur 4 tahun, kemarin pagi setelah diantar ke sekolah oleh ibunya di PAUD kampung Kumbe, terlihat oleh saksi mata tampak
Namun sayang, saat giliran melompat ini Falen Rate (20) dan rekannya Anugrah Pakiding terseret ombak. Falen adalah warga Komplek Jaya Asri Entrop, Kota Jayapura. Ia ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jenazahnya sud
Menerima laporan tersebut, Tim Rescue dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika diberangkatkan menuju lokasi untuk mengevakuasi para penumpang dengan menggunakan RBB 600 PK.
Dijelaskan, pada operasi SAR hari kedua, Tim SAR gabungan yang terdiri dari personil rescuer SAR Asmat, TNI AL, Polsek Suator, Pol Air, keluarga korban dan masyarakat setempat telah melakukan penyisiran dengan luas area
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna melalui Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat, Wagianto, menyebut dalam peristiwa itu enam orang berhasil selamat, namun satu orang lainnya dinyat
Namun, daerah itu termasuk kawasan yang sudah dilarang untuk ditangkap ikan oleh pemilik hak ulayat setempat. Nelayan kemudian sempat diamankan warga kampung, hingga akhirnya Saldin melompat ke laut dan tak muncul kembal
Tak lama diketahui kabar bahwa titik tersebut telah ditemukan dan satu persatu tim SAR akhirnya turun ke lokasi dan seluruh jenasah juga berhasil diterbangkan ke Mimika. Pantauan Cenderawasih Pos dua unit helikopter yang
Helikopter tersebut ditemukan oleh Helikopter milik PT Intan Angkasa yang melakukan pencarian dengan nomor register PK-IWD. Pesawat ini terbang mengelilingi lokasi ditemukannya helikopter PK-IWS selama kurang lebih 5 sam
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna melalui Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, Muhammad menjelaskan, pencarian di hari ke tujuh dilanjutkan dengan pemantauan di titik-titik yag dic
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna mengatakan, pencarian hari keempat dilaksanakan setelah pada pencarian hari ketiga korban belum juga ditemukan. “Hingga hari ketiga pencarian, Tim SAR gabun
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna menerangkan, pencarian hari kedua dilakukan setelah pada hari pertama korban belum juga ditemukan oleh Tim SAR gabungan.
Pria tersebut diketahui bernama Yusti berusia sekitar 20 tahun, yang menghabiskan waktu sebagai pendulang emas tradisional. Berdasarkan keterangan Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika Charles Y. Batlajery, Yusti dilapor
“Dalam keteranganya kepada petugas jaga SAR Timika melalui telepon seluler mengatakan awalnya perahu susun tersebut bertolak dari Poumako menuju Agimuga, namun saat diperjalanan di sekitar muara Inauga tiba-tiba perahu m
Lokasi penemuan jasad korban jika ditarik lurus dari tempat ditemukannya perahu ketinting milik korban sekitar 1,5 km atau pada koordinat 6°27'49.87"S - 140°36'10.42"E. Korban ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada Senin (
‘’Dalam laporannya di Pos Polisi Jair, pelapor menceritakan kronologi kejadian dimana pada awalnya pada hari Jumat tanggal 1 Agustus 2025 sekira pukul 09.30 WIT, korban berniat untuk mengambil jaring dan busur yang berad
Kapten Laut (T) Edy Prasojo, PGS Pasarharmat Satrol Lantamal X Jayapura, menjelaskan bahwa awalnya seorang perempuan warga Kampung Enggros hendak ke Jayapura dengan menggunakan perahu.
Kepala Kantor SAR Jayapura Anton Sucipto mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga bahwa korban bersama sopir berada di pinggir Kali We, lalu korban di datangi 5 orang dan meminta uang dengan paksa, karen
Mirisnya proses evakuasi untuk mengangkat tubuh korban ini menggunakan alat sederhana. Terlihat tim SAR terpaksa menggunakan beberapa kayu buah untuk menggali tanah guna mengeluarkan jenasah. Dari kronologisnya diketahui
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR, Charles Batlajery menyebut, ABK yang terjatuh bernama Dimas Wahyu Prawira (25).
Matinya mesin speed boat berpenumpang ini awalnya dilaporkan oleh Rusmin pegawai Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Merauke ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke pagi ini pukul 07.55 wit.
Komandan Basarnas Jayawijaya Supartono mengakui awalnya tim menerima laporan pada kamis kemarin jika ada dua warga asal Kabupaten Tolikara yang tenggelam di kali baliem tepatnya di Kampung Pisugi Distrik Pisugi dan hari
Katanya, saat itu perahu tersebut berlayar dari Kampung Manasari, Distrik Mimika Timur Jauh menuju ke Poumako, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua Tengah. Namun, akibat kehabisan bahan bakar, perahu itu terombang-ambing
Operasi SAR pencarian long boat berpenumpang 2 orang yang hilang kontak di sekitar perairan Lakahia Kaimana, Papua Barat diusulkan ditutup. Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Kaimana, Silas Wopari mengatakan, penc
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Kaimana, Silas Wopari menjelaskan, sebelumnya pada pencarian hari pertama hingga hari ketiga tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika melalui Pos Pencarian dan Pertol
Dalam Laporannya, personil Polsek Kurik tersebut menjelaskan bahwa korban sudah masuk ke hutan sejak tanggal 15 April lalu namun tidak kunjung kembali. Pihak setempat telah melakukan upaya pencarian sejak hari itu namun
“Tim Rescue kantor pencarian dan pertolongan Timika yang dibantu keluarga korban dan masyarakat setempat telah melakukan penyisiran Kali (Sungai) Selamat Datang SP 2 sejauh kurang lebih 3 Km dari lokasi yang diduga tempa
‘’Pada saat itu, warga Kampung Moi atas nama Petrus ukul sebagai saksi bersama 2 orang saudaranya hendak memeriksa jarring. Kemudian mereka melihat mayat laki-laki dalam keadaan tengkurap hanyut terbawa arus ke pantai
Pada hari pertama pencarian, tim SAR belum berhasil menemukan korban. Oleh karena itu, pencarian dilanjutkan pada hari kedua, Kamis (3/4). "Pada hari kedua Tim SAR gabungan dibagi menjadi empat tim pencarian atau Search
Dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Rabu malam, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna menyatakan bahwa korban ditemukan oleh warga setempat yang ikut melakukan pencarian di sekita
Berdasarkan informasi yang diterima media ini Selasa malam, informasi tersebut dilaporkan oleh seorang pria bernama Ichal ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika. Menurut keterangan pelapor, korban dilaporkan tenggela
“Pencarian yang berlangsung selama 7 hari tersebut tidak menemukan tanda-tanda akan keberadaan korban. Namun jika kemudian hari ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan korban maka operasi sar dapat dibuka kembali,” tulis
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna mengatakan, pencarian hari keempat dilakukan dengan pemantauan setelah sebelumnya korban belum ditemukan.
“Setelah melakukan evaluasi pencarian dari hari pertama hingga hari ketiga pencarian maka disepakati Operasi SAR dilanjutkan dengan pemantauan,” kata I Wayan dalam keterangan tertulisnya
“Tim sudah (kembali) bergerak (melakukan pencarian) tadi pagi pukul 07.00 WIT. Nanti kalau ada perkembangan pasti saya infokan lagi,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin siang.
Koordinator Tim SAR Wamena Supartono menyatakan Fiki Pigobe diinformasikan tenggelam pada Sabtu (8/3) kemarin di Kali Baliem tepatnya di Kampung Maima sekira pukul 14.00 WIT saat berenang di kali baliem bersama rekan -rekannya, lalu korban berenang ke arah tengah kali baliem dan terbawa aruskali yang deras
Pantauan media ini di lapangan, pihak Kepolisian telah berada di lokasi untuk mengevakuasi jenazah. Terlihat, setelah dikeluarkan dari dalam sungai, tim Inavis Sat Reskrim Polres Mimika kemudian membungkus jenazah tanpa identitas tersebut dengan menggunakan kantong jenazah berwarna oranye.
Humas Pencarian dan Pertolongan Merauke Darmawan menjelaskan, bahwa laporan yang diterima dari Boyadi menceritakan jika pada hari Sabtu 15 Februari 2025 lalu Irianto mengambil ternak di hutan sekira pukul 17.45 WIT.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Alman S. Imbiri, mengatakan korban Iwan Segong ditemukan sekira pukul 10.35 WIT oleh keluarga korban yang ikut mencari menggunakan perahu bersama tim gabungan yang lain. Posisi ditemukannya korban Iwan Segong kurang lebih 3 kilometer ke arah hulu sungai Bian.
Speed boat yang ditumpangi 4 orang tersebut terbalik saat cuaca buruk. Akibatnya, 1 penumpangnya bernama Iwan Segong dilaporkan hilang tenggelam. Sedangkan 3 penumpang lainnya yakni Florentinus Kaize, Sergius Kaize dan Ignasius Ndiken dilaporkan selamat.
Pencarian yang dilakukan dengan menggunakan RBB 600 PK, RIB 400 PK, 2 unit perahu karet bermesin 30 PK dan 25 PK itu pun dilakukan dengan menyisir perairan dalam pesisir pantai muara Poumako hingga muara Omauga, selain itu tim Rescue SAR Timika juga menerbangkan drone thermal untuk memaksimalkan pengelihatan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
“Saat ini kita mengalami puncak musim hujan. Selain itu, ada gangguan cuaca regional yang dikenal sebagai Madden-Julian Oscillation (MGO) yang sedang aktif di wilayah Indonesia, khususnya bagian timur Papua,” ujar Ari Sofyan.
Kegiatan ini berlangsung di Kantor SAR Biak dengan melibatkan berbagai instansi, termasuk TNI AU, TNI AL, Instansi Swasta, BUMN dan Vertikal lainnya, serta tenaga kesehatan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Biak.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna melalui Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat, Wagianto menjelaskan, pencarian dimulai dengan menyisir wilayah perairan tempat kejadian, Muara Betcbamu Muara Ayip hingga Muara Atsj.
Laporan terkait perahu terbalik ini pun disampaikan oleh Kasat Pol Air Asmat Rizet Sion Paotonan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat pada Rabu 29 Januari 2025 pagi.
“Rabu pagi (Kami) menerima laporan bahwa pada selasa sore tepatnya pukul 18.30 WIT telah terjadi laka laut sebuah perahu ketinting berpenumpang 8 orang berangkat dari Atsj tujuan Comoro. Namun pada saat di perjalanan perahu tersebut dihantam ombak dan terbalik di sekitar perairan kali Betc,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu siang.
Keseluruhan penumpang dalam kondisi sehat dan tidak membutuhkan bantuan evakuasi lebih lanjut. Adapun ke-14 penumpang tersebut yakni Petrus Kiaf, Yohana Yawimase, Yohana Kaise, Obe, Apsalon Maswaen, Hendrik Wasar, Yuliana Yolmen, Nona, Yakoba Ndiken, Asnad Ndiwaen, Yustus Buri, Benyamin Samkakai, Mudestus Ndiken, dan Seorang Remaja perempuan.
Kepala Kantor SAR Jayapura Anton Sucipto mengatakan bahwa pada Kamis(23/1) lalu, petugas siaga menerima laporan dari pihak keluarga korban bahwa telah terjadi kecelakaan kapal satu orang nelayan terjatuh dan hilang di Sungai Grime ketika sedang dalam perjalanan pulang setelah mencari ikan Rabu(22/1) lalu.
Korban dilaporkan tengelam oleh pihak keluarga pada, Rabu (22/1) lalu. Tak tunggu lama setelah mendapatkan informasi itu Tim SAR Jayapura sebanyak tujuh orang personil langsung ke Last Know Position (LKP) dengan membawah Peralatan SAR berupa Rescue Dmax, Truk personil, Perahu Karet, Mopel 25 pk,peralatan komunikasi dan PalSAR pendukung lainnya.
Kata I Wayan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat menerima laporan dari Personil Pol Air Asmat, Rizet Sion Paotan bahwa pada Kamis 16 Januari 2025 sebuah Speed Boat bermesin 40 PK dari Asmat tujuan Nduga terbalik di lokasi dimaksud.
"Selama patroli tim juga memberikan imbauan langsung kepada masyarakat, guna untuk meminimalisir potensi kecelakaan saat mereka menikmati liburan bersama keluarga, kerabat dan yang lainnya," ungkapnya.
Tim SAR yang mempergunakan perahu karet melihat keberadaan korban pada pukul 06.43 WIT. Setelah dimasukkan ke dalam kantung jenasah, korban kemudian dinaikkan di dermaga Perikanan Nusantara dan kemudian di bawa menuju kamar jenasah RSUD Merauke.
Sedangkan, kata Charles kecelakaan dengan penanganan khusus sejauh ini tidak ada di Mimika. Hal ini dikarenakan peristiwa yang membutuhkan penanganan khusus biayanya hanya berada di kota-kota besar seperti Jakarta dengan jenis transportasi yang lebih maju seperti MRT dan LRT.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna mengatakan, pihak keluarga telah berusaha melakukan pencarian namun belum membuahkan hasil. Mereka kemudian melaporkannya ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Kaimana.