Kapolres Jayawijaya melalui kasih humas Polres Jayawijaya Ipda M Suryanto membenarkan adanya dua pelaku curanmor yang diamankan oleh tim opsnal Reskrim Polres Jayawijaya yakni TH dan VK, akan tetepi dalam perjalanannya menemukan lagi kasus baru yakni kepemilikian ladang ganja di kampung parema.
Tak hanya itu ada 117 orang terluka dan puluhan rumah dibakar. Data kepolisian menyebut bahwa pada bentrok hari pertama pada 3 Maret lalu sudah 4 orang dilaporkan meninggal dunia dimana ada 67 yang terluka dan 28 rumah serta 1 sekolah yang dibakar.
Pria ini ditangkap karena sebelumnya ia diduga menganiaya bahkan tega merantai tangan seorang perempuan yang merupakan korban berinisial R yang pada Kamis pagi mendatangi kantor Polsek Mimika Baru melaporkan kejadian tersebut.
’’Kemudian anak perempuan saya pulang ke rumah dan menangis dan menyampaikan kejadian itu,’’ kata pelaku. Melihat itu, pelaku kemudian ke sawah dan ketemu korban. Terjadilah pertengkaran. Pelaku mengaku akan ditikam dengan menggunakan pisau.
Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, S.I.K melalui Kapolsek Sentani Barat Iptu Musa Ayakeding mengatakan, khusus di Sentani Barat, permasalahan yang sering terjadi adalah konflik sosial yang disebabkan oleh masyarakat karena tingkat pengangguran tinggi, membuat anak-anak muda lebih cenderung melakukan hal-hal yang negatif.
"Melihat kejadian tersebut, pelaku masuk ke dalam masjid, mengambil kunci yang diletakan korban, lalu mencuri sepeda motor sesuai dengan kunci yang berhasil diambil,"ucapnya dalam rilis kepada Cenderawasih Pos
Berbagai jenis makanan kedaluarsa ini milik dari Super Market Yudha Wamena, dimana dengan kesadaran sendiri melakukan sortir terhadap makanan dan minuman yang masa berlakukan telah habis untuk dipisahkan dan kemudian melakukan pemusnahan agar makanan dan minuman tersebut tak lagi digunakan oleh oleh masyarakat.
Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, S.I.K melalui Kapolsek Sentani Barat Iptu Musa Ayakeding mengatakan, kecelakaan dijalan Lintas Waibron ke Bonggrang ini sering memakan korban jiwa, penyebabnya adalah rem blong.
Kapolres Biak Numfor menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mensukseskan program tersebut, mulai dari pemberian lahan hingga pelaksanaan panen. Ia berharap, kegiatan ini mampu memotivasi masyarakat untuk terus giat dalam menjalankan program ketahanan pangan, dengan cara memanfaatkan lahan pekarangan yang belum aktif.
Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, aksi tawuran tersebut sudah berlangsung selama 4 hari berturut-turut dan dilakukan di tempat yang sama pada waktu dini hari. Menyikapi aksi tawuran ini, Kapolsek Mimika Baru AKP Putut Yudha Pratama telah melakukan langkah-langkah demi terciptanya keamanan dan kenyamanan bersama.