"Sampai hari ini kami lihat hanya dua puluhan saja kendaraan yang masih membawa dan tidak memiliki SIM. Ada yang membawa dan tidak memiliki SIM kami parkir terpisah sehingga kami bisa monitor,” kata Kasat Lantas Polres Mimika, AKP Boby Pratama melalui sambungan telepon, Selasa sore. “Ada beberapa yang sudah usia 17 dan memiliki SIM kami izinkan untuk bawa kendaraan yang penting tetap pakai helm dan tanpa knalpot racing," lanjutnya.
Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian material yang signifikan, termasuk dua ruang lab bahasa, enam ruang kelas, satu ruang tata usaha (TU), dan satu ruang lab komputer/multimedia. Kasatgas Humas ODC, Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pengamanan dan menunggu hasil penyelidikan awal dari Polres Paniai.
Mereka pun memesan pelayanan di bar yang Rahul kelola hingga tagihannya mencapai Rp3,8 juta. “Ketika membayar salah seorang pria yang mengaku sebagai dokter bhayangkara itu membayar uang cash senilai 3 juta yang ternyata palsu,” ungkap Rahul.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera menuju lokasi dan mengamankan 11 unit sepeda motor serta 15 anak di bawah umur alias anak baru gede (ABG) yang terlibat dalam aksi balap liar. Para pelaku yang diamankan mayoritas merupakan pelajar tingkat SMP dan SMA
Ia mengaku untuk kasus ganja yang melibatkan anak di bawah umur yang sudah di temukan itu ada 28 orang dan kebanyakan yang masih bersekolah dan ada juga yang sudah tidak sekolah tapi di bawah umur, namun rata -rata setiap sekolah yang ada di Wamena ini ada saja siswanya yang kedapatan memakai ganja.
Akibat kecelakaan ini, anak 9 tahun atas nama Reva Kirana meninggal dunia setelah sempat di rawat di Rumah Sakit Bunda Pengharapan Merauke. Sedangkan pengendara sepeda motor Dwi Rasmawati (12) dan penumpang lainnya Afiyah Kayla mengalami luka berat. Sementara pengemudi mobil Terios Yu (38) tidak terluka. .
Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., mengatakan bahwa patroli ini dilakukan setiap malam di berbagai lokasi sekitar masjid dan jalan-jalan utama yang ramai aktivitas masyarakat.
Berdasarkan data yang diperoleh di TKP, kedua kios yang terbakar tersebut adalah Mulyawan Ismail. Dimana salah satu kios digunakan Mulyawan Ismail yang sehari-harinya dikelola oleh istrinya. Sedangkan kios satunya disewa kepada Mulhari yang juga berjualan bahan kebutuhan pokok. Mulyawan mengaku belum mengetahui apa penyebab kebakaran kedua kios itu. Karena tidak ada yang tinggal di dalam kios itu.
Insiden ini melibatkan mobil Daihatsu Gran Max hitam tanpa nomor polisi dan sepeda motor Honda Scoopy PA 4249 JE. Akibat kecelakaan tersebut, dua pemotor mengalami luka serius, sementara sopir mobil telah diamankan pihak kepolisian.
Pembagian Takjil di pimpin langsung oleh Kapolres Jayawijaya AKBP. Heri Wibowo, SIK berserta jajarannya dimana 100 peket takji yang telah dipersiapkan dibagikan secara gratis kepada setiap masyarakat yang ada di jalan tersebut tanpa melihat latar belakangnya.