Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan Aiptu Hidayat, menghembuskan nafas terakhirnya di RS Bhayangkara setelah kritis karena mengalami luka bacok di bagian kepalanya. “Rencana jenazah Aiptu Hidayat akan disemayamkan ke Kampung Halamannya yakni di Kabupaten Magetan, Jawa Timur,” ucap Kabid Humas dalam press rilisnya.
Brigpol Tri Yudha setelah sebelumnya dilaporkan kritis karena mengalami luka bacok di bagian kepala depan hingga hidung yang membuat korban langsung dilarikan ke RSUD Tiom dan berakhir RSUD Wamena. Sementara itu Korban Aiptu Hidayat telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura untuk dilakukan perawatan intensif.
Frits mengatakan teror bom yang terjadi di kantor Jubi satu bulan yang lalu merupakan sebuah ancaman bagi kebebasan pers dan juga mengancam pemilihan kepala daerah (Pilkada) damai di tanah Papua.
“Namun yang jelas, saya sudah perintahkan agar kasus itu diproses tuntas terhadap pelakunya, oknum, pelaku dari institusi, agar ditindak tegas apakah itu proses etik maupun pidananya,” paparnya ditemui usai Rapat Tingkat Menteri (RTM) Persiapan Libur Natal 2024 & Tahun Baru 2025 di Kantor Kemenko PMK, Jakarta
Kabid Humas itu mengatakan kronologi kejadian yang mengakibatkan gugurnya satu anggota polisi, Briptu Kiki Supriyadi, penyerangan terjadi saat personel Polsek Ilu sebanyak 4 orang kembali dari Kota Mulia yang saat itu melintasi Kali Pagargom Distrik Kalome Kabupaten Puncak Jaya.
Belum diketahui secara pasti alasan korban mengambil jalan pintas dengan cara bunuh diri dan hingga kini insiden tak mengenakkan itu masih diselidiki. Polisi yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengevakuasi jenazah korban dan tiba di Kamar Jenazah RSUD Merauke sekitar pukul 19.30 WIT.
Iptu Stefanus menyebutkan, untuk pelaku saat ini masih dalam penyelidikan. Adapun peristiwa ini terjadi pada Rabu 7 Agustus 2024 lalu sekitar pukul 05.00 WIT di Masjid Al Istiqlal Kampung Bhintuka Sp 13 Distrik Kuala Kencana Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
“Kami juga minta apabila ada kritik dan saran atas kinerja Kepolisian khususnya Polres Biak Numfor agar dilakukan secara prosedural dan kami akan terima itu sebagai masukkan dan sebagai bahan evaluasi kami untuk meningkatkan kinerja kami agar kedepan lebih baik lagi,” tuturnya.
"Dugaan sementara telah terjadi kasus penganiayaan diatas kapal tersebut karena barang-barang kapal semua berantakan, menurut pemilik kapal, kapal tersebut sudah 1 bulan melaut. Kapal diawaki 1 nahkoda dan 7 orang ABK sehingga totalnya 8 orang, " katanya.
Aksi saling serang tersebut berawal saat Sebanyak 44 kotak suara PSU pada Distrik Popukoba di muat ke kendaraan Truk warna kuning dengan Nopol PA 8937 JB disaksikan oleh Ketua PPD, Pandis Popukoba dan saksi caleg. Logistik yang dikawal oleh Anggota Jayawijaya, PPD Popukoba, Pandis dan saksi caleg menuju Kota Wamena.