Tak hanya itu, ada juga seorang warga sipil yang ikut jadi korban. Ia tertembak. Kejadian ini terjadi di Jalan Nogi-Wamena, Kampung Yakobak, Distrik Nogi, Kabupaten Lanny Jaya Rabu (11/12) sekira pukul 12.35 WIT dimana berdasarkan informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos, terdapat dua anggota Polres Lanny Jaya yang tertembak.
Direktur Samapta Polda Papua, Kombes Pol. Sondang R.D. Siagian, mengatakan saat ini korban sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara, Jayapura, setelah mengalami luka akibat insiden tersebut. Dalam kunjungannya Kombes Sondang, menyampaikan dukungan moril kepada Bripda Choisu dan keluarganya. Ia menegaskan bahwa Polda Papua akan memberikan perhatian penuh terhadap pemulihan korban.
"Situasinya sudah aman ya," singkat Benny saat dikonfirmasi kemarin. Dia menyatakan situasi di Kabupaten Intan Jaya mulai membaik. Masyarakat pun mulai beraktivas seperti biasa.Benny menjelaskan pasca kerusuhan itu hingga kini anggotanya masih rutin melaksanakan patroli untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang beraktivitas.
Jadi untuk sementara ini jumlah saksi dalam kasus KDRT yang diduga dilakukan oleh calon wakil gubernur Papua priode 2024-2029 sebanyak empat saksi. Seperti diketahui YB dilaporkan ke Ditkrimum Polda Papua oleh sang istri GR, pada Selasa (3/12) lalu atas kasus KDRT dan asusila. Kasus ini beredar di media sosial, berbagai tangapan pun dari berbagai kalangan masyarakat tak terkecuali kelompok masyarakat dari Aliansi Pemuda Anti Kekerasan Papua.
Peserta aksi kebanyakan warga non OAP dan pemuda asal pegunungan. Mereka datang banyak yang menggunakan masker. Koordinator aksi Agus Basrih mengatakan bahwa pihaknya datang ke Polda Papua untuk memberikan dukungan kepada korban berinisial GR agar pelaku segera diproses hukum. Apa yang dilakukan YB dikatakan sangat memalukan.
Hasil akhirnya adalah ada dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang merupakan anak buah Lekagak Telenggen tewas. Sebelumnya mereka berupaya menyerang pos TNI di Kampung Pasar Sinak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak sekira pukul 13.25 WIT. Kedua anggota KKB itu menyerang pos TNI dan dibalas oleh prajurit yang stanby di pos.
Pelapor, GR (pakai masker) didampingi tim kuasa hukumnya saat mengelar konferensi pers bersama sejumlah wartawan di Hotel Fox Jayapura, Kamis (5/12). GR mengadu soal tindakan kekerasan dalam rumah tangga termasuk dugaan asusila yang dilakukan suaminya YB. (Foto:Jimi cepos)
Penangkapan terhadap Oni Enumbi dilakukan berdasarkan DPO/S-34/04/IV/2024/Reskrim tanggal 25 April 2024 dan Laporan Polisi nomor LP/A/03/III/2024/Res Puncak Jaya/Polda Papua, terkait penembakan dan pembunuhan terhadap personel Satgas Elang.
Dijelaskan kronologisnya bahwa saat ini seorang saksi berinisial II melihat pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata, Kalenak Murib bersama beberapa anggota lainnya melakukan pembunuhan dengan cara penembak dan membacok menggunakan parang kepada kedua korban. Usai menyaksikan kejadian ini, saksi TT pun langsung menuju Distrik Sinak.
HAN dijemput oleh Tim Brimob Polda Papua, memakai baju merah kaos bertuliskan HAN dan celana pendek, dengan tangan tertutup kain mengarah kedepan. HAN mendapatkan pengawalan cukup ketat dalam perjalanan ke Bandara Frans Kaisiepo Biak. Mirip teroris yang tangannya diikat kabel tis kemudian bagian tangan ditutup kain.