Merauke sendiri diproyeksikan sebagai salah satu lokasi pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan di wilayah timur Indonesia dan didorong untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan nasional. Pada kesempatan ini, Presiden Prabowo mengapresiasi peran anak muda Papua dalam pertanian modern di Merauke.
PJ Bupati Jayawijaya Thony M Mayor, S.Pd, MM menyatakan, terkait dengan permintaan para petani untuk memberikan pendampingan kepada mereka lantaran dalam kunjungan kerja kelompok tani yang ada di beberapa tempat seperti di Hubikiak, musatfak dan beberapa tempat lainnya mengeluhkan tidak adanya tenaga penyuluh pertanian lapangan (PPL)
Menyikapi masalah tersebut pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengambil langkah cepat dengan memerintahkan Dinas Pertanian untuk melakukan pengadaan alkon serta alat pertanian lainnya yang bisa membantu masyarakat dalam agar menjaga tanah tersebut tetap basah dan bisa ditanami komoditas pertanian.
Panen dilakukan Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Food Estate Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana mewakili Mentan, Pangdam XII/Cenderawasih Mayjen TNI Rudy Puruwito, Dansatgas Pangan TNI Mayjen TNI Muhammad Rizal Ramdhani, Tokoh Selatan Papua Johanes Gluba Gebze bersama masyarakat setempat.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Selatan Paino, SIP, MT, ditemui media ini di Merauke mengungkapkan, hingga akhir September 2024 baru 10.079 hektar dari target optimalisasi lahan seluas 40.000 hektar.
Sejatinya bukan kali ini saja sikap keberatan dari masyarakat ditunjukkan. beberapa diantaranya bahkan meggandeng NGO lingkungan internasional untuk membantu menyuarakan. Apalagi disinyalir untuk lahan di Papua Selatan ini nantinya terjdi konflik kepentingan antara dua perusahaan besar yang mengklaim merupakan penugasan atau utusan negara.
Sedangkan untuk harga cabai rawit Rp 60 ribu/kg, cabai keriting Rp 50 ribu/kg, cabai besar Rp 60 ribu/kg, harga bawang merah maupun bawang putih Rp 50 ribu/kg, dan bawang bombai Rp 40 ribu/kg.
Jika masyarakatnya disebut miskin, apalagi sampai masuk kategori kemiskinan ekstrim itu tak beralasan karena masyarakat asli memiliki lahan luas yang bisa dikelola untuk memberikan keuntungan bagi keluarga.
PJ Bupati jayawijaya Thony M Mayor, S.Pd, MM menyatakan langkah untuk melakukan kerjasama dengan distributor atau pemasok komoditi pertanian di wilayah Jayawijaya agar meningkatkan perekonomian dari masyarakat atau petani lokal yang ada di Wamena dan sekitarnya sehingga apa yang dihasilkan masyarakat bisa diakomodir dan tak perlu didatangkan dari luar.
"Cabai rawit Rp 60 ribu/kg, cabai keriting dan cabai besar Rp 70 ribu/kg, tomat Rp 5 ribu/kg, bawang merah dan bawang putih Rp 50 ribu/kg, kol Rp 10 ribu/kg, sawi putih Rp 10 ribu/kg, buncis Rp 15 ribu/kg, Kentang Rp 30 ribu/kg, wortel Rp 20 ribu/kg dan bawang bombai Rp 60 ribu/kg, " katanya kepada Cenderawasih Pos,
Dalam hal penolakan investasi yang dilakukan oleh masyarakat adat Kimahima dan Makleo, Damianus Katayu mnejelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan masyarakat Kimahima dan Makleo.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Selatan Paino, SIP, MT, mengatakan, terkait dengan program nasional dengan investas besar-besaran di Papua Selatan khususnya Merauke ini berdasarkan situasi nasional atau dunia.
Stiper Petra Baliem Wamena, kembali membuat langkah baru dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang pertanian di wilayah Papua, terutama konsep pertanian organik yang telah lama dijalankan di wilayah Pegunungan Papua.
Dari 5000 bibit kopi Arabica, sebanyak 3000 bibit disiapkan Pemprov dan 2000 lainnya dari Pemkab Lanny Jaya. Velix Papua Pegunungan patut menjadi provinsi pertanian dan ini bisa dimulai dari Lanny Jaya. Karenanya masyarayat untuk kembali ke kebun dan hal itu bisa dimulai dari Lanny Jaya.
"Kami beli dengan harga Rp 100 ribu/kg, sehingga harga jual naik menjadi Rp 120 ribu/kg. Sementara untuk tomat stabil Rp 15 ribu/kg, bawang merah Rp 60 ribu/kg dan bawang putih Rp 50 ribu/kg, "ungkapnya kepada Cenderawasih Pos
“Saya mengucapkan terimakasih, karena itu para petani-petani yang sudah tanam merupakan pahlawan-pahlawan pertanian yang telah menjaga inflasi di kota Jayapura,"ujarnya.
Rapat ini dipimpin langsung bupati Merauke Drs. Romanus Mbaraka, MT dihadiri Pj Gubernur Papua Selatan Prof. Ir. Apolo Safanpo, ST, MT, Dansatgas Hanpangan Kementan RI Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani dan sejumlah pejabat lainnya.
Bupati Merauke 2 periode tersebut menjelaskan bahwa alat berat yang datangkan Pemerintah tersebut untuk membantu pengolahan infrastruktur terutama melakukan normalisasi long strage atau drainase yang sudah dibangun sebelumnya di Merauke.
"Kami mengapresiasi kegiatan penguatan kemitraan dan kelembagaan perkebunan sawit rakyat tersebut, karena seperti diketahui persoalan kelapa sawit sangat kompleks sehingga perlu dilakukan workshop agar menambah pemahaman tentang keberlanjutan," kata Anike.
Pihaknya menyebut, jumlah pemesanan itu menjadi yang terbesar di dunia untuk sebuah pemesanan ekskavator. Adapun nantinya ribuan alat berat itu akan digunakan dalam proyek-proyek pertanian di Indonesia.
Guna menjaga kestabilan harga kebutuhan bapok dan komoditi pertanian, khususnya bawang yang mulai mengalami kenaikan, Tim TPID Papua tidak tinggal diam. Selain melakukan rapat koordinasi bersama seluruh anggota TPID, juga menggelar pasar murah dan jika mengharuskan pihaknya akan mendatangkan suplai dari luar Papua.
Gubernur menyebut, peresmian UPH tepung sagu merupakan wujud nyata dari upaya pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal memberdayakan masyarakat. Ia pun memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Mabers Phuyaka atas inisiatif dan kerja kerasnya dalam mewujudkan unit pengolahan ini.
"Kalau tomat sudah murah Rp 20 ribu/kg, cabai rawit Rp 100 ribu/kg, cabai keriting dan cabai besar Rp 60 ribu/kg, sementara sayuran seperti kol Rp 35 ribu/kg, kentang dan wortel Rp 30 ribu/kg, " tambahnya.
Dia mengatakan, belakangan ini perkembangan teknologi sudah sangat membantu manusia terutama dalam sektor pertanian. Karena itu, dia mengajak kaum muda supaya menjadi petani milenial yang bisa memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada saat ini. Karena ketika pengolahan pertanian menggunakan teknologi mutakhir sudah pasti hasilnya pun cukup menjanjikan.
Dia mencontohkan, untuk kebutuhan pakan ternak khususnya ternak babi di Kota Jayapura, sejauh ini masih mengandalkan pakan yang didatangkan dari luar daerah. Padahal potensi untuk produksi sendiri dengan memanfaatkan bahan baku lokal di Kota Jayapura juga sangat memiliki peluang dan itu bisa didorong serta dikembangkan ke depannya.
Asisten II Setda Papua, Setyo Wahyudi, mengatakan Perhiptani merupakan organisasi profesi bagi para penyuluh pertanian, merupakan wadah yang sangat strategis untuk mengembangkan dinamika organisasi melalui kemampuan intelektual dan keahlian dibidang pertanian.
Mengingat situasi pangan global saat ini semaki krisis, sehingga antisipasi terjadinya krisis Pangan di Papua, maka pihaknya mengajak seluruh stak holder terkait untuk membahas terkait upaya meningkatkan pangan di Papua maupun Papua pegunungan yang merulakan wilayah kerja Korem 172/PWY.
PJ Bupati Jayawijaya Dr. Sumule Tumbo, SE, MM menyatakan selain membuka lahan, pihaknya sudah mendengarkan langsung aspirasi dari Kelompok tani yang ada di Distrik Pyramid untuk kebutuhan bantuan sarana produksi berupa tracktor, bibit, perlengkapan berkebun, dan telah di catatat dan dilihat secara dekat apa yang dilakukan masyarakat.
PJ Gubernur Papua pegunungan Dr, Velix Vernando Wanggai, S,IP, M.P.A menyatakan sebenarnya Pemerintah Provinsi tak memiliki lahan, yang punya lahan itu adalah pemerintah Kabupaten sehingga dalam kesempatan pembukaan lahan pertanian dan panen ikan ini pemerintah Provinsi memberikan apresiasi atas langkah yang diambil PJ Bupati Jayawijaya Gerakan penanaman.
Nahkoda KRI Soeharsono 990 Kolonel Laut (pelaut) Suryai menyerahkan secara simbolis bantuan peralatan tersebut kepada Bupati Romanus Mbaraka saat sejumlah alsintan tersebut diturunkan dari KRI.
PJ Bupati Jayawijaya Dr. Sumule Tumbo, SE, MM menyatakan pemerintah menekankan kepada kepala Distrik untuk membuka lahan Perkebunan atau persawahan di setiap Distrik ini bukan semata -mata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat agar keluar dari kemiskinan ekstrik tapi juga menjadi bagian dalam pengendalian inflasi daerah,
Diakuinya, perubahan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,71 persen, lebih cepat dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang meningkat sebesar 0,41 persen.
Jumlah penjual juga terus bertambah, ini menandakan bahwa adanya peningkatan orang untuk berbelanja dan jika semakin banyak permintaan, pastinya memberikan dampak positif juga bagi pelaku usaha tersebut.
Bupati Gusbager juga menyerahkan bantuan alat pertanian seperti 6 unit hand traktor, pupuk, bibit jagung mesin pengering jagung dan mesin pemipil jagung. Juga menyerahkan satu unit kendaaran mobil untuk Masjid Fisabilillah Sanggaria.
Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan, proyek ini merupakan solusi permanen dalam meningkatkan kesejahteraan petani karena ke depan Indonesia tidak perlu bergantung pada kebijakan impor. Selain itu, produksi dalam negeri akan meningkat seiring banyaknya pabrik yang berdiri di sejumlah daerah.
Sebagai langkah nyata, Mentan mengatakan saat ini pemerintah tengah menggarap lahan seluas 20 ribu hektare dari total yang ditargetkan 500 ribu hektare. Perlahan tapi pasti, target tersebut dalam waktu dekat akan tercapai mengingat Indeks Pertanaman (IP) di Merauke rata-rata 2 kali dalam semusim dan bisa ditingkatkan menjadi 3 kali dalam semusim.
Mentan Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa Merauke memiliki potensi pertanian yang sangat besar dan menjadi surga untuk pertanian di Indonesia. Pengembangan lahan seluas 500.000 hektar ini, lanjut dia, merupakan cita-cita dan impian yang tertunda 6 tahun lalu. Saat kunjungan Presiden Joko Widodo pada periode I, telah ditargetkan pembukaan lahan seluas 1,2 juta hektar.
Rencana sebelumnya, panen padi akan dilakukan di salah satu lahan warga bersama dengan masyarakat Kampung Ngguti Bop, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke. Panen padi di Kampung Kuper dilakukan bersama dengan Bupati Merauke Romanus Mbaraka, Pj Sekda Provinsi Papua Selatan Maddaremmeng, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Patrige Renwarin, dan sejumlah pejabat lainnya.
"Itu tekad beliau agar Indonesia ini sukses pangan. Salah satu turunan dari konsep itu, food estate akan kita coba kelola dengan baik, lintas departemen. TNI-Polri terlibat seluruhnya untuk kita kelola di Merauke, karena Merauke memiliki potensi pertanian dalam skala yang besar dan industri," jelas bupati.
Untuk mewujudkan program tersebut secara resmi pemerintah Kabupaten Jayawijaya melauncing pembukaan lahan pertanian seluas 1 hektar di wilayah Kampung Honelama II Distrik Wamena Kota yang ditandai dengan pemberian peralatan kerja serta bibit tanaman kepada masyarakat yang akan menggarap lahan tersebut sebab hasilnya nanti akan dikembalikan kepada masyarakat.
Untuk harga komoditi pertanian seperti cabai rawit Rp 50 ribu - Rp 60 ribu/kg, cabai besar dan cabai keriting Rp 60 ribu - Rp 70 ribu/kg, sementara untuk bawang merah dan bawang putih Rp 50 ribu dan Rp 45 ribu/kg.
‘’Seharusnya di saat sekarang ini padi sudah mulai bunting dan pada akhir bulan Februari atau awal Maret sudah mulai panen. Tapi, sekarang kalau kita lihat, sebagian lahan belum ditanami dan ada yang baru tanam,’’ kata bupati Romanus Mbaraka, baru-baru ini.
PJ Bupati Jayawijaya Dr. Sumule Tumbo, SE, MM mengakui jika hari ini bisa melakukan rapat koordinasi untuk mendengarkan masukan dari kebutuhannya dalam menindak lanjuti pencananganan pemerintah Kabupaten Jayawijaya membuka 1 hektar untuk satu distrik untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal masyarakat.
Pj Gubernur Apolo Safanpo bersama rombongan meninjau langsung lokasi untuk pembukaan lahan pertanian yang menurut Kepala Distrik Edera Yulius Yaap di daerah tersebut memiliki potensi pertanian khususnya persawahan sekitar 3.000 hektar. Yang mana dari 3.000 hektar tersebut, baru sekitar20 hektar yang dikelola oleh masyarakat setempat yang merupakan masyarakat asli Papua.
"Jumlah RTUP di Provinsi Papua sebanyak 71.214 rumah tangga, naik 20,07 persen dari 2013 yang sebanyak 59.310 rumah tangga,"kata Adriana pada pemaparan rilis Sensus Pertanian, Senin (4/12) kemarin.
Dalam data yang dikeluarkan oleh BPS juga menunjukkan tren peningkatan angka angkatan kerja dalam lima tahun terakhir, dengan jumlah 69,48 persen pada Agustus 2023. Selain itu, angkatan kerja perempuan lebih meningkat dibanding pekerja laki-laki.
"Pemprov Papua pada tahun 2023, melalui Dinas Pertanian dan Pangan menyiapkan sebanyak 39,99 ton beras cadangan pangan untuk masyarakat,” kata Siriwa kepada wartawan.
Pj Gubernur Papua pegunungan Nikolaus Kondomo, SH,MH mengatakan kegiatan ini menjadi hari bersejara bagi petani lokal Kabupaten Jayawijaya karena tidak pernah membuka lahan besar, apa lagi jadikan kawasan industri terbesar di provinsi papua pengunungan sekaligus kawasan industri ini menjadi percontohan provinsi Papya pegunungan
“Untuk memajukan ekonomi dan mensejahtrakan ekonomi rakyat Papua Pengunungan harus kita wujudkan impian masyarakat selama ini terpendam di benak mereka dan selama ini masyarakat Papua Pengunungan ingin maju di bidang ekonomi pertanian,”ungkapnya sabt (28/10)melalui rilis dari Kominfo Papua Pegunungan