Dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi pada malam pergantian tahun itu, Kawasan Jembatan Merah mulai dipadati pengunjung sejak pukul 21.00 WIT malam. Jumlahnya kian meningkat saat mendekati detik-detik pergantian tahun
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.I.K menyatakan berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, Polres Jayawijaya memetakan beberapa titik konsentrasi massa yang menjadi prioritas pengamanan Tug
Antusiasme warga tidak hanya datang dari Kota Jayapura saja, tetapi juga dari berbagai daerah. Dengan tujuan untuk menikmati keindahan pesta kembang api di Abepura dari ketinggian bukit Skyline.
Misa yang berlangsung di Gereja Stasi Santo Agustinus Entrop, Paroki Argapura tersebut dipimpin oleh Romo Wendi Raya, OFM dan dihadiri umat dengan penuh kekhusyukan. Suasana ibadah berlangsung tertib, sederhana, dan sara
Pesta kembang api serta letusan petasan mewarnai malam pergantian tahun 2025 ke 2026 di Kota Jayapura dan sekitarnya. Berdasarkan pantauan Cenderawasih Pos dibeberapa tempat, saat waktu menunjukkan pukul 24:00 WIT lontar
Ketua Panitia Natal bersama Willem da Costa dalam laporannya mengatakan,melalui perayaan Natal bersama ini dapat membangun keharmonisan antara masyarakat, ASN dan TNI/Polri.
Ia mengatakan, sebelumnya panitia menggelar
Bupati Gusbager menekankan bahwa perayaan tahun baru tidak boleh dengan mengonsumsi minuman keras (miras), narkotika jenis ganja, maupun aksi ugal-ugalan di jalan raya. Selain itu, kegiatan hiburan seperti joget-joget at
Menjelang akhir Desember, deretan lapak petasan di Sentani mulai bermunculan, meski suasananya tak seramai tahun-tahun sebelumnya. Beberapa penjual tampak duduk santai di depan lapak, sesekali merapikan kardus berisi pet
Acara dihadiri oleh Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si,Wakil bupati Yoel Boari, perwakilan Polres, Perwira penghubung kodim 1709/ Yawa, Plh Sekda,para staf ahli,asisten dan kepala OPD,GOW, pengurus dan an
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) John Tabo, SE, M.B.A menyampaikan apresiasi atas kontribusi masyarakat Batak dalam pembangunan sumber daya manusia di Papua Pegunungan. Ia menyoroti peran penting para guru, tenaga kese