Ketua Panitia HUT ke-116 Kota Jayapura, Septianus Ireeuw, menjelaskan bahwa pasar terapung tersebut rencananya akan dilaksanakan di perairan Dok II, tepatnya di depan Kantor Gubernur Provinsi Papua.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura, Heri Purnomo, S.Si, mengatakan bahwa peningkatan tinggi gelombang dan kecepatan angin di perairan Papua dipicu oleh pertumbuhan siklon tropis yang terjadi secara ber
Tim SAR Gabungan, lanjutnya, menuju ke Selatan Tenggara mendekati lokasi kejadian. Pencarian tidak lagi dilakukan di titik tenggelamnya kapal tersebut dengan pertimbangan angin, arus dan gelombang. ‘’Diperkirakan penyeba
Prakirawan BMKG V Jayapura, Silas Leonardus Weyai, menjelaskan bahwa berdasarkan prediksi Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura, informasi cuaca dan tinggi gelombang di perairan utara Papua berlaku untuk tiga hari
Pencarian yang dimulai pukul 06.00 WIT tersebut sempat terhambat oleh cuaca buruk, sehingga kapal KN.SAR Merauke 223 hanya mampu mencapai 6,56 mill pada posisi 08⁰31'67“S - 140⁰24’47“ E. Kapal kemudian bertolak kembali k
Sebanyak 13 anak buah kapal ditemukan di laut dan selamatkan oleh kapal nelayan yang melintas di titik temuan dengan jarak sekira 115 kilometer dari dermaga Merauke kearah tenggara atau mendekati perbatasan RI - PNG. Jik
Kondisi laut yang tidak bersahabat ini membuat para nelayan memilih untuk mengamankan aset mereka daripada memaksakan diri turun ke laut. "Angin sangat kencang dan gelombang di tengah cukup tinggi, sangat berisiko untuk
Humas SAR Jayapura, Silvia Yoku, menyampaikan bahwa operasi pencarian resmi telah dihentikan. Ia menjelaskan, keputusan penutupan dilakukan setelah seluruh prosedur pencarian maksimal dilaksanakan sesuai standar operasi
Plt Kepala BPBD Provinsi Papua, B. Wisnu Raditya mengatakan, dua peristiwa tersebut harus menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah perairan, di tengah kondisi cuaca ekstrem yang m
Dalam perjalanan, mesin speedboat mengalami gangguan dan mati mendadak sehingga perahu kehilangan kendali dan terbalik. Seluruh penumpang terjatuh ke sungai dan hanyut terbawa derasnya arus Sungai Mamberamo. Dari enam pe