Tampak sejumlah personel keamanan bersenjata lengkap merupakan unsur gabungan dari Satgas Korpasgat, Satgas Rajawali, Satgas Yonif 126 dan Brimob Polda Papua yang berjaga di area apron dan landasan pacu.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengungkapkan, hingga kini pesawat yang ditembak belum dapat kembali beroperasi karena mengalami kerusakan di sejumlah bagian akibat tembakan. "Pesawat masih bel
Kata Pugu, jika bandara terus ditutup tentu masyarakat setempat yang akan mengalami betul dampaknya seperti apa. Pemerintah menurutnya perlu mengambil langkah segera berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengambil k
Dosen Pascasarjana Magister Hukum Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Biak, Anthon Raharusun, menilai kebijakan tersebut memang memiliki dasar yang kuat dari sisi keselamatan, namun sekaligus menjadi cerminan persoalan seri
Manajemen Elsham Papua menilai kebijakan pengiriman personel TNI-Polri yang terus dilakukan pemerintah belum mampu menghentikan konflik bersenjata. Sebaliknya, korban jiwa disebut masih terus berjatuhan, baik dari kalang
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan pihaknya telah menerima informasi terkait kebijakan tersebut dan segera melakukan koordinasi lintas sektoral untuk menyikapi dampaknya. Menurut Yusu
Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari upaya pengejaran terhadap pelaku penembakan dan pembakaran yang terjadi baru-baru ini di Yahukimo. Dari empat orang yang diamankan, Kombes Pol. Yusuf Sutejo menjelaskan bahwa
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menyampaikan bahwa dalam kunjungan tersebut, Panglima Komando Daerah Udara (Pangkodau) III Marsekal Muda TNI Azhar Aditama turut serta.
Berdasar keterangan saksi dan penumpang yang selamat, diperkirakan ada tiga sampai empat senjata api laras panjang yang digunakan oleh para pelaku. Selain itu, pelaku lain menggunakan senjata tajam seperti tombak, panah,
Rombongan diberangkatkan dari Boven Digoel dan tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, sekitar pukul 15.29 WIT. Enam tenaga pengajar yang ikut dalam evakuasi tersebut yakni Aan Suek, Risa, Ema, Monik, Yonar, dan Non