‘’Ini program baru. Dimana setiap 3 bulan, kita melakukan pembinaan mental rohani dengan melakukan ibadah di gereja. Sekaligus ibadah ini dalam rangka mengawali tahun pelajaran baru di tahun 2023 ini,’’ kata Soleman Jambormias yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Selatan ini.
Seleksi awal dimulai sekitar bulan Juni lalu, diawali dengan pemberkasan dan administrasi, kemudian tes tertulis dan psikotes. Program pengiriman siswa-siswi ini mendapat dukungan dan juga animo yang sangat tinggi dari orang tua siswa.
Sejak diberlakukan kurikulum baru ini, pemerintah pusat mendorong agar semua lembaga pendidikan memiliki mutu dan kualitas yang sama. Termasuk di Kota Jayapura yang sebelumnya memiliki sekolah-sekolah unggulan binaan Pemkot Jayapura.
Persainganya tidak mudah, apalagi semua orang di dunia ini terus berusaha dan berjuang untuk menyiapkan masa depan bangsanya. Karena itu salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Jayapura, dengan menyiapkan generasi muda Papua yang berkualitas, tidak saja secara akademik, tetapi juga secara attitude dan mentalnya.
Evaluasi tidak hanya dilakukan pada penyelenggaraan, tetapi juga pada aturan yang menaungi, yaitu permendikbudristek. Rencana tersebut diwacanakan untuk menindaklanjuti laporan-laporan keluhan masyarakat terkait pelaksanaan PPDB. Diakui, pelaksanaan PPDB 2023 masih banyak kekurangan.
Sikap dari para bupati terkait dengan PPDB itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Sutan Riska Tuanku Kerajaan di sela Rakernas Apkasi di Kabupaten Tangerang kemarin (20/7). Dia adalah Bupati Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barata. "(Polemik) aturan zonasi kami bahas di forum (Rakernas) ini," katanya.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Robby Kepas Awi mengatakan, selama ini sosialisasi masa transisi belajar menyenangkan dari TK PAUD ke jenjang SD sudah dilakukan ke beberapa sekolah oleh Bunda PAUD Kota Jayapura. Namun kali ini sosialisasi itu dilakukan serempak ke semua sekolah melalui Kepala Sekolah dan guru untuk jenjang TK PAUD dan SD.
Awal tahun ajaran baru, merupakan momen yang sangat penting bagi siswa-siswi atau peserta didik baru untuk mengenalkan lingkungan sekolah, atau tempatnya belajar. Oleh karena itu, perlu dipastikan bahwa tempat ia akan belajar ini menjadi tempat yang nyaman dan representative untuk tumbuh kembang, baik secara intelektualitas maupun perkembangan emosionalnya.
Mengingat di Distrik Heram, jumlah siswa yang tamat dari jenjang SMP dan siap lanjut ke SMA dari tahun ke tahun sangat banyak. Di wilayah itu juga hanya ada satu SMA Negeri, sehingga ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menampung siswa dari wilayah tersebut.
Slogan sekolah gratis yang selalu didengungkan pemerintah, seperti jauh panggang dari api. Mirisnya lagi pungutan ini justru berlaku di sekolah-sekolah negeri, yang nota bene semua fasilitas pendukung kegiatan belajar dalam sekolah dibelanjakan oleh negara.