Berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Jayapura terhadap penertiban pedagang yang berjualan di pinggir jalan utama, tepatnya di depan gedung Papua Youth Creativ Hub Kotaraja. Di awal kepemimpinan Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo dan Wakil Wali Kota, Rustan Saru yang baru hari ini 9 hari, telah melakukan sidak dengan memberikan imbauan kepada para pedagang.
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo yang didampingi Wakil Wali Kota, Rustan Saru menyampaikan bahwa, perayaan ini menjadi momentum penting bagi seluruh umat GKI di tanah Papua, khususnya masyarakat Kota Jayapura atau tanah Tabi.
Bahkan, abrasi pantai yang makin parah ini bisa mengancam jejak sejarah Pulau Metu Debi, sebagai tempat pertama injil masuk di Tanah Tabi. Dimana di pulau Metu Debi ini dibangun Tugu Pekabaran Injil, untuk mengenang masuknya peradaban pada 10 Maret 1910. Dimana Injil pertama kali masuk ke Tanah Tabi, dibawa oleh Pdt. FDS Van Hassel, seorang misionaris (zending) asal negara Jerman.
Rute Sidak dimulai dari taman kota kemudian dilanjutkan di ruas jalan Entrop Jayapura Selatan. Dalam sidak, ABR-HARUS menemukan penjualan togel, parkir liar, PKL yang tidak teratur, kebersihan dan juga penjualan miras ilegal.
Walikota berharap, akan ada sekolah-sekolah favorit seperti SMAN 4 Entrop lahir dan tumbuh di Kota Jayapura kedepan dan itu dari sekolah-sekolah YPK. "Kita harapkan ada sekolah-sekolah favorit lainnya dari YPK," ujarnya
Namun jauh sebelumnya, Kota Jayapura telah sejak lama bersentuhan dengan dunia luar. Hal ini ditunjukkan dengan adanya orang-orang yang pernah singgah di Tanah Papua seperti seseorang berbangsa Spanyol bernama Ynico Ortis De Fretes. Dengan kapalnya yang bernama "San Juan", Ynico berlayar pada tanggal 16 Mei 1545 dari Tidore ke Meksiko.
Kabid Penertiban Satpol-PP Kota Jayapura, Yulius Taruk mengatakan bahwa kurang lebih sudah tiga hari lamanya Satpol-PP Kota Jayapura menjaga di tempat itu seusai walikota dan wakil walikota Jayapura sidak di Pasar Otonom.
Kata Abisai Rollo, sebelum menuju kota yang maju dan modern, persatuan dan kesatuan merupakan nilai dasar yang harus ditanamkan. "Kita harus satukan hati dulu untuk membangun Kota Jayapura, jangan ada yang cerai-berai, agar apa yang kita kerjakan atau bangun bisa berjalan dengan baik," ungkapnya.
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo menyampaikan Pemkot Jayapura menaruh perhatian terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan memberikan berbagai penghargaan, salah satunya penghargaan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya.
Sarifuddin dan Faisal, penjual komoditi pertanian dan buah-buahan di Pasar Otonom Kotaraja mengatakan, pedagang yang berjualan di luar pasar menyebabkan kemacetan dan merugikan pedagang yang sudah berjualan di dalam pasar.