“Kedepan pemerintah akan sejalan dengan gereja untuk ubah mindset orang luar tentang Intan Jaya lebih-lebih dari segi pendidikan,” tuturnya. Ia mohon dukungan doa kepada seluruh masyarakat Kabupaten Intan Jaya dalam masa kepemimpinannya selama lima tahun ke depan.
"Jangan setiap tahun harus terus memperbaiki bangunannya, recap kembali kaca, pintu, jendela, tetapi bagaimana upaya dinas terkait untuk mengelola tempat tersebut menjadi tempat usaha yang aktif bagi masyarakat, bisa mendatangkan keuntungan bagi masyarakat dan pemerintah, " katanya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (14/3) kemarin.
Kata Yonathan, dalam SK, Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Mimika, Ronny Marjen ditunjuk sebagai ketua panitia. Sedangkan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika, Yohana Paliling sebagai wakil ketua.
Kata Yonathan, jika sudah ada indikasi uang palsu, maka besar kemungkinan bukan terjadi hanya di satu titik saja, melainkan sudah tersebar di mana-mana. Oleh karena itu, masyarakat diminta agar lebih teliti dan selalu waspada terhadap peredaran uang palsu tersebut.
"Karena masih banyak masyarakat yang tidak mau memeriksakan kesehatannya, dengan alasan tidak ingin mengetahui penyakitnya, bagi mereka lebih baik tidak tau penyakit dari pada tau akibatnya jadi stress, tapi sebenarnya justru memeriksakan kesehatan lebih dini akan lebih baik untuk mencegah terjadinya penyakit -penyakit berbahaya," jelasnya.
Penandatanganan perjanjian ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo; Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Luky Alfirman, serta Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra. Acara ini berlangsung di Kantor BPKAD Biak, dan dilakukan secara daring melalui zoom meeting
Pj Bupati, Marthen Kogoya dalam sambutannya mengatakan, kesuksesan pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 menunjukkan kedewasaan berpolitik seluruh masyarakat Kabupaten Tolikara. Keberhasilan agenda besar tersebut juga tidak terlepas dari penyertaan Tuhan dalam seluruh tahapan Pilkada.
Mantan Aggota DPRP Papua tersebut menjelaskan, langkah-langkah yang dilakukan dalam rangka mengurai banjir yang terjadi tersebut dengan menormalisasi irigasi yang ada di wilayah tersebut. ‘’Ada sungai besar yang ada di belakang kampung itu yang memang harus dinormalisasi,’’ katanya.
Dalam kunjungan hari kedua ini, rombongan menyambangi sejumlah sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK. Beberapa sekolah yang dikunjungi di antaranya SMA Negeri 1 Numfor Barat, SMP Negeri 1 Numfor Barat, SMP Negeri 2 Numfor Barat, SD Inpres Serbin, dan SD YPK Namber.
"Saya ini belum tahu secara pasti pelaksanaan MBG itu teknisnya seperti apa, ini saja baru tahap sosialisasi, bahkan kami belum ada informasi secara langsung kapan pelaksanaannya, berapa dapur umumnya, karena masih tahap sosialisasi," katanya kepada Cenderawasih Pos