Untuk program padat karya ini Pemerintah Kota Jayapura mendapatkan alokasi anggaran dari DPA Dinas Tenaga Kerja sementara untuk pelatihan bersumber dari dana otonomi khusus dan dana alokasi umum Pendidikan.
Pelatihan tersebut, berlangsung mulai Senin 15-18 Januari 2024 mendatang di Jayapura. Dengan menghadirkan 2 orang narasumber yakni Ketua IDI Kota Jayapura dr. Hartono dan Ketua IBI Papua Dionesia Pri Utami.
"Kami menginisiasi pelaksanaan kegiatan penguatan kelembagaan Bunda PAUD dan juga Pokja Bunda PAUD serta pelatihan terhadap pelatih untuk penanganan anak-anak stunting, penanganan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus dan lain sebagainya,” ungkap Bunda PAUD Kota Jayapura, Maria Yuvita G. Pekey, Senin (18/12).
Tentunya ini akan menjadi bekal untuk memberikan pelayanan pemerintahan yang baik di setiap distrik karena tujuan program Diklat Kepamongprajaan bagi kepala distrik untuk mencetak pamong praja penyelenggara pemerintahan yang kompeten, handal, profesional dan berwawasan nusantara.
Aspek fisik berkaitan dengan lokasi pemindahan atau penyaluran produk, sementara aspek non fisik berkaitan dengan pengetahuan penjual mengenai apa yang diinginkan oleh konsumen.
Kegiatan pelatihan terkait peningkatan kapasistas atau keahlian untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, gencar di lakukan oleh Kementerian Sosial melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) di Abepura. Selain pembuatan VCO, juga ada pelatihan pembuatan keramik.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, Wicklif Tegai mewakili Pj Bupati Jayapura Triwarno Purnomo mengatakan, Diklat Kepamongprajaan bagi kepala distrik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura tahun 2023 sangat penting, karena ini untuk memberikan output yang baik, untuk meningkatkan kapasitas setiap kepala distrik dalam memberikan pelayanan kepada publik.
“Dalam hubungan ini, Diklat prajabatan dan orientasi mempunyai arti yang cukup penting dan mendasar. Karena penyelenggaraan Diklat ini secara nasional dimaksudkan untuk memberikan pengembangan sumber daya manusia dengan mengacu kepada standar kompetensi agar mampu mengoperasionalkan pekerjaan secara efektif dan efisien untuk terwujudnya penyelenggaraan "goodgovernance",” ucap Derek.
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua Jan Jap Ormuseray (JJO) mengatakan, melalui kegiatan itu pihaknya berharap masyarakat di kampung-kampung bisa bangkit dari sisi ekonomi. Artinya output dari pelatihan itu bisa memberdayakan ekonomi masyarakat di kampong, yang kemudian bisa mengarah pada kehidupan yang lebih sejahtera.
Seperti yang diceritakan oleh Ketua Kelompok Perajin Gerabah Tradisional, Titian Hidup Kampung Abar, Kabupaten Jayapura, Naftali Felle. Mereka membuat gerabah sejak tahun 2008 silam. Gerabah yang diproduksi selama ini hanya terdapat dua jenis, diantaranya sempe belanga (Mangkuk ukuran besar) dan juga pot bunga rias.