Mengambil start di Terminal Tipe A Entrop Kota Jayapura, jalan santai dibuka langsung oleh Kepala BPTD kelas II Papua, Endy Irawan. Para peserta menempuh kurang lebih jarak sejauh 2,5 km, mulai dari, Terminal Tipe A Entrop - PTC - Putaran PTC atau Simpangan tiga belok kanan - Jln Balai kota bagian bawah - dan kembali ke Terminal Tipe A Entrop.
Pj Walikota Jayapura Christian Sohilait dalam sambutannya mengatakan, suatu daerah akan berkembang pesat dan maju apabila SDM atau sumber daya manusianya berkualitas. Karena itu dia mendorong anak-anak di Kota Jayapura supaya tetap termotivasi untuk belajar agar menjadi pribadi yang berkualitas dari sisi sumber daya manusianya.
Penyebabnya adalah kelelahan akibat teriknya cuaca termasuk rute yang cukup jauh dan menanjak. Tak sedikit peserta gerak jalan khususnya di tingkat Sekolah Dasar yang pingsan saat sampai di titik finish, Taman Imbi.
Dijelaskan, dengan adanya sosialisasi kepada pelajar dan mahasiswa, maka mereka nanti harus mampu mengembangkan dirinya, sekaligus mampu melewati segala bentuk tantangan dalam proses menuju masa depan.
Konotatif karena jembatan di atas Sungai Cikaso itu akses penghubung utama yang menjadi gantungan antara Kecamatan Lengkong dan Kecamatan Jampang Tengah, Sukabumi, Jawa Barat. Denotatif karena anak-anak dari Lengkong sejak Juni lalu, setelah satu sling jembatan rusak, benar-benar bergantung ketika menyeberang.
Terkait hal ini, Kepala BNNK Jayapura Arianto tidak tinggal diam, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi bahaya Narkoba dan melawan Narkoba di Kabupaten Jayapura yang diberikan kepada pelajar SMP dan SMA sederajat.
Satu di antaranya sudah asyik memetik senar gitar. Memainkan nada intro lagu berjudul ‘Untuk Perempuan yang Sedang di Pelukan’. Intro lagu tenar milik grup musik Payung Teduh (kini bernama Parade Hujan) itu dimainkan oleh Raditya Abrar.
Sebelum pemeriksaan, diawali dengan sosialisasi tentang HIV-AIDS karena berdasarkan data siswa dan mahasiswa yang terinfeksi HIV per Mei 2024 149 orang terinveksi (data kulumatif) dengan rincian 37 siswa dan dan 69 mahasiswa. Untuk itu, perlu ada langkah pencegahan guna menekan peningkatan laju pengidap HIV-AIDS di kalangan tersebut termasuk tenaga pendidik.
Ia juga meminta Ikami jangan dijadikan rumah kedua melainkan harus bisa menjadi pertama. “Ini waktu untuk membangun organisasi,” ucapnya. Ketua KKSS Kota Jayapura, Junaedi Rahim menyampaikan bahwa dirinya berharap ke depan pemimpin KKSS adalah sosok dari Ikami.
Meski jumlah pendaftar membludak, namun proses penerimaan peserta mengacu pada syarat utama, yaitu persyaratan jalur Zonasi, Jalur Afirmasi, Jalur Prestasi, Jalur mutasi, atau perpindahan tugas.