Selain itu untuk mengantisipasi persoalan-persoalan semacam itu sebenarnya pihaknya juga sudah membentuk  tim percepatan penanganan tindakan kekerasan di sekolah-sekolah. Bahkan tim ini, di-SK-kan oleh Walikota Jayapura, di mana di dalamnya berkolaborasi antara pihak kepolisian Dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan keluarga berencana kota Jayapura.
Kapolsek Abepura, Kompol Komarul Huda, menjelaskan bahwa tawuran tersebut berawal karena adanya aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh beberapa siswa dari SMA YPPK Taruna Dharma kepada salah satu Siswa SMK N 3 Jayapura berinisial (R) Jurusan Geomatika
  Hal itu diungkapkan Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Dr. Victor D. Mackbon, melalui Kasat Reskrim AKP I Gde Ditya Krishnanda, Minggu (13/10) sore. Kasat Reskrim menerangkan, pihaknya intens melakukan penyelidikan dan pengungkapan kasus Curanmor di Kota Jayapura lantaran peristiwa pencurian motor kian meresahkan masyarakat.
Koordinator Divisi Pencegahan dan Parmas dan Humas, Yofrey Piryamtan Kebelen, mengatakan sosialisasi tersebut untuk mengajak pemilih pemula mengambil bagian dalam menyukseskan Pemilukada di Provinsi Papua.
Upaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih dari penyalahgunaan Narkoba, sekolah-sekolah di Kota Jayapura dan Papua pada umumnya terus bersinergi bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua.
Dandim Letkol Inf Johny Nofriady mengatakan, apel Danramil dan Babinsa ini dilaksanakan sebagai sarana komunikasi secara langsung dari pimpinan kepada anggota dan untuk menyamakan persepsi maupun kebijakan dari Komando Atas sehingga tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab.
 Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Jayapura Abdul Majid menjelaskan, Bantuan Operasional Sekolah dari Pemkot Jayapura itu diberikan dalam rangka untuk menunjang dan mengawal angka partisipasi sekolah dari masyarakat asli Papua terutama di jenjang TK Paud SD SMP SMA dan SMK di mana lokasi anggaran itu didanai melalui dana otonomi khusus.
Kapolres Keerom AKBP Christian Aer melalui Kasat Reskrim Polres Keerom, Iptu Jetny L Sohilait mengatakan penemuan jenazah korban berawal dari informasi dua orang saksi berinisial LY (32) dan CW (41) dimana saksi pertama pada pukul 08.00 WIT sedang mencuci perabotan dapur bersama saksi kedua dan melihat korban melintas menuju lokasi kejadian.
 Penyuluhan Kamtibmas dari Sat Binmas Polresta Jayapura Kota itu menyasar terhadap para pelajar yang duduk di bangku sekolah jenjang SMA. Karena para pelajar telah memasuki rentang usia masa kenakalan remaja.
Adanya seks bebas ini di kalangan pelajar tersebut, lanjut dia, karena dipengaruhi bebereapa faktor diantaranya gaya hidup dan tuntutan hidup. Sebagian dari anak-anak jaman sekarang tersebut mau ikut trend, sementara tidak sesuai dengan kemampuan ekonomi orang tuanya. Ada juga yang karena tuntutan hidup sementara dia sendiri jauh dari keluarga.Â