Polda Papua mengklaim jika tidak semua warga yang ada di wilayah Kabupaten Pengunungan Bintang mengungsi ke Jayapura, pasalnya saat ini pihaknya telah berupaya untuk mengelola situasi kamtibmas di Wilayah tersebut dengan baik supaya warga yang ada di Oksibil tak ketakutan.
Setelah dua pekan dipusingkan dengan aksi teror yang dilakukan TPN OPM Kodap XXXV Bintang Timur, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang akhirnya pada Senin (16/1) kemarin menggelar apel perdananya.
TNI-Polri akan melakukan tindakan tegas terukur. Hal ini menyusul dengan gangguan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.
Selama dua hari belakangan ini sudah ratusan warga Nusantara di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, memilih mengungsi ke Jayapura. Mereka memilih mengungsi lantaran daerah tersebut saat ini dalam kondisi tidak aman akibat adanya aksi kriminal yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata.
Kondisi keamanan di Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang yang belum sepenuhnya kondusif mendorong sejumlah warga non orang asli Papua mengungsi. Mereka memilih berangkat ke Jayapura sambil menunggu situasi aman kembali.
Peringatan terakhir akhirnya disampaikan Danrem 172/PWY Brigjend TNI J.O Sembiring. Jenderal bintang satu yang akrab dengan wartawan ini menegaskan bahwa KST diingatkan untuk segera menyerahkan diri atau harus ditindak tegas.
Aksi brutal dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Pegunungan Bintang. Kelompok yang diduga di bawah komando, Ati Mimin Kodap XXXV Bintang Timur ini kembali berulah. Setelah sebelumnya membakar tower satelit Telkom, kini kelompok pecahan Lamek Taplo itu kembali menyerang wilayah Oksibil pada Senin (9/1) kemarin.