Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jayapura, Theopilus H. Tegai, menegaskan pentingnya penataan dan pembenahan pasar sebagai upaya meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memperbaiki waja
"Di setiap lokasi yang dikunjungi, petugas kita (BBPOM di Jayapura) secara saksama memeriksa tanggal kedaluwarsa (expired date) pada berbagai produk pangan. Mereka memastikan tidak ada produk yang sudah melewati batas ko
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P Helan, melalui Kasat Reskrim AKP Alamsyah Ali menyampaikan bahwa pengecekan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga maupun praktik penimbunan b
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, yang menyampaikan bahwa pasar terapung merupakan konsep baru yang dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat sekaligus mend
Ia menegaskan, pemantauan dilakukan agar tidak terjadi kekosongan stok menjelang hari raya yang dapat memicu gejolak harga di pasaran. Dirinya berharap distribusi bahan pokok berjalan lancar dan mampu menjawab kebutuhan
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Jayapura, Alberto Itaar, menyampaikan bahwa kegiatan pasar murah akan segera dimulai. Lokasi perdana direncanakan berlangsung di depan Hotel Zip Azana, Kota Jay
Sidak tersebut dilakukan bersama Kapolresta Jayapura Kota, Ketua Pengadilan Negeri Jayapura, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kepala Disperindag Kabupaten Jayapura, Theopilus H. Tegai, mengatakan pembenahan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Pasar Pharaa Sentani menjadi prioritas karena merupakan satu dari sembilan pasar yang dikelola
Kegiatan ini bertujuan untuk memantau langsung harga kebutuhan pokok serta memastikan stok pangan tetap aman selama Ramadhan. Asisten II Setda Kota Jayapura, Abdul Majid, menjelaskan bahwa sidak tersebut merupakan bentuk
Jeck menjelaskan, pemerintah distrik telah menggelar pertemuan dengan seluruh pihak terkait, mulai dari perwakilan pedagang, pemilik hak ulayat, hingga keluarga adat dari Yahim dan Yoboi, guna membahas persoalan lahan se