Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap sudutnya, aktivitas berlangsung tanpa jeda. Deretan mama-mama menjual sayur segar, ikan laut dan ikan danau tersusun di para-para sederhana, s
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan bahwa kebijakan penertiban tetap berjalan, namun dengan pendekatan yang lebih humanis. Warga yang sebelumnya tinggal di dalam
Pasar rakyat yang berdiri megah ini diresmikan pada 15 Agustus 2018. Dengan anggaran fantastis mencapai Rp25 miliar dari APBN (Rp15 miliar dari APBN induk dan Rp10 miliar dari APBN perubahan), Pasar Entrop dirancang seba
Menurutnya, penataan kembali pasar sangat penting agar fungsi utama sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan baik. Ia menilai selama ini kondisi pasar sudah jauh dari tujuan awal pembangunan, sehi
Aksi bersih ini merupakan tindak lanjut dari operasi penertiban yang sebelumnya dilakukan Pemerintah Kota Jayapura di Pasar Entrop. Seluruh area pasar akan dibersihkan sebagai bagian dari upaya penataan ulang kawasan ter
Tepat di jalan masuk pasar Induk Youtefa, tepatnya setelah SMK Negeri 5 Jayapura dari arah Abepura genangan air yang selalu menutupi sebagian badan jalan utama. Diketahui, kondisi ini disebabkan karena drainase di daerah
“Beda jauh dari tahun-tahun sebelumnya kami bisa untung jutaan setiap hari, ini jangankan Rp 100 ribu, berharapan ada jualan yang laku terjual saja kami duduk dari pagi sampai sore,” terangnya.
Penertiban tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Abisai Rollo bersama Wakil Wali Kota Rustan Saru, dengan melibatkan aparat Satuan Polisi Pamong Praja, serta dukungan TNI dan Polri. Kegiatan itu menyasar seluruh area
Hampir di setiap los ditemukan perlengkapan rumah tangga seperti tempat tidur, dapur, hingga peralatan mandi. Bahkan, sejumlah lorong pasar turut disulap menjadi dapur umum dan kamar mandi. Kondisi ini menunjukkan bahwa
Seorang pedagang di Pasar Youtefa, Sulastri (53) menyebut, harga cabai rawit kini berangsur turun dari sebelumnya Rp 180 ribu per kilogram menjadi Rp 140 ribu per kilogram. Kemudian cabe hijau dan merah panjang masih sta