Thursday, April 3, 2025
27.8 C
Jayapura
- Advertisement -spot_img

TAG

NOKEN

Nasib Noken Tak Sama Dengan Batik

Mungkin satu sisi karena peringatan noken kali ini bersamaan dengan momentum pilkada sehingga gaungnya tak terdengar akan tetapi menurut Wiga situasi ini bukan hanya terjadi sekarang dari dulu peringatan hari noken selalu hanya diatas kertas. "Kita lihat selasa kemarin jangankan masyarakat, pegawai di pemerintahan saja mereka tidak merayakan hari noken ini, baik dengan menggunakan noken atau ataupun acara ceremonial tampak hampir tidak terdengar," ujarnya, Rabu (5/12).

Perlahan ASN Mulai Tak Peduli Soal Noken

Pj Gubernur Papua, Ramses Limbong berharap tradisi menggunakan noken bisa dipertahankan sebagai budaya lokal khususnya Provinsi Papua. “Saya mengajak seluruh masyarakat Papua untuk peduli terhadap budaya sendiri, menghargai dan diaplikasikan dengan cara gunakan itu (noken-red),” ucap Ramses kepada Cenderawasih Pos, Rabu (4/12).

Sedari Pagi Hingga Larut, Pejuang Budaya Justru Terpajang di Pinggiran Jalan

Iapun pulang melaporkan tentang kabar bahagia tersebut dengan harapan ada perhatian lebih yang bisa dilakukan pemerintah Provinsi Papua terkait  noken mendapat pengakuan dunia. Ada banyak upaya yang sudah dilakukan namun Titus mengaku ekspektasinya terlalu tinggi. Awalnya ia cukup yakin karena setahun kemudian dilakukan peletakan batu pertama pembangunan galeri atau museum noken di Taman Budaya Expo Waena.

Noken Jadi Kebanggaan yang Tak Terawat

Penganggas Noken Unesco Titus Pekei, mengatakan, hari Ulang Tahun Noken Unesco perlu terus dirayakan, untuk mengingatkan masyarakat Papua akan nilai warisan budaya yang perlu terus dilestarikan. Dengan terus merayakan setidaknya mengingatkan masyarakat untuk selalu mencintai noken dan memberi tempat bagi kehidupan bagi para perajutnya.

Harus Ada Regulasi Khusus Lestarikan Warisan Budaya

Hanya digunakan ketika ada harinya atau momennya. Selebihnya cukup dipajang dan mengatakan diri peduli. Harusnya semua asesoris budaya tersebut dilestarikan dan dikelola secara tepat melalui upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan dalam rangka memajukan kebudayaan nasional untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Kebangaan Terhadap Noken Mulai Pudar

Akibatnya masyarakat terutama anak-anak muda Papua cenderung hanya melihat noken sekedar sebuah benda biasa, atau sekedar sebagai souvenir khas Papua. Padahal secara filosofi noken memiliki nilai sosial budaya yang terkandung di dalamnya. Nilai tersebut merupakan sebuah rangkaian yang mengambarkan budaya orang Papua secara utuh mulai dari hulu sampai ke hilir.

Dorong Generasi Muda Pahami Nilai Sejarah dan Noken Sebagai  Warisan Dunia 

   Seperti salah satu siswa SMP Papua Kasih, Gregorian Anjelo. Ia termasuk salah satu dari sekian siswa yang berhasil merajut noken meskipun hasilnya baru setengah jadi. Namun pada acara tersebut Anjelo sapaan akrabnya menerima penghargaan dari panitia.

Puluhan Noken Rajutan 200 Pelajar dan Mahasiswa Dipamerkan

  "Nomase ini mencakup tiga kegiatan, pertama itu kami lakukan sosialisasi ke setiap sekolah, setelah itu masing masing sekolah belajar merajut noken, dan kegiatan terakhir hari (senin red) yaitu pameran hasil rajutan mereka," jelasnya.

2.023 TPS di Papua Tidak Gunakan Sistem Noken    

   Steve Dumbon mengatakan bahwa pada Pemilu 2024 sempat ada informasi TPS yang menggunakan sistem noken. Namun, setelah didatangi TPS tersebut, tidak ditemukan. Pemilih tetap mendatangi TPS dan memilih. Akan tetapi, karena membawa anak dan ikut mencoblos, diputuskan pemilihan ulang di TPS tersebut.

Noken Bukan Tentang Tas Tapi Tentang Nilai Budaya

Noken merupakan tas unik tradisional Papua yang terbuat dari serat kulit kayu seperti kayu pohon nenduam, pohon nawa, atau anggrek hutan, serta beberapa kulit kayu lainnya yang digunakan sebagai bahan dasar noken.

Latest news

- Advertisement -spot_img