Nilai -nilai budaya dan bahan yang digunakan dalam membuat noken ini membuat rajutan tersebut diakui dunia, sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO pada 4 Desember 2012, Penetapan ini dilakukan dalam sidang Komite An
Usai Noken ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda, Melalui jajaran Kementerian teknis, pemerhati budaya serta pemerintah provinsi Papua, diwajibkan melapor seluruh program kerja dan pelestarian serta pengembangan No
Plt. Sekda Kabupaten Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi, menjelaskan bahwa noken bukan hanya sekadar tas tradisional, tetapi simbol budaya yang harus terus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi penerus.
Tak kalah penting noken mengukuhkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam noken. Selain itu juga, hari noken menurut guru besar itu juga menjadi momen refleksi tentang bagaimana warisan ini menginspirasi perubahan posi
Tak hanya itu, pemerintah juga nampaknya lupa dengan kebijakan lama dimana setiap hari Kamis adalah hari wajib noken. Kesini-kesini kebiasaan menggunakan noken juga dilupakan. Pemerintah dan masyarakat kembali menggunaka
Dengan diakui dunia, identitas ini tidak lagi hanya dikenal secara lokal. noken menjadi penanda bahwa budaya Papua hidup, berharga, dan memiliki tempat dalam peta kebudayaan global. Titus memberi beberapa catatan terkait
Mereka berdiri berbaris, ada yang melambaikan tangan, ada pula yang sibuk mengabadikan momen dengan ponsel seadanya. Namun semua sepakat, hari itu bukan hari biasa. Wapres datang untuk meninjau dua program penting: Makan
Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Yalimo Ny. Retno Rumiati Yando yang membuka kegiatan ini mengatakan bahwa kegiatan pelatihan pembuatan busana noken bagi anggota DWP Kabupaten Yalimo dalam rangka mendukung visi mi
Staf Ahli Bupati Jayawjaya Ludya E Logo, S.STP, M.Si menyatakan Pemerintah Daerah mengapresiasi tiga denominasi Gereja yang ada di wilayah ini yakni Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) d
Pedoman kurikulum ini, hasil dari sebuah kegiatan, akan diterapkan mulai tahun ajaran 2026. "Kabupaten Biak dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki jumlah SLB terbanyak di Papua ada 3 SLB dari 7 SLB di Papua,"uca