Ia menerangkan, selama ini, sebagian besar nelayan di Papua masih berstatus nelayan tradisional. Pola melaut yang dilakukan umumnya bersifat harian, seperti berangkat pada malam hari dan kembali pagi hari, atau berangkat
Pagi menjelang siang sekira pukul 10.30 WIT, Cenderawasih Pos menyusuri Pantai Lampu Satu Merauke. Pantai Lampu Satu Merauke selain dikenal sebagai tempat untuk melepas lelah di sore hari untuk menikmati panorama sunset
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Jayapura Abdul Nasir, mengatakan beberapa pekan ini terjadi cuaca buruk yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran di wilayah perairan Papua.
“Dimateri pemaparan beliau (Presiden Prabowo), sempat ditampilkan Kampung Kalamo sebagai bagian dari program seribu kampung nelayan, dan Kampung Samber Binyeri di Kabupaten Biak Numfor dicontohkan berhasil. Tentu kami ka
Dalam arahannya di hadapan seluruh kepala daerah se-Indonesia, Presiden Prabowo menekankan pentingnya modernisasi sektor perikanan untuk menyentuh kehidupan 12 juta nelayan di seluruh tanah air. Presiden menegaskan bahwa
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura, Heri Purnomo, S.Si, mengatakan bahwa peningkatan tinggi gelombang dan kecepatan angin di perairan Papua dipicu oleh pertumbuhan siklon tropis yang terjadi secara ber
Prakirawan BMKG V Jayapura, Silas Leonardus Weyai, menjelaskan bahwa berdasarkan prediksi Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura, informasi cuaca dan tinggi gelombang di perairan utara Papua berlaku untuk tiga hari
Kondisi laut yang tidak bersahabat ini membuat para nelayan memilih untuk mengamankan aset mereka daripada memaksakan diri turun ke laut. "Angin sangat kencang dan gelombang di tengah cukup tinggi, sangat berisiko untuk
Humas SAR Jayapura, Silvia Yoku, menyampaikan bahwa operasi pencarian resmi telah dihentikan. Ia menjelaskan, keputusan penutupan dilakukan setelah seluruh prosedur pencarian maksimal dilaksanakan sesuai standar operasi
Agus Salim dan Sa’di berangkat dari Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Hamadi menggunakan satu unit perahu fiber bermesin ganda. Bekal yang mereka bawa pun sederhana beras, mi instan, dan telur. Bekal itu, menurut Nurul, me