Dia mengatakan, beberapa tempat di Kota Jayapura menjadi daerah yang sering dilanda bencana terutama banjir dan tanah longsor. Meskipun belakangan ini Pemkot Jayapura juga terus meningkatkan kewaspadaannya dengan melakukan upaya-upaya pencegahan terhadap dampak cuaca buruk yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu di wilayah kota Jayapura.
Dia menerangkan, dalam pelaksanaannya secara seremonial tutup tahun yang diselenggarakan oleh Pemkot Jayapura itu akan melibatkan masyarakat dan stakeholder terkait yang ada di wilayah pemerintahan Kota Jayapura.
Dari pantauan Cenderawasih Pos di pasar Ikan Hamadi Senin (30/12) kemarin, masyarakat mulai memadati pasar ikan untuk mencari ikan untuk dikonsumsi pada malam pergantian tahun.
Kapolres Jayawijaya AKBP. Heri Wibowo, SIK mengaku jika pihaknya telah menyiapkan 150 personil gabungan untuk melakukan pengamanan malam pergantian tahun di tugu salib Wamena, sebab ini menjadi bagian dari operasi lilin cartenz 2024 yang masih terus berjalan.
“Saya sudah perintahkan para Kapolres dan Kapolsek, bersama rekan-rekan TNI dan instansi terkait agar aktif melakukan imbauan dan pencegahan. Bila perlu lakukan penegakan hukum bagi yang adakan pesta-pesta miras yang berpotensi terjadinya konflik atau bentrok fisik,” pintanya.
Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay mengimbau, masyarakat tidak boleh terlalu bereuforia merayakan malam pergantian tahun baru, dengan cara konvoi dengan kendaraan di jalan dengan menggunakan knalpot rising atau bising, karena ini bisa menggangu kenyamanan pengendara lainnya, kemudian tidak boleh mengkonsumsi minuman keras jika tidak terkoneksi maka bisa menyebabkan aksi kriminal.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Rizky Mochamad mengingatkan masyarakat untuk tetap tertib memanfaatkan tenaga listrik guna mencegah bahaya kebakaran akibat korsleting. Dengan instalasi kelistrikan di rumah yang aman, masyarakat bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
ASN setelah masuk kantor di awal tahun 2025 harus fokus dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kedisiplinan dan semangat fokus dalam bekerja melayani masyarakat di semua Perangkat Daerah (PD).
Plt Direktur RSUD Jayapura, dr Aaron Rumainum mengatakan ratusan tenaga medis itu bersiaga sejak 23 Desember hingga 6 Januari 2025. Mereka menghandel tenaga medis lainnya yang sedang merayakan Natal.
"Kami minta masyarakat yang saat ini sedang mengungsi, segera kembali ke tempat tinggal masing masing," imbuhnya. Ia juga meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang, memberikan perlindungan dan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi. Serta ciptakan kondisi yang aman dan kondusif bagi masyarakat sehingga mereka bisa kembali ke kampung halaman, dengan rasa nyaman.