Natal bersama ini dihadiri sejumlah pastor degan selebran utama Uskup Agung Merauke Mgr Petrus Canisius Mandagi dengan mengambil tema nasional Kemuliaan Bagi Allah dan Damai di Bumi dengan sub tema bangkit dan bergerak untuk keluarga, gereja, bangsa dna tanah air (pro familia ecclesia et patria).
Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC membawakan renungan sekaligus berkat perutusan atau penutup. Uskup Mandagi memberi apresiasi karena Natal tersebut tidak hanya dihadiri umat Kristiani tapi juga umat Muslim, yang menurut Uskup bahwa itu menandakan Umat Muslim menghargai orang Kristen beribadah.
Uskup Agung Merauke Mgr Petrus Canisius Mandagi, MSC, yang memimpin dan membawakan renungan pada natal terkait dengan kelahiran Yesus Kristus, dimana para gembala di padang gurun yang pertama mendapatkan kabar suka cita tentang kelahiran Yesus Kristus tersebut.
Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC menyampaikan terima kasih kepada Pj.Gubernur Papua Selatan yang telah membantu melancarkan jalannya open house tersebut dimana diketahui telah memasuki tahun 2024 sehingga menyambut tahun baru ini yaitu dengan penuh harapan yang baik.
Setelahnya pada 1 Januari 2024 merupakan libur tahun baru Masehi dan Rabu 3 Januari kembali masuk kantor pada pukul 07:30 WIT. “Diminta kepada para ASN untuk mengikuti ketentuan yang berlaku tanpa menambah waktu libur semaunya,” imbaunya.
Kapolres Mappi AKBP Yustinus S. Kadang, S.Sos., M.Si mengatakan, kunjungan yang dilakukan untuk mempererat silahturahmi sekaligus menyerahkan bingkisan natal dari Kapolda Papua kepada para tokoh agama dan warga yang akan merayakan hari raya natal.
Pada pelaksanaan kegiatan patroli dialogis yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Puncak Jaya Kompol R. Ahmad Hari Junianto, S.Kom, selain melintasi jalur-jalur utama yang dianggap rawan akan gangguan Kamtibmas para personel juga menyambangi tempat ibadah Gereja untuk memastikan pelaksanaan Ibadah Minggu Pagi berjalan dengan aman serta berkoordinasi terkait persiapan Ibadah Malam Kudus maupun Ibadah Natal.
"Ini kita lakukan untuk saling mendekatkan diri. Tujuannya, ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan l terjadi dengan warga binaan maka kita bisa dengan mudah melakukan komunikasi maupun kordinasi dengan keluarganya," katanya.
"Untuk itu mari kita bersama-sama menjaga situasi yang aman dan damai dalam peristiwa kedukaan ini untuk tidak terjadi hal-hal yang mengganggu ketentraman umum,"ungkap, Rabu (27/12) kemarin.