Nathan mengatakan PTFI akan terus mendukung berbagai program pemerintah, termasuk memberikan bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban para warga terdampak bencana.
Slogan PaSTi NoKen merupakan singkatan dari Para-para SDGs Timika No Komen. Slogan ini memiliki makna filosofis dari kearifan lokal Papua, yaitu “Para-Para” yang berarti membicarakan segala hal menyangkut tujuan bersama guna memberikan manfaat bersama, serta menjadi komitmen bersama.
Kapolres Mimika AKBP I Gede Putera melalui Kabag OPS Polres Mimika, AKP Sachuri menerangkan, pengamanan akan dilakukan mulai dari rangkaian pawai ta’aruf nanti saat seluruh kontingen tiba di Timika hingga selesai pelaksanaan MTQ.
“Pencarian yang telah memasuki hari ke 5 tersebut Tim SAR gabungan menggunakan 2 unit perahu karet dan 1 unit RIB 400 PK telah melakukan pencarian di lokasi yang dicurigai terdapat korban sesuai SARMAP PREDICTION yang dikirimkan oleh BCC (Basarnas Command Center)
Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan ibu-ibu GOW sebagai upaya agar orang tua dapat membimbing putera-puterinya untuk mempersiapkan diri sebagai calon pengantin dalam merencanakan kehidupan pernikahan dan mampu menurunkan prevalensi stunting.
Memulai sambutannya, Johannes menyebutkan bahwa ada dua peristiwa yang kiranya tidak terlepas pisahkan dari peringatan Hari Raya Idul Adha. Yakni, ibadah haji dan kurban.
Bupati Mimika, Johannes Rettob mengungkapkan, lembaga-lembaga yang menyoroti proses mutasi jabatan di Mimika diantaranya adalah Badan Kepegawaian Negara (BKN), Menpan-RB, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Ombudsman, Kantor Staf Presiden (KSP) hingga Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Diketahui, itu merupakan SK ribuan tenaga guru dan tenaga kesehatan yang telah lolos tes pada tahun 2023 lalu. Rettob menjelaskan, sekitar 1.700 tenaga kesehatan dan lebih dari 500 tenaga guru ini hingga kini belum jelas nasibnya akibat keterlambatan SK.
Bambang kepada awak media menyebutkan ada pemberitaan yang beredar di media massa dan disebarluaskan melalui WhatsApp Grup bahwa Bupati Mimika mengumpulkan Kelompok Kerja (Pokja) untuk mengkondisikan hal tersebut.
Oleh karena itu, pihaknya bergerak cepat dengan mengerahkan 2 unit alat berat berupa Excavator, 4 unit Articulate Dump Truck, 1 unit Wheel Loader dan 1 unit alat Grader beserta kru untuk melakukan perbaikan jalan, tanggul, normalisasi sungai serta perbaikan tanggul penahan jembatan Agawagom yang mulai tergerus air sungai.