Mewakili PSW YPK, Nekad Ngilewane yang juga mantan Kepsek SMA YPK Merauke menjelaskan, menjadi kepala sekolah itu hal yang biasa. ‘’Jadi tidak perlu orang mempertahankan, saya harus menjadi kepala sekolah seumur hidup. Orang yang dibesarkan dalam organisasi pengkaderan pasti sangat memahami hal itu,’’tandasnya.
Salah satunya di Kabupaten Merauke. Ini karena lahan pertanian di Papua, khususnya Merauke masih sangat luas, sangat yang memungkinkan untuk pengembangan jagung tersebut.
Tak sampai di situ, Kompol Clief dan istri juga menyempatkan diri mengunjungi personel Batalyon D Pelopor yang tergabung dalam Satgas Ops Damai Cartenz Tahun 2022 di Kabupaten Mimika.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, karena seluruh awak kapal berhasil diselamatkan KM Surya Wijaya. Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji,M.Hum melalui Kasat Polairud Polres Merauke AKP Okto Samosir, SH, saat dikonfirmasi membenarkan, Senin (30/5).Â
Sedangkan penerimaan ekspor dari CPO, lanjut Johanes sampai sekarang belum ada. Pasalnya, PT BIA yang tahun lalu masih melakukan ekspor, namun mulai triwulan III tahun 2021 tidak melakukan ekspor lagi tapi hasil CPO tersebut dikirim secara lokal saja. Â
Aparat keamanan baik dari Kepolisian maupun TNI yang mendapat laporan adanya pemalangan landasan Bandara Mopah Merauke ini langsung mendatangi TKP kemudian melakukan negosiasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita menjelaskan, pada prinsipnya, imunisasi sedang dilaksanakan, kegiatan yang dilaksanakan ini hanya secara simbolis. ‘’Ini hanya secara simbolis. Sebenarnya imunisasi ini sedang dilaksanakan, baik lewat Puskesmas keliling, Puskesmas maupun di beberapa fasilitas kesehatan yang ada,’’ jelasnya.
Bupati Merauke, Drs Romanus Mbaraka, MT, Ketua DPR Kabupaten Merauke Ir. Drs Benjamin Latumahina dan General Manager Telkom Wilayah Papua seusai melakukan pertemuan menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Merauke atas kesabaran dan dukungan dalam proses perbaikan kembali kabel optik yang putus karena kena jangkar kapal.Â
Peserta 71 orang dari 14 pengurus cabang yang hadir dari total 17 cabang di 3 kabupaten, Merauke, Boven Digoel dan Mappi. Konferda ini dihadiri dan dibuka Dewan Pengurus Presidium WKRI Pusat, Justina Rostiawati. Hadir pula Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Merauke, Pastor John Kandam, PR mewakili Uskup Agung Merauke.
‘’Untuk tahun ini, kita siapkan anggaran kurang lebih Rp 8 miliar untuk kita turunkan ke kelompok-kelompok pemberdayaan yang ada di Merauke,’’ kata Bupati Merauke, Drs Romanus Mbaraka, MT, seusai meninjau berbagai hasil kerajinan usaha yang ditampilkan ibu-ibu Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Keuskupan Agung Merauke, Sabtu (28/5).