Sehingga cakap, bijak dan budaya bermedia sosial bisa dimiliki oleh masing-masing individu. “Juga akan lebih baik pelajaran atau literasi digital disetiap jenjang pendidikan lebih masif dilakukan, tak terkecuali disektor informal dan lembaga keagamaan. Ini dibutuhkan kolaborasi semua komponen,” bebernya.
Menangapi informasi tersebut Wakil Kepala Sekolah urusan Kesiswaan SMAN 4 Jayapura Widya Kusmayanti dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa membatasi bermedia sosial sesuai umur sangatlah penting. Menurutnya Guru sebagai figur panutan dan pendidik harus memahami etika bermedia sosial dan mengajarkannya kepada siswa.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkap, telah menandatangani Surat Keputusan (SK) untuk membentuk tim kerja khusus yang akan menggodok kajian mengenai pembatasan tersebut. Termasuk aturan lain terkait perlindungan anak di ruang digital.
Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota, AKP I Dewa Gede Ditya Krishnanda menjelaskan bahwa kasus ini berawal dari perkenalan antara pelaku, berinisial RW (22) dan korban, sebut saja Mawar lewat media sosial (Medos). Dari perkenalan ini keduanya nampak intens saling berkomunikasi.
Ia juga mengaku selama pelaksanaan debat publik di lakukan di Wamena, untuk keamanan juga tidak menjadi masalah karena pelaksanaannya aman terkendali tak ada hambatan dan gangguan, oleh karena itu dalam debat kandidat ke II ini KPU menggunakan semua media elektronik, online, media massa, hingga media sosial seperti Youtube, X, Facebook, Instragram dan lainnya.
Kakanwil Kemenag Provinsi Papua, Pdt Klemens Taran, S.Ag., melalui semua kepala bidangnya di Kemenag provinsi Papua mengklarifikasi terkait beredarnya iklan yang menawarkan bantuan dana pembangunan untuk sekolah dan gereja tersebut di Papua tersebut.
Berhasilnya TikTok di kategori aplikasi video pendek membuat kompetitornya rela mengikuti langkah serupa. Contohnya YouTube yang dulu hanya fokus pada video berdurasi panjang. Kini, YouTube punya Shorts yang memberikan layanan video pendek dengan format portrait seperti TikTok.
Kapolda Irjen Patrige mengharapkan masyarakat agar jangan mudah percaya dengan informasi hoaks di media sosial (medsos). Berita hoaks yang tidak benar jika disebarluaskan, menurut Kapolda, dapat menimbulkan pertentangan antarsimpatisan pasangan calon tertentu.
Jokowi mengungkapkan, perkembangan pesat dunia digital membawa kemudahan dalam memperoleh informasi. Bahkan, setiap orang kini bisa bertindak seperti wartawan yang melaporkan informasi.
Pimred Harian Yogya, Anton Wahyu dalam pemaparannya mengatakan bahwa jurnalis warga harus berhati-hati dalam menggunakan media sosial dengan tidak ikut menyebarluaskan hoaks. Anton Wahyu dalam pemaparannya mengatakan bahwa jurnalis warga harus berhati-hati dalam menggunakan media sosial dengan tidak ikut menyebarluaskan hoaks.