Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Jayapura Betty Puy, di Jayapura, Senin, mengatakan peran kaum ibu sangat penting dalam penanganan stunting sehingga penguatan kapasitas bagi kaum ibu terus dilakukan.
Kejadian itu berawal ketika sang ibu bersama bersama anaknya berusia 7 tahun mengunjungi kos pelaku den gan tujuan untuk membayar upah. Pelaku diketahui seorang nelayan dan juga tetangga korban dan disitulah terjadi tindakan asusila tersebut.
Justru menurut Guru Besar Ilmu Sosiologi Pedesaan, Uncen Prof. Avelinus Lefaan, MS, kepergian pria kelahiran Mamit Tolikara, Papua Pegunungan itu membawa duka mendalam bagi rakyat Papua. Bagaimana tidak selama 10 tahun menjabat sebagai gubernur ada banyak hal yang Ia kerjakan untuk kemaslahatan masyarakat Papua.
Dia mengatakan, beberapa tempat di Kota Jayapura menjadi daerah yang sering dilanda bencana terutama banjir dan tanah longsor. Meskipun belakangan ini Pemkot Jayapura juga terus meningkatkan kewaspadaannya dengan melakukan upaya-upaya pencegahan terhadap dampak cuaca buruk yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu di wilayah kota Jayapura.
Dia menerangkan, dalam pelaksanaannya secara seremonial tutup tahun yang diselenggarakan oleh Pemkot Jayapura itu akan melibatkan masyarakat dan stakeholder terkait yang ada di wilayah pemerintahan Kota Jayapura.
Dari pantauan Cenderawasih Pos di pasar Ikan Hamadi Senin (30/12) kemarin, masyarakat mulai memadati pasar ikan untuk mencari ikan untuk dikonsumsi pada malam pergantian tahun.
Menurut Awi, selain itu juga meningkatkan pengawasan internal dan eksternal termasuk kerja sama dengan instansi terkait seperti Satpol PP Kota Jayapura untuk menindak setiap pelanggaran. "Kemudian fasilitas dan prasarana pasar kami perbaiki, sehingga menarik lebih banyak pembeli," ujarnya.
Ya, seperti yang diungkap salah satu pedagang di pasar Youtefa Siti Nurjaya, bahwa dia merasakan adanya perbedaan sejak dua tahun belakangan. " Sebelum dua tahun ini, ketika mau natal pembeli datang ke sini membeludak, tapi dalam dua tahun ini seperti hari-hari biasa, memang bisa dikatakan agak turun, kita tidak tahu apa penyebabnya,"ujarnya.
Dia mengatakan, tidak masuknya sebagian besar pegawai Pemkot Jayapura itu disebabkan karena waktu libur panjang yang sangat berdekatan. Dimana setelah mulainya liburan, pegawai diwajibkan kembali masuk kantor pada 30 dan 31. Setelahnya libur kembali dilanjutkan sampai tanggal 5 Januari dan 6 Januari diwajibkan kembali berkantor.
Ahmad salah satu warga yang berdiam disekitar kawasan itu mengaku, cukup khawatir dengan kondisi itu. Apalagi belakangan ini intensitas hujan di kota Jayapura cukup tinggi. "Intensitas hujan belakangan ini cukup tinggi, jadi kami sangat takut juga, kadang hujan dibagian hulu, tiba-tiba muncul banjir,"katanya.