“Jayapura kota jasa dan perdagangan sehingga perlu melihat peluang yang dikembangkan. Ini kota kecil yang terus tumbuh dan kini menjadi kota metro di Papua. Saya melihat pergerakan yang bisa secara massive itu ada pada anak muda dan ini sudah tepat,” kata Kadispar Ekraf Kota Jayapura, Mathias Bentar Mano di Café Titik Temu, Sabtu (2/9) malam.
General Manager (GM) Cluster Hotel Horison Abepura Roy Gabriel mengatakan, pihaknya mengusung tema Barbie lantaran l, tema tersebut sedang viral didunia, dana kecintaan anak-anak dan kaum remaja juga tidak lepas dari Barbie.
"Nanti kami akan pasangkan pengeras suara, melalui pengeras suara itulah kami menghimbau kepada pegunjung wisata untuk menjaga lingkungan pantai," ujarnya.
Ketua PMI Kota Jayapura Rustan Saru mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai Orientasi dan sekaligus pelantikan PMR (Palang Merah Remaja) Tingkat Madya SMP Negeri 1 Jayapura sebanyak 65 Siswa.
Penjabat Wali Kota Jayapura, Dr Frans Pekey mengatakan, pemerintah kota masih menunggu kejelasan pengangkatan CPNS maupun P3K bagi 1200 pegawai kontrak di Pemkot Jayapura.
"Kemarin kami baru mengadakan ANBK. Indikator-indikator yang dikerjakan oleh anak-anak itu ada 4, literasi, karakter, numerasi dan survei lingkungan belajar. Hasil asesmen itu akan tergambarkan di rapor pendidikan tahun depan," kata Nurjana, Jumat (1/9).
"Kalau untuk tahun ini kita sudah mulai, sekarang itu baru estimasi awal yang dikeluarkan dari Kanwil Provinsi Papua, 342 itu baru estimasi. Karena dari tahun 2023, ada penundaan sekitar 142 orang," kata Penyelenggara Haji dan umroh, Kemenag Kota Jayapura, Wawan Satyawan, Jumat (1/9).
Kendati demikian, pelayanan di rumah sakit khususnya di RSUD Jayapura tetap berjalan seperti biasa. Bahkan, beberapa pasien yang datang ke RS Jayapura mengaku belum tahu persoalan yang terjadi.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Robby Kepas Awi mengatakan, melalui kegiatan ini bertujuan untuk menginformasikan kepada para aparat pemerintah di tingkat Kampung mulai, Bamuskam, sekretaris, Kepala Kampung, termasuk kaur di kampung untuk mengetahui tentang bagaimana administrasi kampung.
Setelah pada hari Bhayangkara terpilih sebagai Komandan Upacara di Stadion Gelora Bung Karno, perjalanan Kombes Pol Victor Mackbon tak berhenti disitu. Dari proses seleksi ketat, ia kembali terpilih sebagai komandan upacara 17 Agustus di istana negara.