Kapolsek Jayapura Selatan, AKP Frets Lamahan yang dikonfirmasi menjelaskan kejadian kecelakaan maut ini terjadi Sabtu (9/9) sekira pukul 06.45 WIT di Jl Raya Tobati Pantai Hamadi tepatnya di depan Gudang Enseval Distrik Jayapura Selatan.
Karena itu, Komnas HAM mendorong pemerintah segera mengambil langkah cepat, tepat dan terukur untuk menyelesaikan persoalan ini. Terutama soal Pergub yang perlu ditinjau kembali.
Warga di Kampung Engros sengaja memecahkan kaca dari botol tersebut lantaran kerap terusik dengan aktivitas pesta miras yang dilakukan setiap malam. Jika sudah mabuk biasa terjadi perkelahian sehingga semakin tidak nyaman. Akhirnya warga setempat melakukan bentuk protes dengan membiarkan pecahan kaca ini berserakan begitu saja.
“Memang, lampu jalan di sepajang jalan Holtekamp itu sudah lama mati, tetapi itu bukan menjadi tanggung jawab kami Pemerintah Kota Jayapura untuk lakukan perbaikan,” ucap Nofdy J. Rampi ketika ditemui ceposonline.com di Jayapura, Jumat (8/9) siang.
Namun, meski lebih banyak yang diamankan adalah pelanggar kasat mata, namun bagi pengendara yang biasa mengoperasikan Hp saat berkendara juga bisa ditilang. Ini akan ketahuan setelah dilacak lewat teknologi informasi.
Dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi kejadian , tabrakan yang menyebabkan suara yang cukup keras ini sempat mengagetkan warga yagn ada di sekitar lokasi kejadian. Kecelakaan ini juga sempat menarik perhatian penguna jalan lain yang melintas.
"Ini berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan. Ketiganya telah jadi tersangka dan telah dilakukan penahanan,” kata Kapolres, Kombes Pol Victor Mackbon didampingi Wakapolresta AKBP Deni Herdiana, Kasat Resnarkoba AKP Akhmad Alfian, dan Kasi Humas Iptu M. Anwar saat pers rilis kepada wartawan di halaman Mapolres, Kamis (7/9).
Hanya saja, jago jago dari pria yang sedang dalam ditelusuri ini hanya sebatas daerah kompleksnya. Saat dikejar oleh penjaga kios tersebut ia langsung kabur. Video rekaman CCTV ini sempat ramai dibahas mengingat salah satu korban penjaga kios sempat dilempar dan mengeluarkan banyak darah dari kepala menetes ke wajahnya.
Tubuh pria tanpa baju ini ditemukan di kiri jalan KM 13,7 dan diduga merupakan korban tabrak lari. Ini disampaikan Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon saat ditanya Cenderawasih Pos, Kamis (7/9).
"Karena ini proyek besar, jadi perlu dibuatkan pagar keliling, ini yang nantinya akan segera kita kerjakan sebelum peletakan batu pertama," kata Oscar kepada awak media di Rektorat Uncen, Kamis (7/9).