Sebab, dengan adanya harga bahan bakar minyak subsidi pertalite mengalami kenaikan sehingga tidak ada lagi penjual ecer pertalite yang bisa membeli pertalite dengan mengunakan jerigen di SPBU.
Pangdam saat ditemui menyampaikan kegiatan bakar batu ini merupakan wujud untuk menjalin tali silaturahim pihak Pangdam dengan Masyarakat Papua, dimana Jendral Bintang Dua itu baru saja bertugas di Papua. Sehingga melalui kegiatan ini menjadi momen pengenalan diri bersama warga Papua dari Pegunungan Tengah yang bermukim di Kota Jayapura.
Kepala Rumah Sakit Bahayangkara TK III Jayapura melalui, Kaur Yan Dokpol dr. Annisa R Alkatiry saat dikonfirmasi membenarkan bawha identitas mayat berjenis kelamin Laki laki yang ditemukan di Jembatan Yutefa Rabu (14/9) lalu masih menjadi misteri.
Dalam Rakor ini point penting yang disampaikan Pj Wali Kota Jayapura Dr Frans Pekey, M.Si., yakni Pemerintah Kota Jayapura tetap memberikan perhatian pada semua organisasi wanita se-Kota Jayapura yang terhimpun dalam GOW Kota Jayapura.
Frans Pekey mengatakan, penyerahan KIA, akte lahir dan KK dari Pemkot Jayapura melalui Dukcapil adalah sebagai bentuk pelayanan Adminduk yang diberikan kepada masyarakat.
“Yang saat ini kita dorong adalah edaran Sekretaris Daerah, terkait dengan tarif angkutan, mudah mudahan dalam beberapa hari ini sudah bisa diedarkan ke masing masing wilayah kabupaten/kota,” kata Wondanak saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (21/9)
PKM ini mengambil Topik “Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Peduli Paru Sehat (Madupaseh) Dalam Pencegahan TB Paru Di Kampung Yoka Distrik Heram Kota Jayapura Papua”. Hadir pada kesempatan ini Kepala Kampung Yoka dan sekretaris kampung beserta staf pemerintahan Kampung Yoka.
Selain belum diketahui identitasnya, polisi juga belum mengetahui apa penyebab kematian korban. Apalagi saat ditemukan, ternyata posisinya terbilang rapi alias tak ada TKP yang rusak atau seperti ada bekas perkelahian.
Menurut John Rumansara, S. Ap warga Abepura, penanaman bunga menggunakan ember bekas ini sangat menggangu pemandangan masyarakat di Kota Jayapura. "Awalnya memang terlihat unik, nan indah, tetapi karena menggunakan bahan plastik, pastinya cepat rusak, sehingga semakin kesini justru terlihat kotor," ujar John Rumansara kepada Cenderawasih Pos di Abepura, Selasa, (20/9).
Ketua TP PKK Kota Jayapura Ny. Maria Y, Gobay Pekey mengakui, kegiatan ini bekerjasama antara INDI UGM dan Pemkot Jayapura yang turut melibatkan semua organisasi TP PKK, GOW, DWP dan juga beberapa ibu-ibu bergerak UMKM di bawah pembinaan Disperindagkop dalam pembuatan batik.