Tiga bakal calon presiden (capres) melakukan makan siang bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Senin (30/10). Ketiga bakal capres yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto kompak memakai batik bersama Presiden Jokowi.
”Presiden pernah mengatakan bahwa beliau mendukung ketiga capres demi kebaikan bangsa, nah siang ini (30/10), ketiganya diundang ke istana,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai NasDem Hermawi Taslim kepada wartawan, Senin (30/10).
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan akan tetap loyal pada Presiden Joko Widodo. Hal itu disampaikan Luhut ketika dirinya masih terbaring sakit di Singapura, di tengah-tengah isu yang sempat beredar bahwa ia akan mundur dari jabatannya sebagai Menko Marves.
"Arahnya (kebijakan Jokowi) sudah benar, jangan ragu, jangan plin-plan, harus tegas. Saya tegas, saya akan lanjutkan program Pak Jokowi. Saya tegas mengatakan itu," kata Prabowo saat menyampaikan sambutan dalam Deklarasi Dukungan Relawan Penerus Negeri untuk Prabowo-Gibran di Djakarta Theater, Jakarta, Sabtu (28/10).
Soal perpanjangan jabatan, Puan menegaskan bahwa, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah meminta untuk masa jabatannya diperpanjang menjadi tiga periode.
Hasto menjelaskan komunikasi Megawati dan Jokowi terjalin sejak Jokowi menjadi kader partai yang diusung untuk maju sebagai wali kota Surakarta. Kemudian, PDI Perjuangan juga mengusung Jokowi menjadi gubernur DKI Jakarta hingga menjadi presiden RI selama dua periode.
“Nah ketika kemudian ada permintaan tiga periode, kita tolak. Ini masalah konstitusi, ini masalah bangsa, ini masalah rakyat, yang harus kita tidak bisa setujui," katanya dalam keterangan resminya, Rabu (25/10).
Presiden Jokowi dianggap perlu mempertimbangkan kondisi terkini kesehatan Lukas Enembe yang dirasa semakin parah. Aspek kemanusiaan lantaran jika tetap dipaksakan maka besar kemungkinan kesehatan Lukas Enembe terus memburuk. Karenanya John menyampaikan bahwa sudah waktunya Presiden Jokowi mengeluarkan amnesty untuk Lukas Enembe.
Sebelumnya, Adian Napitupulu mengklaim, bahwa Jokowi dan keluarganya telah khianati PDIP, yang tidak mengabulkan permintaan Jokowi untuk perpanjangan masa jabatan sebagai Presiden.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Amran Sulaiman menjadi Menteri Pertanian (Mentan). Amran menggantikan politikus Partai NasDem Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).