Kapolres Jayawijaya melalui Kasi Humas Ipda M Suryanto menyatakan dalam rangka menjaga Sitkamtibmas di akhir Tahun, Polres Jayawijaya menggelar razia terhadap minuman keras dan senjata tajam, Razia dilaksanakan di perbatasan Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Yalimo guna mencegah masuknya minuman keras serta di seputaran Kota Wamena.
Kapolres Jayawijaya AKBP. Heri Wibowo, SIK mengaku jika pihaknya telah menyiapkan 150 personil gabungan untuk melakukan pengamanan malam pergantian tahun di tugu salib Wamena, sebab ini menjadi bagian dari operasi lilin cartenz 2024 yang masih terus berjalan.
Kapolres Jayawijaya melalui Plt. Kasi Humas Ipda M. Suryanto menyatakan bahwa pelaku pemilik minuman keras tersebut diketahui berinisial LP (32) dimana saat ini yang bersangkutan sedang berada diluar daerah namun tetap mengendalikan bisnis miras tersebut di Kota Wamena
PJ Bupati Jayawijaya Thony M Mayor, S.Pd, MM menyebutkan bantuan meskipun banyak kelompok tani yang meminta alat pertanian kepada pemerintah namun Dinas Pertanian juga harus melakukan seleksi dan kajian yang lebih dalam lagi untuk menentukan siapa yang berhak untuk menerima bantuan -bantuan ini.
Dimana kedua belah pihak sepakat untuk pembayaran denda adat dengan Wam (Ternak Babi) 38 Ekor, 35 Kantong Noken dan uang tunai Rp 250 juta, disamping itu pelaku pembunuhan ET (46) tetap akan menjalani proses hukum positif karena telah melakukan pembunuhan terhadap Ebuleke Tabuni.  Â
Pihak Polres sendiri telah melakukan pengecekan dimana lokasi masa berada. Namun Heri engan menyebutkan bahwa itu adalah masa mengungsi dan ia juga tidak menyebutkan secara detail terkait dengan jumlah dari massa tersebut.
Kapolres Jayawijaya melalui kasi Humas Ipda M Suryanto ketika dikonfirmas membenarkan adanya insiden kebbakaran tersebut namun hingga kini kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kebakaran dari satu unit rumah dan satu unit ruko yang berada di Jalan thamrin Wamena.
Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan kabupaten Jayawijaya Engelbert Sorabut mengatakan Tim ahli Cagar Budaya (TACB) kabupaten melakukan pembahasan penetapan 15 objek cagar budaya untuk disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk ditetapkan sebagai Cagar budaya.
"Berdasarakan laporan dari Kepala Dinas Ketahanan pangan yang mengaku jika bulog dan transpoternya mengalami kesulitan dalam pengangkutan beras cadangan pemerintah dari badan ketahanan pangan nasional maka kita mengaluarkan surat kepada aviasi,"ungkapnya di Kantor Bupati Jayawijaya.
Ketua Timsel DPRK Jayawijaya Lekius Yikwa S.Pd, MSi Pemkab Jayawijaya sudah resmi membentuk timsel untuk melakukan seleksi terhadap Anggota DPRD dari jalur pengangkatan dimana untuk kuotanya yaitu 8 kursi, sehingga dari jumlah itu keterwakilan perempuan dua orang sementara laki -laki enam orang.